Bupati Canangkan Lembata Zero Stunting.

Mediasurya.com,Lewoleba_ Dinas kesehatan Kabupaten Lembata menggandengkan dinas kesehatan propinsi dan seluruh puskesmas, para kader posyandu beserta PKK Lembata dan sejumlah pihak pemerhati kesehatan anak menggelar rembuk Stunting (26/10/2021) tingkat kabupaten. Baca juga ; Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan Dan Fungsi Pengawasan Pembangunan Jalan APBN, Ruas Lewolein-Baja Lembata.

Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday dalam sambutan menyebutkan sebanyak 1084 anak di Lembata saat ini menderita stunting dan ini, mengkhawatirkan karenanya, perlu langkah bersama dalam mengatasi dengan target hingga tahun depan, Lembata masuk kategori zero stunting atau nol kasus penderita stunting.

“Komitmen kita hari adalah tahun depan zero stunting untuk Lembata. Manusia yang paling sehat ada di Lembata, sesuai tagline Healthiest From The East. Sehat mulai dari bayi dan balita. Dan ibu harus sehat sejak remaja. Jika kita tidak siapkan ini maka jumlah stunting bisa bertambah,” kata dia mengingatkan.
Ada kesalahan orientasi pembagunan, kita sibuk bangun jalan, jembatan dan gedung tapi kita lupa pembangunan manusianya. Hari ini harus ada road map zero stunting,” tegasnya.

Dia meminta pemerintah desa juga berupaya maksimal menurunkan angka stunting di desa masing-masing dengan menyediakan alokasi anggaran penurunan stunting dalam APBDes secara maksimal.
“Bangunan fisik kita bisa bangun kapan saja tapi anak-anak stunting tidak bisa sembuhkan,” ujar Bupati Langoday yang didampingi istrinya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Maria Sadipun. Baca juga ; Kabupaten Lembata Kembali Tuai, WTP Pengelolaan Keuangan Daerah

Dalam acara tersebut, pemerintah dan semua mitra yang hadir saat itu juga membubuhkan tanda tangan sebagai tanda komitmen bersama untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Lembata.

Berdasarkan data yang dipaparkan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, terdapat 37 desa lokus aksi konvergensi stunting di Kabupaten Lembata tahun 2022. Prevalensi stunting di Kabupaten Lembata periode pengukuran Agustus 2019 sebesar 31,49 persen dan pada periode pengukuran Agustus 2020 menurun menjadi 27,5 persen.
Manajer Program Yayasan Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu, menjelaskan, stunting merupakan masalah yang kompleks karena bukan hanya soal kesehatan saja tapi juga soal ketersediaan air bersih, sanitasi masyarakat, gizi ibu hamil yang sudah harus diperhatikan sejak dia masih pada fase remaja putri. Baca juga ; Bupati Lembata Minta KPPN Berikan Pelatihan Keuangan Kepada 144 Kades Hasil Pilkades Serentak
Menurut dia, intervensi kesehatan untuk mengatasi stunting hanya 30 persen saja.
Sisanya, penurunan angka stunting sangat bergantung pada faktor lingkungan dan sanitasi serta gizi sejak fase remaja putri menjadi ibu hamil, 1000 hari kehidupan anak di dalam janin dan gizi bayi dan balita.

Share

4 thoughts on “Bupati Canangkan Lembata Zero Stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *