Komunitas Adat Leragere, Gelar Ritual Adat “Lou Tiwa” Upacara Pembersihan Diri Dan Wabah Penyakit.

Mediasurya.com,Lebatukan_Riuh Sare Dame, dalam semarak Explorasi Budaya Lembata, mendapat respon positif oleh masyarakat adat, demikian pun antusiasisme yang ditunjukan oleh 10 Komunitas Adat di Lodotodokowa kecamatan Lebatukan. Baca juga ; Explorasi Budaya Lembata Di Mulai, Bupati ; “Semoga Kedepan Kita Miliki Policy Brief Dari Sisi Budaya”

Ritual Lou Tiwa dalam keyakinan komunitas adat yang mendiami puncak leragere di artikan sebagai acara pembersihan pun di gelar, Sabtu (12/02/2022) di Desa Lodotodokowa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.


Ritual Adat Lou tiwa merupakan ritual pembersihan terhadap semua sakit penyakit termasuk pembersihan terhadap hama tanaman, ujar salah satu tokoh adat desa Lodotodokowa. Baca juga ; Ama Raya ; “Kita Minta Polda Dan Kejati NTT Bantu Awasi Pemanfaatan Dana Explorasi Budaya Lembata Yang Bersumber Dari APBD”

“Ritual ini memang khusus dimaksudkan untuk pembersihan terhadap semua wabah penyakit termasuk hama tanaman, sebab beberapa waktu lalu kami khususnya masyarakat ada Desa Lodotodokowa melakukan ritual ini untuk membersihkan wabah penyakit yang sekarang melanda dunia yaitu Covid-19, jadi ritual ini perlu dilakukan,” Ungkap Yan Laga.

Ritual adat Lou Tiwa ini biasanya hanya dilakukan di tempat yang sudah jadi tradisi turun temurun dengan mengucapkan bahasa mantra atau bahasa adat dari masyarakat adat Leragere dan membuangnya ke Laut. Baca juga ; Pungut 500 Ribu Per Satuan Pendidikan Untuk, Seminar Budaya Dan Pekan Seni Budaya Lembata, Masyarakat Pertanyakan Kurang kah Anggaran 2.4 Miliar Untuk Explorasi Budaya?

“Ritual ini warisan nenek moyang. Dulu sesuai penuturan dilakukan

untuk membersihkan semua wabah penyakit termasuk wabah penyakit hama tanaman, Dan dimaksud untuk memohon perlindungan untuk hari – hari mendatang.” Jelas Yan Laga

Sementara itu, Camat Lebatukan ,Moses Museng, S.Sos menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi budaya Lembata akan terus menggali budaya adat di Lembata untuk ditampilkan. Baca juga ;
Sare Dame, Ekplorasi Budaya Lembata, Hidup Selaras Alam .

Moses Museng juga mengungkapkan, Ritual Adat yang ditampilkan ini memang perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat .
“Kami bersama para komunitas adat ini mencoba menggali dan mengeksplore budaya adat yang ada sehingga kita semua menyadari pentingnya peran budaya dalam kehidupan bermasyarakat dan juga dalam kehidupan kita sebagai manusia, karena adat istiadat mengajarkan tentang tata krama dan mengajarkan bagaimana menghargai keputusa Tuhan, Alam dan juga sesama,” Ungkap Camat Lebatukan Moses Museng. Baca juga ; Kematian Agustinus Leyong Tolok, Terindikasi Kuat Dugaan Tindak Pidana, Ungkap Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke.

Adapun Kegiatan Eksplorasi Budaya Lembata ini akan berlangsung (07/03/2022) ini akan digelar di 2 tempat untuk Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata yakni Etnis Lamatuka di Desa Banitobo dengan Ritual Adat “Gwale Lolon” yg terjadi pada, Kamis (10/02/2022) dan hari ini untuk etnis Leragere di Desa Lodotodokowa dengan Ritual Adat “Lou Tiwa”.(**).

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

2 komentar pada “Komunitas Adat Leragere, Gelar Ritual Adat “Lou Tiwa” Upacara Pembersihan Diri Dan Wabah Penyakit.

  • 17 Juni 2022 pada 9:24 pm
    Permalink

    I like what you guys are usually up too. This kind of clever work and exposure! Keep up the awesome works guys I’ve included you guys to my own blogroll.

    Balas
  • 21 Juni 2022 pada 11:27 pm
    Permalink

    Generally I don’t learn article on blogs, but I would like to say that this write-up very compelled me to take a look at and do so! Your writing style has been surprised me. Thanks, very great article.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.