Proyek Air Bersih WeiLa’in di Duga Syarat KKN, Masyarakat Berharap Polisi Dan Jaksa Periksa PPK dan Mantan Kadis PUPR Lembata.

Mediasurya.com,Lewoleba_ Proyek pengadaan air bersih weilain di desa Leubatan,kecamatan omesuri kian menyeruak, hal ini pulalah yang membuat masyarakat berharap APH baik Polres Lembata maupun Kejaksaan Negeri Lewoleba segera memanggil para pihak yang terlibat dalam proyek air bersih weilain, baik panitia,PPK juga mantan kadis PUPR untuk di dengar keterangan agar teka-teki terkait adanya dugaan korupsi bisa terbuka secara terang benderang.baca juga ; Masyarakat Minta Kejaksaan Negeri Lewoleba, Periksa Mantan Kadis PU Lembata Terkait Pembangunan Sarana Air Bersih WeiLa’in Kedang
Mantan Ketua Badko (Badan Koordinasi) HMI Jateng_DIY. Harsono M. Amin kepada media ini mengatakan, proyek weilain ini harusnya bisa menjadi jawaban atas kerinduan masyarkat Kedang akan air bersih.
Mantan ketua Badan Koordinasinasi Himpunan Mahasiswa Muslim Jateng,DIY Ini meminta agar aparat penegak hukum untuk bisa mengambil langkah bijak. Hukum harus menjadi panglima. Siapapun yang terlibat dalam dugaan korupsi proyek air bersih weilain harus di periksa.
Langkah ini menurut M Amin tepat agar tidak lagi ada fitna, dan saling curiga tentang dugaan korupsi. Baca juga ; ASN Kerja Bhakti Pasang Pipa, Bupati Lembata ; Bukti Pelayanan Kepada Masyarakat
Hal senada disampaikan Wakil presidium Gerakan Kemasrakatan PMKRI Cabang Kupang periode 202019/2020 Damaskus Lodolaleng saat diminta komentarnya oleh media ini (23/11/2021) melalui pesan singkat whatsup (wa) mengungkapkan bahwa, proyek dengan anggaran yang sangat besar ini, harusnya bisa bermanfaat untuk masyarakat Omesuri dan Buyasari namun, kenyatan sampai dengan saat ini masyarakat kedua kecamatan ini belum nikmati air tersebut.
Wakil presidium Gerakan Kemasrakatan PMKRI Cabang Kupang ini meminta agar, Pemda harus bertanggung jawab, jangan sampai proyek tersebut hanya di jadikan isu setiap kali mau hajatan politik. Sebagai orang muda pastinya pikirkan yang terbaik untuk daerah. saya berharap teman- teman karang taruna dan juga Pemuda di kedang bisa saling bagi informasi dan memberi dukungan untuk sama- sama kawal persoalan ini dengan baik. Dengan begitu uang negara yang telah dimanfaatkan jangan di sia-siakan tetapi harus di pertanggungjawabkan.
Baca juga ; Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan S.T.,M.I.P, Pantau Pilkades Serentak Di Lembata

Desakan ini juga datang dari ketua mawu (mahasiswa uyelewun) kupang kondradus kopaq L Wayan,saat di mintai komentarnya oleh media ini,melalu sambungan telepon seluler,
Dus sapaan akarap orang muda ini mengungkapkan bahwa persoalan dugaan KKN proyek air bersi weilain ini,telah bergulir pada tahun 2017 lalu dan sudah dilaporkan ke Kejati NTT, namun sampai saat ini belum ada kejelasan hukum. Padahal proyek besar ini pagunya melebihi proyek Jeti dan kolam renang apung yang kini telah memasuki ruang sidang.
Informasi yang ditulis media online sergapaNTT pada tanggal 22 November 2021, bahwa anggaran proyek ini telah mencapai 30 miliar lebih, angka yang sangat fantastis,tapi sayang proyek besar ini belum memberikan nilai manfaat bagi masyarakat kedang.
Saya baca di sergapntt, kabarnya mulai dari bupati, PPK,kadis pupr, kecipratan dana tersebut,termasuk mantan kadis pupr,Paskalis Ola tapobali,yang kini menjabat sekda Lembata, apa mungkin para pihak ini bisa dimintai keterangan?
Kami cukup heran mengapa, Persoalan yang telah menimbulkan tanda tanya bagi Kalayak umum,Di lembata ini belum tersentuh APH. Baca juga ;Warga asal NTT di Jakarta Demo Mabes Polri
Sekertaris HMILAYA ENDE,(himpunan mahasiswa Lamaholot jaya) Petrus Dedi Peuobuq memintai agar prsoalan ini segera direspon oleh APH , karna telah meresahkan masyarakat Lembata
Mahasiswa fakultas hukum UNIFLOR ENDE ini, mengharapkan lengkah konkrit APH,untuk segara memanggil dan memeriksa pihak- pihak yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini , dan segera menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab dalam dugaan kasus ini,agar tidak menjadi polemik dimasyarakat,sehingga asas kepastian hukum terpenuhi ungkap bung Dedi.

Share

5 thoughts on “Proyek Air Bersih WeiLa’in di Duga Syarat KKN, Masyarakat Berharap Polisi Dan Jaksa Periksa PPK dan Mantan Kadis PUPR Lembata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *