Kanisius Tuaq Panen Perdana Bawang Merah di BPP Nubatukan

Mediasurya.com, Lewoleba – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq melakukan panen perdana bawang merah yang ditanam pada lahan milik dinas, Balai penyuluh pertanian kecamatan nubatukan (30/6/2021)

Baca juga ; Warga Lembata Diaspora Sedunia Apresiasi Gubernur NTT

Bawang super Philip bibit unggul yang didatangkan dari Bima tersebut ditanam dan dilakukan panen perdana diatas lahan seluas satu hektar

Kanisius Tuaq pada kesempatan tersebut mengatakan, Saat ini yang sudah dipanen kurang lebih enam ton, sementara sisa nya belum cukup umur untuk dipanen dan diperkirakan jika semua dipanen akan menghasilkan delapan atau sembilan ton.

Bung Kanis menjelaskan bahwa bawang yang dipanen ini akan di Pasarkan dalam daerah karena posisi saat ini, harga bawang merah di Lembata sednag tinggi. Kisaran harga tiga puluh ribu hingga enampuluh ribu karena itu dengan adanya bawang pemerintah bisa stabilkan harga.

Dihari sebelumnya (27/6/2021) Bung kanis menjelaskan bahwa, pihak dinas juga melakukan panen di kecamatan Ile ape menghasilkan bawang sekitar dua ton pada tahap pertama dan tahap kedua dalam proses pemeliharaan.

Sementra BPP Nagawutun dan Lebatukan belum dipanen karena sedangkan dalam.pemeluharaan. Mantan Kadis Peternakan ini mengatakan, secara keseluruhan pengembangan bawang merah di Lembata ada lima hektar dan saat ini sudah dipanen dua hektar.

Ditanya terkait berapa biaya yang dikeluarkan untuk penanaman hingga panen untuk satu hektr lahan? Bung kanis mengatakan biaya yang diperlukan untuk menanam bawang di lahan seluas satu hektar kita butuh bibit, pupuk dan persiapan lahan termasuk para penyuluh itu kira-kira mencapai 50juta. Masih menurut kadis pertanian, Jika produksi rata-rata delapan hingga sembilan ton bawang merah basah kemudian jika di keringkan kurang lebih menjadi 7ton. Kemudian kalau dijual dengan 20 ribu per kilogram, maka dalam satu hektar lahan bisa hasilkan 140juta.

Bung kanis yang turun langsung ke kebun bawang mengharapkan agar masyarakat juga bisa menanam bawang untuk program tcabang dengan contoh yang telah dilakukan dinas. JiKalau ada kemauan masyarakat untuk bertani bawang maka pemerintah siap fasilitasi ujar Bung kanis.

Kanisius Tuaq menjelaskan, pada tahun 2018/2019 ada banyak Bantaun benih baik dari pusat dan pronsi dan itu yang membuat harga turun. Disamping itu situasi covid juga menjadi satu kendala yang cukup serius.

Baca juga ; Konsolidasi Internal Partai Demokrat Lembata, Membangun Soliditas dan Perkuat Jaringan Partai

Target tanam kita memang terlambat karena bencana. Produksi memang belum.mencukupi tapi diharapkan dengan adanya panen ini bawang dari luar bisa kita kurangi dan harga juga bisa diminimalisir meski pun tidak siginifikan, hal positif lain adalah kita juga tidak bawa uang kelur dengan begitu panen ini bisa menahan uang di Lembata. Panen tahun ini dari dana APBD Lembata. Kami sedagn ajukan proposal agar dapat perhatian dari propinsi dan pusat jelas Bung Kanis kepala dinas pertanian kabupaten Lembata mengakhiri pertemuan dengn media ini.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *