Jelang Natal Dan Tahun Baru 2022, Polres Lembata Gelar Operasi Zebra Ranakah

APEL GELAR PASUKAN OPS ZEBRA RANAKAH-2021, KABUPATEN LEMBATA.
Mediasurya.com,Lembata_ Polres Lembata Pada Hari Senin Tanggal 15 November 2021, Pukul 08.00 Wita Bertempat di Lapangan Upacara Polres Lembata menggelar Giat Apel Pasukan OPS Zebra Ranakah-2021, dengan Mengusung Tema, Cipta Kondisi Kamseltibcar Lantas Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Ditengah Pandemi Covid-19.
Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten, S.H, S.I.K, M.I.K. bertindak Inspektur Upacar dengan Perwira Upacara : Kabag Ops Polres Lembata, AKP Agustinus Salawane, dan Komandan Upacara : KBO Sabhara IPDA Nicodemus N. Saleh Nusa. Baca juga ; Personil TNI-Polri Diterjunkan Ke 144 Desa Di Lembata Untuk Amankan Pilkades Serentak.
Hadir dalam upacara tersebut, Pabung 1624-03 Flotim Mayor Inf. Dedi Yudo Baskoro, Danramil 1624-03 Lewoleba, Lettu Lodovikus Bataona, Mewakili Kajari Lewoleba, Bpk. Pande Swastika, Kabid Prakes Dinas Perhubungan Kab. Lembata, Bpk. Feri Irawan Paokuma, Kasie Penetapan Anggaran Samsat Lewoleba, Bpk. Mayudin Rais, Staf LLAJ Dinas Perhubungan Kab. Lembata, Bpk. Andre Bediona, Staf Dinas Perhubungan Kab. Lembata, Bpk. Hasan, Pimpinan Ranting Jasa Raharja Kab. Lembata, L. Mandala.
Dalam amanat yang dibacakan Kapolres Lembata, Kapolda mengajak semua pihak, Panjatkan Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan berkah, rahmat dan hidayah Nya kepada kita, sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka operasi Zebra Ranakah Tahun 2021.
Kapolda mengatakan, Perkembangan transportasi juga telah memasuki era digital dimana operasional order angkut publik sudah berada dalam genggaman, cukup menggubakan Handphone modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut. Polisi Lalu Lintas terua berupaya melaksanakan program Kapolri yang di sebut Presesi (Prediktif, Responsibilitas, Transpirasi Berkeadilan). Permasalahan dibidang lalu lintas, dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis, hal ini sebagai konsekuensi dari mwningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Baca juga ; Masyarakat Minta Kejaksaan Negeri Lewoleba, Periksa Mantan Kadis PU Lembata Terkait Pembangunan Sarana Air Bersih WeiLa’in Kedang

Dikatakan Kapolda dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres mengatakan, Sesuai Amanat Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kita diharapkan untuk : Mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas (Kamseltibcar Lantas)., Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat Fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Membangun budaya tertib berlalu lintas, dan Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hal ini penting karena, Keempat hal tersebut memiliki kompleksitas yang tidak bisa ditandingi oleh polantas sendiri, sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusi yang harua diterima dan dijalankan oleh semua pihak. Dan Salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam beralulintas dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa, dan cermin tingkat modernitas. Keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting, hal itu dapat ditunjukan dari Political Will pengguna lalu lintas, kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah.
Untuk diketahui Data jumlah lalu lintas diwilayah hukum Polda NTT berdasarkan aplikasi IRSMS (Integrated Road Safety Management System) yang dikelola Dit Lantas Polda NTT pada tahun 2020 sebanyak 1.125 kejadian, dengan korban meninggal dunia 393 orang, luka berat 412 orang, luka ringan 1.327 orang, dibandingkan tahun 2019 sebanyak 1.428 kejadian. terjadi penurunan jumlah laka sebesar 303 kejadian atau turun 21 persen.
Jumlah pelanggaran lalu lintas pada tahun 2020 sejumlah 23.047 pelanggaran dibandingkan tahun 2019 sejumlah 37.302 pelanggaran terjadi penurunan sejumlah 14. 255 pelanggaran atau menurun 61 persen.
Karena itu Dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcar Lantas ditengah pandemi Corona Virus Disease – 19 (Covid-19) Polri melaksanakan Operasi Kepolisian di tingkat Polda dan Polres dengan sandi Operasi “Zebra Ranakah-2021” yang dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 15 November sampai dengan 28 November 202, secara serentak di seluruh indonesia. Baca juga ; Bupati Canangkan Lembata Zero Stunting.
Operasi Zebra ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan persuasif serta humanis dalam rangka meingkatkan kepatuhan dan dispilin masyarakat dalam berlalulintas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dengan Sasaran operasi meliputi, segala bentuk potensi gangguan, ambag gangguan dan ganggua nyata yang dapat menghambat dan mengganggu kamseltibcar lantas serta penyebaran Covid-19.
Dengan berpedoman pada sasaran tersebut diatas, maka diharapkan operasi Zebra tahun ini dapat menekan jumlah korban Fatalitas Laka Lantas, meminimalisir kemacetan lalu lintas, meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap Prokes dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 serta terwujudnya Kamseltibcar lantas yang mantap.Kapolda meminta agar dalam pelaksanaan Deteksi Dini, penyelidkan dan pemetaan terhadap lokasi atau tempat yang rawan terhadap kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas serta lokasi penyebaran virus covid-19 diaamping itu juga dilakukan, pembinaan dan penyuluhan terhadap seluruh masyarakat tentang kamseltibcar lantas dan bahaya covid-19 berupa kegiatan sosialisasi, penyuluhan, melalui pemasangan spanduk, banner, baliho, penyebaran Leaflet, dan stiker serta melalui media cetak, media elektronik, dan media sosial dan Hindari tindakan kontraproduktif yang dapat meruasak citra Polri. Baca juga ; Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan Dan Fungsi Pengawasan Pembangunan Jalan APBN, Ruas Lewolein-Baja Lembata.
Harapan Kapolda agar pelaksanakan operasi zebra ini dilakukan dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat karena kita ingin, wujudkan Kamseltibcar lantas yang mantap dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan dengan demikian pelaksanaan operasi zebra 2021, dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat.

Share

15 thoughts on “Jelang Natal Dan Tahun Baru 2022, Polres Lembata Gelar Operasi Zebra Ranakah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *