Agus Boli Beri Ilmu Managemen Organisasi modern dan Kepemimpinan Transformatif di WKRI

MEDIASURYA.COM,LARANTUKA || Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia Paroki Sanjuan Larantuka Ursula Uba Tupen mengaku sangat berbahagia ketika bertemu dan berdialog dengan Ketua Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur, Agustinus Payong Boli,SH,MH,M.IP di Gereja Sanjuan Lebao karena, mendapatkan penguatan Ilmu keorganisasian dan gerakan bersama untuk membangun gereja, Lewotana dan Negara.

Baca juga ; Dandim 1624/Flotim Cek Lokasi Pembangunan Pompa Hidram.

Mobil Ambulance Puskesmas Tanjung Bunga Tabrak Warga Hingga Tewas, Supir Telah Diamankan Di Polres Flotim

Ursula mengatakan organisasi WKRI selama ini terkesan hanya bergerak dalam kegiatan kerohanian semata, sedangkan dalam bidang sosial masih kurang.Karena itu setelah berdialog dengan Agus Boli ketua Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur, banyak ilmu pengetahuan yang di dapatkan dalam managemen organisasi modern sehingga ke depan WKRI perkuat misi Sosial Ekonomi berupa kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Wanita Katolik dalam rumah tangga bersama Koperasi Nasional, Sosial Budaya berupa pelestarian budaya Lamoholot, sosial Caritatif berupa bantuan kemanusiaan dan Sosial kepemimpinan berupa latihan Kepemimpinan untuk wanita Katolik muda agar bisa menjadi pemimpin hari depan.

Untuk di ketahui Kegiatan perdana WKRI San Juan perdana hari ini selasa 19 Juli 2022 adalah seminar Moderasi Beragama dalam merawat Kebhinekaan di Aula Sanjuan Lebao di perkirakan undangan ratusan orang dari tiket yang terjual.

“Kami WKRI sangat senang mendapat banyak ilmu managemen organisasi modern dan Kepemimpinan Transformatif dari pak Agus Boli, ketua Pemuda Katolik NTT dan kami sudah bersepakat ke depan akan ada MoU antara WKRI dan pemuda Katolik untuk program kegiatan tadi”,demikian tegas ibu Ursula.

Secara terpisah, Agustinus Payong Boli,SH,MH,M.IP ketua Pemuda Katolik NTT yang juga adalah Wakil Bupati Flores Timur 2017-2022 membenarkan rencana itu dan siap berbagi program dengan WKRI.

“Organisasi yang bernapaskan Spiritual Iman tidak berarti programnya Religius Oriented melulu, tapi karena ini adalah ormas maka perlu juga Social Oriented karena endingnya adalah kita bekerja untuk Gereja dan Negara artinya dengan spirit Hukum Cinta kasih Gereja, kita melayani Bangsa dan negara tanpa bedakan suku, agama dan Ras. Spirit Gereja hanya jalan menunuju kerja-kerja pelayanan tanpa lelah”,
Demikian kata Agus Boli

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.