Covid 19 Meningkat, Perayaan Semana Santa Di Larantuka Tahun 2022, Tidak Dilaksanakan.

Mediasurya.com, Larantuka,Flotim,NTT _ Semana Santa merupakan tradisi perayaan Paskah yang dilakukan oleh umat Katolik di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga ; Keuskupan Larantuka Dan Pewaris Kerajaan Sepakat, Batalkan Prosesi Jumad Agung Tahun 2020.

Kodim 1624/Flotim, Pastikan Menjadi Garda Terdepan Memberi Rasa Nyaman Bagi Umat Nasrani Rayakan Pesta Paskah.

Sesuai dengan namanya yang berasal dari Bahasa Portugis, Semana Santa yang berarti pekan suci, tradisi Paskah ini dilakukan selama satu minggu menjelang Paskah. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan umat Katolik di Larantuka saja, tapi juga menjadi kegiatan budaya dan pariwisata Nusa Tenggara Timur dan kerap dihadiri oleh berbagai wisatawan Katolik dari berbagai kota lainnya di Indonesia bahkan dari negara-negara lain.

Tradisi Semana Santa sudah ada sejak kurang lebih 500 tahun lalu, tepatnya sejak Portugis masuk Indonesia dan membawa agama Katolik beserta warisan tradisinya. Pengaruh Portugis memang sangat kuat bagi keagamaan umat Katolik di Larantuka. Bahkan hingga kini beberapa bagian dari tradisi Semana Santa, seperti doa dan nyanyian masih menggunakan Bahasa Portugis Kuno.

Semana Santa memiliki serangkaian ritual dimulai dari Minggu Palma, Rabu Trewa atau Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Halleluya atau Minggu Paskah.

Namun demikian sejak merebaknya covid 19, para pihak baik raja Larantuka, pemerintah Flotim dan Keuskupan memutuskan meniadakn Titus agama katolik di Larantuka.

Meningkatnya penyebaran covid 19 yang dapat berdampak besar pada kehidupan masyarakat dan umut sehingga Keuskupan Larantuka memutuskan untuk meniadakan perayaan Devosional Semana Santa Di Tahun 2022.

Hal ini disampaikan melalui surat keputusan nomor KL 168/ V.I/III/2022 yang ditandatangani oleh uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung(18/03).

Surat tersebut ditujukan kepada para pastor, biarawan biarawati, dan seluruh umat keuskupan Larantuka.

Baca juga ; Anggaran Stimulan Terdampak Bencana BNPB Untuk Lembata Terancam Gagal Dikucurkan.

Proyek Pembanguna Fasilitas Air Bersih Weilain, Kecamatan Omesuri Lembata Tak Rampung, Siapa Bakal Ke Bui?

Keputusan keuskupan juga menyatakan bahwa tidak adanya kegiatan prosesi Jumat Agung dan prosesi Alleluya di Larantuka, Konga, dan Wureh pada tahun ini.

Kegiatan keagamaan umat Katolik ini di tiadakan karena kondisi pandemi dan meningkatnya jumlah yang terpapar covid-19.

Keputusan ini di buat demi kesehatan dan keselamatan seluruh warga yang biasa mengikuti perayaan Semana Santa.

Keuskupan Larantuka juga mengingatkan bahwa kita yang berada di wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata masih berada dalam PPKM level 3.

Nonton Juga ; https://youtu.be/H_8UWFePsSA

Keuskupan Larantuka berharap di dalam situasi saat ini menghendaki kita semua bekerjasama untuk mengatasi pandemi covid-19.

Disampaikan bahwa perayaan liturgi pekan suci di gereja tetap dirayakan seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker mencuci tangan, menjaga jarak, dan memperhatikan jumlah umat di dalam ruangan gereja yakni 50% dari kapasitas yang seharusnya.(mst)

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Covid 19 Meningkat, Perayaan Semana Santa Di Larantuka Tahun 2022, Tidak Dilaksanakan.

  1. Terrific paintings! That is the kind of information that are supposed to be shared across the net. Disgrace on Google for now not positioning this post higher! Come on over and talk over with my website . Thanks =)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.