Pol PP Flotim Bukan Tukang Pukul Pemerintah.

Mediasurya.com,Larantuka _ Polisi Pamong Praja (Pol PP) Flores Timur yang merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) yang idelanya sebagai penegak perda dan penjaga wibawa pemerintah kabupaten berada dititik Delematis antara penegakan aturan dan kemanusiaan. Baca juga ; Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli,SH.MH ; “Pramuka Merupakan, Salah Satu Agen Perubahan”

Hal ini terungkap dalam diskusi media ini bersama kasat pol PP Flotim, Agustinus Ola Sabon didampingi sekretaris Pol PP Adrianus Lamablawa dan Karorulus Ola Leton Kabid gangguan keamanan di ruang kerja kasat pol PP (30/8/2021).

Agus Ola kepada media ini menjelaskan bahwa pada prinsipnya pol PP, berperan sebagai penegak perda dan menjaga wibawa pemerintah akan tetapi banyak kendala dilapangan yang membuat pihak pol PP berada di titik Delematis antara penegakan aturan dan kemanusiaan.

Kami bekerja sesuai perda 16/2016 yang sudah direvisi dengan perda 4/2020 tentang keamanan dan ketertiban dalam wilayah flotim. dengan perda kami punya gigi tapi kadang menjadi dilematis buat kami. Harus diakui cakupan pol PP luas dan menjadi garda terdepan tapi sekarang dalam situasi pandemi tugas pol PP mengendalikan sampai ke desa dan kelurahan. Baca juga ;Kasdim 1624/Flotim Hadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke 60 Tahun 2021.

Agustinus Sabong Ola menjelaskan, Dalam pelaksana penegakan perda saat ini, kami juga lakukan patroli prokes. Untuk beberapa saat ini kami konsentrasi pada covid dimana dalam point’ pentingnya pol PP melakukan pengawasan dan pengendalian sampai ke tingkat desa.

“kami Pol PP bukan tukang pukul pemerintah dalam pelaksanaan Perda dan penegakan aturan” ujar Agus.
Sementara itu, Sekretaris Pol PP, Adrian Lamablawa mengungkapkan bahwa napas utama pol pp adalah penegakan perda dan penertiban gangguan keamanan.

Memang tampak di depan mata ada rujukan tapi kami tidak punya cukup ruang disini. Misalkan soal parkir saja, pol PP bisa bergerak tapi dengan siapa, harus ada instansi teknis dalam koordinasi. Baca juga ;Kabid Perhubungan Laut Flotim Klara Fernadez ; Dokumen Kapal Elang Laut Tidak Ada Di Kami Jadi, Kami Tidak Tahu Kapal Berapa GT Dan Bobot Muatan Saat Celaka Tetapi Diduga Kapal Kelebihan Muatan”

Pada prinsip pol PP membackup, semua OPD karena mekanismenya begitu bahwa satu kali dua puluh empat jam kami backup, tetapi saat ini sistem koordinasi yang tidak jalan. Pol PP bukan tukang pukul. Kami siap jalan tapi dengan dasar apa kami bergerak. Memang hati kami miris tapi kami dilematis.
Lamablawa menerangkan, Ada benang kusut yang sulit di urai dan kami lebih pada pendekatan yang persuasif, dialogis dan humanis. Huluya tidak pernah dibuat tapi hilirnya mau dikejar karenya harus dibenahi. Tapi Kami bergerak dengan hati.

Kornelis Leton Kabid ganguan keamanan dalam kesempatan tersebut mengatakan, selama ini kami cukup tegas misalnya melakukan penutupan terhadap tempat-tempat hiburan tanpa izin. Dan kami bergerak selalu dengan pertimbangn regulasi.
Leton menerangkan bahwa ada Regulasi yang bertentangan dan perlu dilakukan harmonisasi. Dan rencananya dalam waktu dekat Kami siap gelar operasi Yustisia. Baca juga ;Warga Flotim Bertanya-Tanya Siapa Pemilik Dugaan Kelebihan BBM Yang di Angkut Kapal Naas Elang Laut Yang Tenggelam Di Perairan Waibalun? #Kabid Perhubungan Laut Flotim Klara Fernadez ; Dokumen Kapal Elang Laut Tidak Ada Di Kami Jadi, Kami Tidak Tahu Kapal Berapa GT Dan Bobot Muatan Saat Celaka Tetapi Diduga Kapal Kelebihan Muatan”

Ditanya terkait kapal pengangkut bbm yang alami kecelakaan diperairan waibalun, kasat pol PP agustinus Ola Sabon menjelaskan bahwa, Kabag ekonomi pernah ke kantor pol PP dan membicarakan sistim koordinasi terkait Damkar. Tetapi sampai saat ini kami tidak dilibatkan dan saya anggap itubswbatas pembicaraan tapi tidak dalam pelaksanaan. Ungkap Agus tegas. (mst)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *