Mancing Di Bean, Pria Asal Medan Ditemukan Tak Bernyawa Di Pulau Lapang Alor, Keluarga Tolak Jenasah Di Otopsi

Mediasurya.com,Buyasuri_ Marihot Rambe, pria kelahiran Medan 50 tahun dan menetap di desa Atulaleng yang sejak Sabtu,4 Desember 2021 dicari keluarga setelah izin hendak mancing ikan di pantai waq puen desa Bean kecamatan Buyasuri tak kunjungi kembali hingga keluarga atas nama Haldun Sarabiti melaporkan ke Polsek Buyasuri Senin, 6desember 2021 pukul 8 pagi. Baca juga ; Pemda Lembata Hutang 7Miliar Lebih Ke BPJS
Dalam Laporan Haldun Sarabiti bahwa Maihot Rambe, keluar dari rumah pukul 17.00 WITA dan hendak mancing ikan di lokasi waq puen desa Bean kecamatan Buyasuri, karena hingga Minggu pagi, 5/12/2021 Maihot Rambe tak kunjung kembali, istri almarhum pun mulai mencari di tetangga, rumah keluarga korban namun karena tidak juga berhasil ditemukan, emas Sarabiti istri Maihot bersama warga setempat pun mulai melakukan pencarian di pantai waq puen hingga pukul 01.00 wita dan dilanjutkan melakukan pencarian pada hari Senin tanggal 06 Desember 2021. Setelah pencarian tak menemukan hasil keluarga melaporkan ke polsek dan sekitar puku 14.00 WITA, keluarga mendapat informasi bahwa, warga pulau lapang, kabupaten alor ada menemukan jenasah sosok seorang laki-laki di sekitar perairan pulau lapang.
Atas informasi tersebut keluarga Maihot Rambe pun Kemudian, berusaha mencari tahu lewat keluarga dan kenalan yang berada di pulau baranusa tentang kebenaran kabar tersebut, dan keluarga disampaikan bahwa benar telah ditemukan jenasah seorang laki-laki tanpa identitas di perairan pulau lapang dan Anggota polsek pantar barat polres Alor pun menuju TKP dan bersama warga di tkp terus berkoordinasi bersama keluarga Maihot untuk mengetahui secara pasti siapa sosok jenasah yang ditemukan tersebut. Baca juga ; Rapat Bersama BPJS, Thomas Ola “Tugas Pemerintah Mencarik Solusi Terhadap Kesehatan Warga Kurang Mampu”
Setelah di TKP anggota polsek pantar barat mulai melakukan identifikasi dan menemukan ciri jenasah tanpa identitas tersebut dan ternyata ciri yang disampaikan sesuai dengan ciri korban yang hilang, setelah keluarga memastikan bahwa korban yang ditemukan adalah Maihot Rambe jenasah dibawa menggunakan bodi nelayan pukul. 20.30 tiba di weirian dan langsung dilakukan visum oleh dokter di puskesmas weirian. Usai pemeriksaan dokter, korban langsung dibawah ke rumah duka desa Atulaleng kecamatan Buyasuri namun keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenasah.
Muhamad Al Gazali kelurga korban dalam surat pernyataan bermeterai menyatakan,menolak dilakukan otopsi terhadap jenasah dan tidak akan melakukan tuntutan hukum jika kemudian hari terdapat informasi atau bukti tindak pidana.(bpl/mst)

Share

10 thoughts on “Mancing Di Bean, Pria Asal Medan Ditemukan Tak Bernyawa Di Pulau Lapang Alor, Keluarga Tolak Jenasah Di Otopsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *