Dokter Minta Agar TNI Dan Polri Bantu Awasi Isoman Di Desa-Desa Seluruh Lembata

Mediasurya.com, Dalam pertemuan satgas covid 19 Kabupaten dan para dokter dari 13 puskesma, RSUD, RS Bukit, RS Damian dan para kepala puskesmas dan Forkompinda di tenda satgas kabupaten (26/7/2021) terungkap banyak kendala dihadapi para dokter dan tenaga kesehatan yang melayani masyarakat di kecamatan seluruh Lembata. Rapat yang dihadiri wakil bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday di dampingi ketua DPRD Lembata Petrus Gero.S.Sos di pandu oleh sekda Paskalis Ola Tapobali mengurai banyak persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan yang berada di lapangan berhadapan dengn masyarakat desa yang belum mengetahui secara baik tentang covid bahkan ada masyrakat yabg juga belum meyakini adanya covid dan bahaya. Baca juga ; Masyarakat Kecewa Harga Rapid Di Pelabuhan Lewoleba Mahal

Dokter dari puskesmas lewoleba misalnya mengatakan bahwa, banyak pasien yang dibwa berobat ke puskesmas, sudah dalam keadaan lemah. Namun demikian terkait covid, Saat ini inisiatif masyarakat semakin tinggi karena itu kami minta agar alat tes antigen dan stok vaksin selalu ada.

Hal lain disampaikan, Dr Voni dari puskesmas Waipukang kecamatan Ile ape, diakui bahwa hingga saat ini belum terbentuk tim pemulasaran jenasah covid meskipun dari pusat telah memerintahkan agar penanganan jenasah covid ditangung puskesmas dan satgas kecamatan.



“Jujur kami belum siap” ungkap dr Voni.. Sementra soal vaksin di ileape banyak yang hanya vaksin pertama lalu kedua tidak datang lagi, karena banyak yang vaksin Hanya untuk dapat tiket keluar daerah.

Dari Puskesmas lemau kecamatan Ile ape timur, dr Tika, mengatakan, yang dtangani pihaknya adalah pasien dengan gejala ringan, tapi kendalanya obat. Misalnya hari ini harus dapat obat tetapi kita tunda. Soal isolasi mandiri atau isoman, dr Tika menyarankan agar dilakukan isolasi mandiri secara terpusat karena dirumah sendiri mungkin kurang ketat, bahkan ada keluarga yang menolak saat dilakukan terasing. Dokter Tika berharap akan ada kebijakan untuk satgas di desa lebih gesit meskipun budaya Lamaholot memang tetap jalan cuma kurang jaga prokes.



Sementara dari Puskesmas balauring, dr.indra menggambarkan bahwa tingkat antusias masyarakat yang mengalami gelaja ringan dan berat kurang bagus, saat dilakukan rujuk mereka tolak karena itu harapan saya agar sosialisasi kepada masyarakat tentang covid terus dilakukan semakin masif agar masyarakat bisa percaya bahwa bahaya covid itu memang nyata.

Dokter Indra menjelaskan, Antusias masyarakat Balauring untuk vaksin kurang, misalnya kami siapkan vaksin untuk 200 orang tapi ada lebih dari 40 target vaksin yang tidak datang. Kalau Soal isoman kalau boleh terpusat, juga kami harap nakes juga lebih bisa tahan diri untuk tidak jalan-jalan dan kita jangan hanya duduk disini tapi perlu tingkatkan dan giatkan sosialisasi kepada masyarakat terhdap ancaman covid yang nyata.



Dr Agus miyadi dari puskesms weirian kecamatan Buyasuri mengatakan bahwa, dukungan dari msyarakat kurang karena masyarakat kurang percaya adanya covid. Vaksin dianggp sebagai racun dan mereka menolak secara terang-terangan.
Dokter Agus mengatakan, Harus ada kerjasama untuk semua, lintas sektor dalam sosialisasi. Dan saat ini di puskesmas kunjungan pasien menurun karena kurangnya pemahaman dan rasa takut masyarakat akan covid. Di weirian Masyarakat takut ke puskesms karena merasa bahwa Rapid antigen itu upaya kami mengcovidkan orang terang dokter agus. Lebih jauh dikatakan dokter muda ini bahwa, Ada pasien yang kita rawat di puskesmas, keluarganya mengamuk saat hasil Rapid antigen hasilnya reaktif padahal, kita Rapid dihadapan kelaurga dan Ini sangat mengancam kami tenaga keaehatan.
Kami di puskesmas weiriang juga memiliki masalah soal ruangan rawat inap karena itu, kami minta kalau bisa ada kerjasama dengan polisi atau tentara sehingga jika terjadi sesuatu dengan kami mereka datang bantu kami. Sementara terkait obat-obatan semoga pendistribusian lebih cepat, lalu soal Oksigen kami hanya punya 10 tabung kecil dan itu sangat tidak cukup. Kami minta ruang Rawat inap, juga tenaga perawat kami belum siap dan lokasi atau gedung yang bisa kami gunakan untuk rawat pasien covid.



Sementara itu Dr Erik dari puskesms waiknuit kecamatan Atadei meningkatnya jumlah warga yang reaktif di atadei bermula ketika hendak dilakukan vaksin, oleh pihak puskesmas didahului dengan Rapid untuk, sasaran yang akan kami vaksin ternyata ada delpan orang positif, karenanya kami lakukan tresing dan ada 79 kasus.

dr Erik mengatakan, karena wilayah topografi atadei yang sulit pihaknya Kerja sampi malam dan kami terbantu karena pemerinth desa stanbay. Untuk saat ini mengantisipasi kehabisan alat Rapid sehingga yang bergejala yang dipriksa. Dikecamatan Atadei Msyrakat belum bisa terima soal covid, butuh bantuan beberapa pihak untuk lakukan banyak soaialisasi sehingga kita bisa tingkatkan antusias masyarakat untuk vaksin.

Dari puskesmas Loang kecamatan Nagawutun, dr Justin mengeluhkan kurangnya tenaga laboratorium. “Kami cuma punya satu, jadi sangat capek, kadang saya ikut membantu tenaga di Labor” ungkap dr Justin.

Lebih jauh dokter muda ini mengatakan, dirinya agak kecewa, karena ada aparat yang sewa bodi ke Maumere lalu pulang dan berkumpul bersama kembali dengan warga lain sehingga melahirkan klaster baru di nagawutin. Ada juga aparat desa yang reaktif tapi tidak mau isoman, jadi kalau boleh ada isoman terpusat kalaupun di rumah masing-masing maka kita minta bantuan TNI,Polri untuk ikut mengawasi.

Memang Resiko staff tertular cukup tinggi dengan APD seadanya,lalu ketiadaan Vitamin D anti virus kadang ada kadang tidak, jadi tolong kami di puskesmas Loang dibantu agar APD,obat dan antivirus tetap ada.

Sementara dokter dari rsu Damian, suster dr felisian mengungkapkan bahwa sebagai rumah sakit swasta pihaknya cukup kesulitan karena banyak pasien yang datang berobat tetapi saat dilakukan Rapid mereka reaktif.

Suter felisian berharap vovid Varian delta tidak masuk ke Lembata, namun jika kemudian masuk semua kita berharap agar persediaan oksigen, obat-obatan dan APD juga tenaga kesehatan kita sudah siap. kita siap. Dikatakan suster asal mangarai ini bahwa saat ini memang statistik menunjukan turun angka warga terpapar covid namun bukan karena mereka tidak terkena tapi karena mereka takut ke rumah sakit. Kami minta bantuan pemerintah agar pasien apbd juga dibantu karena saat ini, banyak pasien dengan kartus sehat apbd Lembata yang tidak berfungsi.

Dr Ami dai RS bukit menjelaskan bahwa, keterbatasan obat dan tenaga kesehatan. Juga Kesadaran masyarakat di Lembata masih minim. Banyak Masyarakat tinggal di kampung, menganggap covid tidak masuk ke kampung jadi ini butuh kerjasama untuk.menyadarkan dan membuat masyarakat tidak menganggap remeh covid ini.

Sementara dr.dina Sunyoto dari RSUD Lewoleba meminta untuk mengatasi covid harus didahulukan dari Hulu. Ini harus bisa diatasi kalau bisa diminimalisir hoax soal vaksin. Utamakan vaksin kepada lansia ujar dokter dina.

Saya berharap agar ada Bantuan TNI dan polri untuk pengamanan kepada tenaga kesehatan juga memantau warga isoman agar tidak jalan-jalan yang berdampak bagi orang lain. Baca juga ; Sinergitas TNI-Polri Patroli Malam Sosialisasi Prokes dan PPKM Di Kota Lewoleba.

Pada kesempatan tersebut Direktur RSUD bernad beda ynag hadir mengatakan, saat ini yang lagi dirawat di RSUD ada empat orang yang kritis, kita punya 97 tabung gas sehingga masih cukup sengan 32 tempat tidur. Kami hendak membuka layanan ICU untuk covid tapi tenaga kita terbatas, apalagi Dr dari udayama di tarik kembali karena Denpasar mengalami peningkatan covid.

Sementara itu Kadis kesehatan, Mathias K Beyeng mengatakan, keluhan yang disampaikan memang cukup banyak dan semua sudah didengar sebelumnya. Saya Setiap Sabtu tlp kapus, untuk pantaua situasi puskesmas dan mengetahui kendala yang dihadapi, juga meminta pihak puskesmas memantauan isoman ada banyak kendala tetapi begitu Mantho demikian sang kadis disapa mengatakan say selalu minta agar pihak nakes memastikan prokes diterapkan secara baik dan benar nmaun tidak bisa 100% diserahkan ke nakes ungkap Kadis kesehatan Lembata.


Petrus Gero ketua DPRD, pada kesempatan tersebut memberikan motivasi dan dorongan kepada tenaga kesehatan untuk tidak pustus asa menghadapi kondisi seperti sekarang.

Ketua DPRD meminta semua pihak melakukan pembenahan, untuk meminimalisir ada beberapa hal yang kita belum siap untuk segera dan harus kita lakukan pembenahan. Tugas kita meminimalisir perkembangan Covid dan menjaga agar Stok kebutuhan untuk covid harus ada. Kita Punya kewajiban melindungi nakes.. Preventif dan penanganan mereka harus kita lakukan, dengn mengerakan semua elemen yang lain. Butuh sinergi untuk semua bidang untuk menyampaikan kepada masyrakat kita.

Bagi aparat yang pergi Maumere dan bawa klaster baru harus diberi sangsi. Ingat juga berikan reward bagi nakes. Berikan apresiasi kepada semua nakes.

Wakil bupati, banyak persoalan dilapangan akibat covid 19, saya mohon agar kita menjaga secara baik swhingga vriann baru tidak msuk ke Lembata.

Thomas Ola Langoday mengatakan dirinya mendapat data ada banyak nakes yang terpapar covid, jadi saya minta pak kadis kesehatan untuk perhatikan mereka. Berikan vitamin, obat-obatan.dan Jangan biarkan mereka penuh harap dengan tidak pasti soal jasa pelayanan dan daerah tidak boleh kalah dengan penyakit ini. Secara psikologi setiplap kita memang terganggu ketika divonis positif maka kita perlu berjiwa besar menyampaikan kepada semua. Hari ini banyak sekali warga kita tidak lagi bisa beli masker Karena itu tugas kita setaip motor ,mobil ada masker cadangan, untuk dibagikan.

Saya Minta Kesiapan oksigen dipuskesmas harus baik , semua kita pasti mati tapi jangan sampai ada masyarakat mati Karena ketiadaan oksigen itu sama dengan pemerintah membunuh masyarakat. Saya minta puskesmas maupun rsu jika tidak ada oksigen katakan dengan jujur.

Soal ambulance yang ketiadaan sopir itu aneh kita bisa beli.mobil dengan harga ratusan juta tapi tidak bisa gaji satu orang supir. Terus soal kebersihan Jangn sampai kepala puskesmas yang turun bersihkan karena ketiadaan klining service. Ungkap doktor Thomas. Baca juga ; Stok Oksigen Mencukupi, Masyarakat Lembata Diminta Tenang.

Lebih jauh dikatakan agar semua lembaga kesehatan membuat Sop yang seragamdalam.pelayanan. memang harus diakui bahwa banyak dari Kita yang lebih senang mengikuti dijalan jelek dan tidak mau sendiri berjalan di jalan yabg benar.

Diakhir motivasi dan dorongan untuk tenaga kesehatan di Lembata saat rapat bersama wakil bupati meminta agar Semua kebutuhan harus bisa dianalisa kalau kita kurang dan tidak bisa kan bisa kita Carikan bantuan. Kita semua siap tapi jaga diri karena Jika kalian nakes terkena covid siapa lagi yang melayani. buatkan analisa. Dilapanagan dan harus bisa untuk saling berkoordinasi,saling bertanya dan Jangan saling menyalahkan.

Share

12 thoughts on “Dokter Minta Agar TNI Dan Polri Bantu Awasi Isoman Di Desa-Desa Seluruh Lembata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *