Duduk Bersama Pemda Lembata, Penyedia Oksigen PT.Lima Satu Merdeka Pastikan Ketersedian Oksigen Untuk Pasien Covid 19.

Mediasurya.com, Lewoleba _ Kebutuhan akan oksigen mengalami peningkatan yang siginifikan, selama masa pandemi covid di Kabupaten Lembata, mengharuskan pemerintah duduk bersama penyedia oksigen PT.Lima Satu Merdeka membicarakan kepastian ketersediaan oksigen karena bertambahnya pasien terconfirnasi positif covid 19 yang dirawat baik di RSUD, maupun dua rumah sakit swasta yang ada di kota Lewoleba dan 13 puskesmas seluruh Lembata. Baca juga ; Kasus Orang Meninggal Akibat Covid Di Lembata Terus Meningkat.

Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata, Paskalis Ola Tapobali Pemda Lembata ingin memastikan ketersediaan oksigen dalam mendukung penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lembata.

Direktur Utama PT Lima Satu Merdeka Michael Tanudiredjo selaku penyedia oksigen meyakinkan pemerintah bahwa mesin pengisian tabung oksigen miliknya mampu memproduksi 60 tabung gas dalam sehari.

Sepanjang ketersediaan tabung oksigen mencukupi, pihak kami siap melayani pengisian. “Untuk saat ini kami fokus di penyediaan oksigen untuk penanganan Covid-19,” ujar Mikael Tan.

Baca juga ; Duduk Bersama Pengurus Askab Lembata, Wakil Bupati ; “Tidak Ada Yang Mustahil Jika Kita Berpikir Positif”

Wakil Bupati Lembata, Dalam Penanganan Covid, Jangan Ada Yang Saling Mempersalahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Mathias AK Beyeng mengatakan, saat ini terdapat 241 tabung oksigen, baik yang ada di RSUD Lewoleba, dua rumah sakit swasta, puskesmas, ditambah milik PT.Lima Satu Merdeka sebanyak 106.

Menurut rencana, akan ditambah lagi tabung besar dan tabung kecil dan peralatan lainnya seperti regulator untuk bisa didistribusikan juga ke rumah sakit swasta dan puskesmas.

Kadiskes menjelaskan, saat ini tingkat kematian akibat Covid-19 mengalami peningkatan. Hingga Jumat, 30 Juli 2021, sudah terdapat sebanyak 42 kasus kematian. Kendati kasus kematian meningkat, namun jumlah kasus aktif mengalami penurunan. Hingga Jumat, jumlah kasus aktif sudah turun hingga 473 kasus.

Direktur RSUD Bernadus Beda dalam kesempatan tersebut menjelaskan, ditahun 2019 pihak RSUD memakai 2423 tabung gas oksigen dalam satu tahun sedikit mengalami peningkatan pada tahun 2020 yakni sebanyak, 2496 tabung oksigen dan tahun 2021 sejak, Januar hingga juli ini sudah 2049 tabung, oksigen yang terpakai. Baca juga ; Dokter Minta Agar TNI Dan Polri Bantu Awasi Isoman Di Desa-Desa Seluruh Lembata

Bernad mengatakan, kita butuh oksigen namun sepanjang ini bisa terpenuhi. untuk penggunaan tabung oksigen kita akan banyak pakai ketika pasien kritis. Jika 2 jam kritis itu bisa 12 tabung terpakai, apalagi kalau pakai ventilator maka akan bertambah kebutuhan. Dan kalau kami di RSUD kekurangan oksigen biasanya kami minta ke penyedia PT.Lima satu Merdeka untuk penuhi kebutuhan oksigen di RSUD.

Dari beberapa penjelasan tersebut Paskalis Ola Tapobali Seks Lembata menyimpulkan bahwa untuk Saat ini, ketersediaan oksigen di RSUD Lewoleba dan dua rumah sakit swasta yakni Rumah Sakit Damian dan Rumah Sakit Bukit masih aman. Sedangkan oksigen yang ada di Puskesmas yang masih harus ditambahkan.
Kebutuhan dua rumah sakit swasta, lanjutnya, bisa diback up dalam bentuk hibah dan tujuannya untuk pengadaan oksigen bukan untuk kebutuhan yang lainnya.

baca juga ; Wakil Bupati Lembata, Menangis Di Pemakaman Mendiang Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

TNI Babinsa 03/Lewoleba Kawal Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Tahap II

Hadapi PPKM Level 3, Babinsa 03/Lewoleba Lakukan Penertiban Prokes Di Pelabuhan Waijarang Lembata

Ke depan, menurut sekda manajemen RSUD Lewoleba dimungkinkan untuk memasang oksigen sentral. Jika tahun ini tidak bisa, maka dapat diupayakan pada tahun depan. Terkait anggaran, jika untuk kebutuhan penanganan Covid-19 maka dapat di anggarkan dalam APBD.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *