Masyarakat Kecewa Harga Rapid Di Pelabuhan Lewoleba Mahal

Baca juga ; Putus Penyebaran Covid-19 Babinsa Pantau Serbuan Vaksinasi Covid 19, Di Puskesmas Balauring. # Hari Anak Nasional, AHY Ajak Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak-anak Dari Virus Covid-19

Mediasurya.com,Lewoleba – Masyarakat Lembata kecewa atas pemberlakuan harga yang mahal, sekali Rapid sekali penyebrangan ke pelabuhan Adonara dan larantuka. Pantauan media ini ((27/7/2021) dipelabuhan lut Lewoleba, harga Rapid 250 ribu padahal ada keputusan baru pemerintah daerah terbaru menetapkan harga Rapid 150 ribu sesuai apa yang disampaikan sekda Lembata. Baca juga ; Atasi Kekurangan Tenaga Kesehatan Hadapi Covid 19, Pemda Lembata, Rekrut Tambah Nakes.

Kepala puskesmas Lewoleba, kepada @mediasurya.com mengtakan, harga yang kita ambil ini pendasarnya, pada surat edaran dari kadis kesehatan Lembata sebelumnya ibu dokter Lusia dan ada perda, juga surat peraturan dari Kementrian kesehatan melalui direktorat pelayanan masyarakat menetapkan batas tArif pemeriksaan Rapid antigen, Swab sebesar 250 ribu untuk pulau Jawa dan diluar Jawa 275ribu.

Disampaikan media ini bahwa ada keputusan pemerintah daerah Lembata terkait harga Rapid, kepala puskesms mengatakan, Kami belum terima keputusan bahwa harga Rapid sudah turun atau belum jadi kami masih tetap berpatokan pada harga lama.

Protes warga atas mahalnya harga rapid tertumpah dan diluapkan kepada petugas Rapid dari puskesms yang bertugas di pelabuhan laut lewoleba Warga meminta agar harga bisa diturunkan agar menjagaku masyarakat kecil.

Jhon Ndolu salah satu anggota pol air Lewoleba, turut dalam menengahi adu mulut antara calon penumpang dan petugas medis. Bapak,mama harus berbesar hati mungkin penundaan keberangkatan ini ada rencana Tuhan yang lain untuk bapak mama.

para petugas ini hanya menjalankan aturan dan mereka juga takut terpapar covid seperti saya dan semua kita, jadi saya minta kalau ada yang menyampaikan pendapat silakan tetapi harus satu -satu dan jangan berkumpul ungkap Ndolu.

Saat ada petugas yang emosi pun, Ndolu melerai Anggota pol air Lembata ini meminta agar petugas tidak terpancing emosi.

“jangan takut jika ada yang ambil gambar atau video, kalian hanya jalankan tugas jadi jangan takut karena apa yang dilakukan sesuai aturan” ungkap Jhon Ndolu.

masih menurut angota polres lembata ini bahwa,kalau soal uang jika memang harus dikembalikan biarkan saja dikembalikan agar tidak terjadi keributan. Saya harap agar kapus bisa bangun komunikasi yang baik dengan semeua elemen terkait agar, syarat orang keluar dan masuk Lembata di perjelas sehingga jika ada masyarakat yang belum kantongi surat vaksin tidak diizinkan jalan. Lalu jangan semua di Rapid karena belum tentu semua calon penumpang kantongi surat vaksin. petugas harus jelaskan bahwa untuk melakukan perjalanan tidak hanya surat keterangan Rapid yang dibutuhkan tapi juga surat keterangan vaksin, Dengan begitu mereka tidak mendapat kesulitan saat masuk ke pelabuhan untuk naik kapal jelas Ndolu.

Abong salah satu penumpang dalam protesnya mempertanyakan sop penyebrangan yang benar seperti apa? Kemarin tidak ada Rapid kenapa hari ini ada Rapid? Harga Rapid ini juga mahal sekali, tiket 100 ribu tapi Rapid 250 ribu sekali jalan ini bagimana? Haruslah ada kebijakan untuk membantu masyarakata.

Demkianpun Kanisius Sogen kepada media ini mengatakan, harusnya Rapid ini gratis, Karena dibeli dengan uang pemerintah. Masa barang dibeli dengan uang negara lantas masyarakat diminta kembalikan uang negara?

Rapid Ini juga terlalu mahal tetapi saat dipintu masuk tidak berlaku karena di pintu masuk sebelum ke kapal, petugas jaga dari TNi,Polri menghendaki adanya surat keterangan vaksin lantas bagaimana uang warga yang sudah dibayarkan untuk Rapid tanya kanis. Baca juga ; Terkait Korona Di Lembata, Positif Hasil Rapidtes Bertambah Jadi 6 Orang

Sekda Lembata Pasklis Ola Tapobali, dihubungi media ini (27/7/2021) mengatakan, memang ada kebijkan yang baru kita ambil bahwa harga sekali Rapid 150 ribu dengan dengan pertimbangan harga terendah alat Rapid, tenaga kesehatan yang bertugas, dan perda.

Sekda menjelaskan, memang vaksin kita belum semua warga yang diberi karena jumlah vaksin yang dikirim dari atas juga terbatas. Lalu soal harga ini memang salah satu upaya kita membatasi pergerakan orang namun kalau antusias masyarakat juga tinggi maka kebijakan kita ambil dengan menurunkan harga Rapid.

Share

15 thoughts on “Masyarakat Kecewa Harga Rapid Di Pelabuhan Lewoleba Mahal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *