Duduk Bersama Pemilik Lahan Bandara Wunopito, Dr.Thomas Ola ; “Tidak Boleh Membiarkan Masyarakat Hidup Dengan Persoalan-Persoalan Yang Seharusnya Bisa Diselesaikan”

Mediasurya.com,Lewoleba _Duduk bersama pemilik lahan sebelah timur Bandar udara Wunopito Lewoleba, Plt. Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, memastikan akan mencari solusi atas persoalan yang terjadi dengan melihat kembali regulasi yang ada. Baca juga :Wakil Bupati Lembata,Tinjau Lokasi Banjir Dan Longsor Di Nagawutun # Pemda Lembata Akan Carikan Solusi Terkait Duang Wangatoa
Tugas kita adalah mencari solusi dari setiap persoalan yang muncul di masyarakat. Tidak boleh membiarkan masyarakat itu hidup dengan persoalan-persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan baik persoalan dengan Pemkab maupun persoalan antar masyarakat sendiri.

Plt. Bupati Lembata mengatakan, “Kalau saya membaca berita acara yang disampaikan tadi, persoalannya sudah sejak tahun 1984 sejak masa Pembantu Bupati Pak Pattymangoe (Drs. Anton Pattymangoe, red). Sudah lama sekali ini sebenarnya, tetapi prosesnya belum mencapai kesepakatan. Mudah-mudahan dengan diskusi kita pada sore hari ini, kedepan kita bisa mencapai kesepakatan”.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lembata usai menggelar pertemuan perdana bersama para pemilik lahan (6/9/2021) dan didampingi para Asisten Setda dan OPD terkait. Baca juga ;Minimalisir Kerja Juru Pajak,Pemda Lembata Akan Digitalisasi Pungutan Pajak Dan Retribusi #Hadapi Permintaan Pasar Terhadap Ternak Babi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Ambil Langkah Alternatif Dengan Kawin Suntik

Persoalan ini sendiri sudah mencuat dimasa kepemimpinan Bupati Drs. Andreas Duli Manuk, hingga Bupati Eliaser Yentji Sunur. Menurut Linus L. Nolowala selaku koordinator dari para pemilik lahan, Bupati Yentji Sunur sendiri sudah menjanjikan untuk mengakomodir permintaan pihaknya paling lambat sebelum berakhir masa jabatan di tahun 2022, namun ajal menjemputnya lebih awal.

Informasi lain yang direkam media ini menyebutkan, pemilik lahan yang terletak di sebelah timur bandara Wunopito pertanyakan hak mereka atas ganti rugi pembebasan lahan guna perluasan areal bandara yang hingga kini tak kunjung ditepati Pemkab Lembata.

Mantan dosen Unwir ini mengatakan, Beberapa waktu lalu ada penyampaian dari masyarakat pemilik lahan bandara Wunopito untuk bersilahturahmi, sehingga sore ini kita lakukan silaturahmi dimana mereka sampaikan status tanah disana untuk kemudian Pemkab mengkaji untuk mencari solusi sehingga masalah-masalah seperti ini tidak terkatung-katung lagi, kalau bisa diselesaikan”. Baca juga ; 126 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Lembata telah tersentuh program Pamsimas #Wakil Bupati Lembata ; “Tidak Ada One Man Show Yang Bisa Selesaikan Masalah Sendiri”

Namun demikian Dr.Thomas menegaskan bahwa situasi ini Tidak bisa juga memaksa saya bahwa oh ini harus selesai diakhir masa jabatan. Kalau semua orang menargetkan diakhir masa jabatan selesai boleh saja, tapi kita kan bekerja diatas koridor hukum jadi, Mudah-mudahan kami temukan regulasi yang menunjang untuk ini. Dan Jika ditemukan regulasinya persoalan ini akan terselesaikan” ujar Dr.Thomas Ola Langoday.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *