Warga Desa Mampir Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Pondok Kebun Di Awan, Buangbuto Desa Tobotani, Buyasuri.

Mediasurya.com,Kedang_ Laporan Warga terkait penemuan sosok mayat di pondok kebun petani, desa Tobotani kecamatan Buyasuri kabupten Lembata yang, dilaporan ke pihak berwajib langsung ditindaklanjuti dengan, mendatangi tempat kejadian perkara. Baca juga ; Dr. Thomas Ola Langoday Terima Surat Dari DPRD Lembata.
Selasa, (4/1/2022), KBO Reskrim Polres Lembata IPDA EDY SOPHIAN, S.H, bersama Aggota pidum an. AIPDA DAVID WIRTHA, AIPDA AMON JALLA, BRIPKA FRANS HENGKI YOGAR dan anggota Identifikasi BRIPKA ST.BERNARD KERAF, telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara ( TKP ) Penemuan Mayat di buangbuto Desa Tobotani Kec. Buyasuri Kab. Lembata.
Korban Yosep Ledo (60 tahun) warga desa mampir, yang adalah petani dan sering menginap di kebun ditemukan tak bernyawa oleh istri,anak dan menantu didalam pondok kebun milik almarhum.
Istri korban Theresia Tenan (54 tahun) dalam keterangannya menjelaskan bahwa, Almarhum ke kebun pada Hari Rabu tanggal 29 Desember 2021, Korban pergi ke kebun di awan, desa Tobotani, kec. Buyasuri, dan menginap di rumah kebun milik korban sendirian, dan barulah hari ini selasa tanggal 04 Januari 2022, saksi baru menyusul ke kebun bersama anak mantu atas nama CRISTOFORUS KONSTANTINUS DUA, dan anak kandung saksi atas nama MARIA INAQ, dan BRUNO UTUN menggunakan mobil penumpang. Baca juga ; Bupati Lembata Harapkan APH Ikut Mendampingi Dan Lakukan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Agar Sesuai Regulasi
sesampainya di cabang ke desa Tobotani saksi dan anak anak turun dan melanjutkan berjalan kaki dan saksi mendahului dan tiba di rumah kebun sekitar pukul 10.00 wita namun saksi melihat pintu rumah dalam keadaan tertutup dan pintu rumah diikat dengan tali dari dalam sehingga saksi berupaya mengelilingi rumah dan mengintip dari lubang lubang namun tidak melihat korban diatas tempat tidur dan baru lah korban merobek dinding bambu dan melihat ke tanah dan ternyata korban tertelungkup di tanah sehingga saksi segera membuka pintu dan masuk kedalam dan memegang sambil memanggil korban namun suhu bawan korban dalam keadaan dingin sehingga korban keluar dan memanggil anak mantu dan anak korban yang lain dan memberitahu segera datang lihat bapak ini, dan anak anak pun sampai dan melihat namun korban sudah meninggal sehingga anak mantu saksi langsung pergi memanggil tetangga kebun yang lain dan memberitahu keadaan korban dan akhirnya menelepon ke desa mampir memberitahukan kejadian itu.
Saksi menjelaskan bahwa saat saksi sampai dirumah kebun tersebut, rumah dalam keadaan tertutup dan pintu rumah diikat dengan tali dari dalam, Saksi menjelaskan bahwa tidak ada pintu lain lagi atau jendela untuk akses masuk atau keluar rumah kebun tersebut dan hanya pintu tunggal.
Saksi juga menjelaskan bahwa saat saksi sampai di rumah kebun tersebut dan mengetahui suami saksi sudah .meninggal saksi juga langsung memeriksa rumah sekitar namun tidak ada kerusakan pada dinding rumah atau atap.
Saksi menjelaskan bahwa Akhir Akhir ini saksi mengalami sakit darah tinggi, yang mana setiap kali mengikuti posyandu lansia korban selalu di tensi mengalami tekanan darah tinggi,
Saksi menerangkan bahwa selama hidup korban maupun keluarga yang lain tidak ada persoalan.
Anak korban Maria Inaq,(20 Tahun) dan Bruno Utun, (24 Tahun), dalam keterangan saksi menjelaskan, bahwa bapak mereka ke kebun sejak tanggal 29 Desember 2021, dan almarhum sudah biasa nginap di kebun. Baru tanggal 4 Januari 2022 bersama mama, saudara, dan ipar, suami dari Maria inaq anak korban mereka menyusul ke kebun. ketika turun dari mobil penumpang yang mengantar, mereka melanjutkan perjalanan ke kebun dengan jalan kaki namun mama, istri korban mendahului mereka karena mereka masih istirahat. Ketika mendengar teriakan mama dari dalam pondok mereka pun berlari menghampiri dan menemukan bapak mereka (korban) terkelungkup di tanah dalam pondok dengan badan yang sudah dingin.
Akan hal tersebut kemudian mereka ke pondok-pondok tetangga kebun terdekat menyampaikan keadaan bapaknya dan juga menelpoh ke ke desa Mampir.
Kedua anak korban mengatakan, selama ini baik korban maupun pihak keluarga tidak berselisih paham dengan siapapun. Tetapi beberapa waktu terkahir saat posyandu lansia diketahui bahwa bapak mereka mengalami tekanan darah tinggi. Baca juga ; Leonardus Lelo Ketua DPD Demokrat NTT, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Lembata, Tegak Lurus Keputusan DPP
Demikian pun Kristoforus Konstantinus Dua, (24 Tahun) menantu korban menjelaskan bahwa, benar pada hari Selasa tanggal 04 Januari 2022, saksi dan istri serta mama mantu dan ipar pergi ke kebun di Awan Desa Tobotani kec Buyasuri, dengan menggunakan mobil penumpang dan sesampainya di cabang dan turun melanjutkan dengan berjalan kaki ke rumah kebun di Awan, dan dalam perjalanan saksi dan istri saksi serta ipar saksi Masi istirahat dan mendengar mama saksi memanggil saksi agar segera ke rumah kebun karena bapak mantu berada ditanah dan dengan berlari saksi bersama sama istri dan ipar menuju rumah dan melihat posisi bapak mantu ( korban ) dalam keadaan tertelungkup ke tanah sehingga saksi berinisiatif untuk pergi memberitahu keadaan korban ke tetangga kebun dan menelepon ke desa mampir memberitahukan kejadian ini.
Saksi menjelaskan bahwa bapak mantu saksi menderita sakit hipertensi.
Saksi juga mengatakan bahwa, selama menikah dengan istri ( anak korban) saksi tidak pernah mendengar korban mempunyai masalah dengan orang lain.
Pihak Kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan Membawa korban ke Puskesmas Wairiang guna dilakukan pemeriksaan fisik luar (VER) oleh dokter.
Baca juga ; Pejabat Di Bawah Bupati Lembata, Tidak Teliti Atau Ada Niat Rusakin Citra Pemimpin Daerah?
Dari Hasil Olah TKP yang merupakan rumah/pondok kebun milik korban yang berdinding keneka dan beratap daun kelapa dengan ukuran 4x3m2 yang berlokasi di Buangbuto, Desa Tobotani, Kec. Buyasuri, Kab Lembata.terdapat 1 ( satu) buah tempat tidur( bale-bale) yang terbuat dari kayu dan keneka dan diatas tempat tidur terdapat 3 (tiga) buah bantal kepala. terdapat 1( satu) buah tiang penyangga rumah /pondok di dekat tempat tidur ( bale-bale). Namun TKP sudah tidak utuh, karena korban sudah diangkat terlebih dahulu oleh pihak keluarga korban.
Pihak kepolisian juga menemukan dalam pondok/rumah kebun bekas darah diatas tanah dekat tiang penyangga rumah/pondok. ditemukan 1 (satu) buah tali nilon ukuran pendek berwarna biru bekas dipotong didekat pintu masuk pondok/rumah yang diduga tali nilon tersebut digunakan oleh korban untuk mengikat pintu dari dalam pondok, kemudian saat datangnya saksi Theresia Tenan dan melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia maka saksi Theresia Tenan membuka pintu pondok/rumah dengan cara memotong tali nilon tetsebut dengan menggunakan pisau.
Dan dari hasil Pemeriksaan Fisik/ Visum oleh Dokter Puskesmas Buyasuri, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Keluarga korban menerima kematian korban sebagai ajalnya dan menolak untuk dilakukan otopsy maka keluarga korban bersedia untuk membuat surat pernyataan penolakan di otopsy. Keluarga korban berjanji di kemudian hari tidak akan pernah mempersoalkan kematian korban.
Dan diduga kuat korban mengalami serangan jantung karena selama ini korban mengidap penyakit hipertensi.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *