Pelaksanaan Explorasi Budaya Lembata Di Lewoulun, LSM Barakat Bicara Soal Mangrove, Trumbu Karang Dan Lamun

MEDIA SURYA–
Senin, 28 Februari 2022
Ada tiga mintakel di laut yang patut dilindung dan menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga yakni, mangrov, terumbu karang dan lamun. Baca juga ; Peneliti Australia Dalami Kekayaan Pangan Tradisional dan Tumbuhan Herbal di NTT
Berita Lain ; Ritual Iu Uhe Bei Ara : Memberi Makan Alam
Rekonsiliasi Dengan Alam, Bupati Lembata Bersama Alumni Ammapai Kupang Tanam Pohon Keliling Gunung Ile Ape

Mediasurya.com,Ileape,Lembata_ Petrus Pulang Peneliti Lingkungan LSM Barakat dalam kegiatan sare dame/explorasi budaya Lembata dihadapan warga Ile Ape di Desa Dulitukan mengatakan, bahwa mangrove dan terumbu karang hampir seluruh Lembata telah rusak dan ini yang mempengaruhi kelangkaan ikan. Baca juga ; Rapat Bersama BPJS, Thomas Ola “Tugas Pemerintah Mencarik Solusi Terhadap Kesehatan Warga Kurang Mampu”

Selain itu yang lebih parah adalah mangrove kita juga dirusak padahal mangrove menjadi instrumen penting karena, menahan intrusi air laut juga menjadi penahan bagi bahan kimia yang dibawah ke laut.

Sebelumnya Benediktus Bedil direktur LSM Barakat yang kini fokus memberikan perhatian pada perubahan iklim menjelaskan bahwa, Bumi bukalah warisan nenek moyang tapi pinjaman dari anak cucu karena itu harus kita jaga dan kelola dengan tangungjawab.

Pembukaan Muro yang telah ditutup 30 tahun di Lewoulun yang terdiri dari lima Desa yakni, Dulitukan , tagawiti, beutaran ,palilolon, dan kolipadan pada kegiatan explorasi budaya Lembata dengan mengakat kearifan lokal “muro” adalah hal positif yang patut di dukung.

Dari aspek perubahan iklim, direktur Barakat Benediktus Bedil Pureklolon menggambarkan, laut kita harus dijaga setelah buka muro tadi kita lihat seperti lapangan, bawah laut kita telah rusak. Terumbu Karang nyaris tidak ada, lamun kita berkurang jauh, demikian juga mangrove kita. Tugas kita adalah mengembalikan kondisi alam kita karena dengan mangrove lamun kita akan ada lagi,ikan kita yang dulu berlimpah akan kembali.

Bedil mengatakan mangrove Dapat menahan arus air laut yang dapat mengikis daratan pantai, juga sebagai Penyerap gas karbon dioksida dan penghasil oksigen dan Tempat hidup biota laut seperti ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan karenanya tradisi muro/Badu sedapat mungkin dijaga sebagai upaya kita menjaga kawasan hutan mangrove dan laut kita.

Bence demikian direktur LsM Barakat ini disapa Laut adalah layanan alam, Tuhan menciptakan untuk semua karenanya dijaga agar bermanfaat berkelanjutan. Muro/Badu yang dibuka dan ditutup secara adat Ini, harus terus dilestarikan.

Barakat dalam pendekatan dengan masyarakat pun tidak dengan cara sosialisasi tapi berbagi pengetahuan tentang mangrove, ikan dan hewan laut. Urai Bence

Lebih jauh direktur Barakat ini mengatakanMisalnya kami menjelaskan soal ikan napolion itu berperan memakan duri babi,atau kima jangan diambil habis karena kima bertugas membersihkan laut.

Bos lSm Barakat ini mengkisahkan, pihaknya sampai mendatangkan ahli dari Manado untuk melakukan survei ekologi tempat bank ikan atau lokasi ikan berkembang biak di teluk yang ada di Ile ape,Ile ape timur dan lebatukan.

Syukur bahwa saat ini gubernur telah mengeluarkan SK pencadangan nomor 1 tahun 1992 dan kementrian perikanan dan kelautan juga telah mengeluarkan SK nomor 95 tahun 2021 tentang muro

Sementara Petrus pulang kepala bidang lingkungan LSM Barakat memberikan apresiasi kepada lima desa yang tergabung dalam Lewoulun yang memiliki metode menjaga ekologi alam.

Petrus berharap kedepan ada keberpihakan anggaran menghadapi perubahan iklim mungkin dengan penanaman trumbu karang buatan, atau konservasi mangrove sehingga kita bersama bisa mengembalikan keasrihan pulau Lembata dalam semangat explorasi Budaya Lembata/sare dame. (SL/mst)

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

One thought on “Pelaksanaan Explorasi Budaya Lembata Di Lewoulun, LSM Barakat Bicara Soal Mangrove, Trumbu Karang Dan Lamun

  • 17 Juni 2022 pada 9:56 pm
    Permalink

    Hello just wanted to give you a quick heads up. The words in your article seem to be running off the screen in Safari. I’m not sure if this is a format issue or something to do with internet browser compatibility but I thought I’d post to let you know. The layout look great though! Hope you get the problem fixed soon. Cheers

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.