22 April 2023

Kapolres Dan Penjabat Bupati Lembata, Temukan BBM Tak Bersegel Saat Sidak Tengah Malam

Mediasurya.com – Kapolres Lembata AKBP Dr. Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos., M.Ikom terus memberi efek kejut bagi masyarakat Lembata. Kemarin malam sekitar Pkl. 23.00 Wita atau jam sebelas malam bersama tim dari Polres lakukan inspeksi mendadak (sidak) di pelabuhan laut Lewoleba, Rabu (19/4).

Baca juga ; Penjabat Bupati Minta Satgas Dan Pengendalian BBM Pantau POM Mini Di Lembata

Tiba di Lembata, AKBP Vivick Tjangkung Langsung Sidak Antrian Kendaraan di APMS PT Hikam Lewoleba

Sidak di pelabuhan ini, dilakukan dalam rangka pengawasan dan pengendalian BBM di Kabupaten Lembata, yang kerap kali fluktuatif persoalannya dan sering dicurigai menjadi salah satu pintu masuk mafia BBM di Lembata. Namun demikian, AKBP Vivick Tjangkung saat itu memberikan pernyataan bahwa sidak ini bukan sesuatu yang luar biasa. Ini hanya lebih pada tindakan preventif guna pengamanan stok BBM.

Vivick menjelaskan, ini hanya pengecekan untuk memastikan keamanan dan ketersediaan pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga Depot Maumere, Flores ke Lembata berjalan sesuai dokumen kapal dan juga tiba di tangki benam SPBU secara aman.

Karena itu, setelah menyaksikan proses pembongkaran BBM bersama Bupati Jawa, ia kemudian perintahkan Kepala Satuan Intelkam Polres Lembata, Ipda Yonathan Palinggi untuk mengawal mobil tangki menuju SPBU Balauring, Kecamatan Omesuri.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan suplai BBM tiba di tempat dengan aman dan tidak terjadi penyelewengan saat pendistribusian. Ia berharap langkah preventif yang diambilnya ini dapat membatu mengurai persoalan yang kerap kali dikeluhkan masyarakat Lembata.

Pelaksanaan sidak di malam itu, Vivick ditemani oleh Bupati Lembata Marsianus Jawa bersama Kasat Reskrim, I Wayan Pasek Sujana, Kepala Satuan Intelkam Polres Lembata Ipda Yonathan Palinggi, Plt. Kadis Perhubungan, Apol Mayan dan juga Camat Nubatukan, Yosep Dionisius Ola.

Hasil operasi sidak kali ini tentu akan dievaluasi namun masyarakat Lembata percaya bahwa ada oknum mafia BBM yang masih bermain di lahan basa ini. Entah itu politisi, oknum keamanan ataupun pihak lain, diyakini masyarakat Lembata, pasti ada. Hanya saja, mafia-mafia ini terlalu pandai untuk bermetamorfosa seperti bunglon.

Menurut publik, karena sepak terjang AKBP Vivick Tjangkung begitu tegas dan responsif, maka demi pengamanan diri dan menunggu situasi kembali tenang, pelaku-pelaku mafia BBM ini berupaya tidak keluar. Diyakini oleh publik Lembata, apabila kondisi kembali normal, para mafia BBM ini pasti kembali beroperasi. Hal ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat Lembata, ujar salah seorang warga Lewoleba yang tidak mau namanya dipublikasikan.

“Saya rasa pola kerja seperti ini perlu ditingkatkan untuk efek kejut kepada mereka. Dan siapapun warga yang mengetahui permainan oknum mafia BBM itu, kalau ada bukti segera dilaporkan guna penindakan. Karena saya yakin dengan kehadiran Kapolres baru ini, sepanjang memiliki satu alat bukti, laporan kita pasti ditindaklanjuti,” ujar orang itu menambahkan.

Pada sidak ini, selain melihat proses pembongkaran BBM dari drum ke mobil tangki, Kapolres bersama Bupati dan timnya juga sempat mengecek dokumen perjalan kapal dari Larantuka menuju Lewoleba.

Dari hasil pemeriksaan sesaat, diperoleh informasi dan gambaran khusus menyangkut jenis BBM yang diangkut dengan besaran volumenya. Pada dokumen Surat Pengantar Pengiriman, tertera nama kapal, tujuan Lewoleba dengan masing-masing agen penerima, yakni pertama, PT Hikam dengan tujuan SPBU Lamahora, Kecamatan Nubatukan. Jenis produksi, Kerosine atau Minyak Tanah, Biosolar B35 dan Pertamax.

Kedua, PT. Perusahaan Listrik Negara, dengan tujuan PLTD Lamahora, Kecamatan Ile Ape. Jenis produksi, Biosolar B35. Ketiga, PT. Satu Lembata Development, tujuan SPBU Balauring, Kecamatan Omesuri. Jenis produksi, Biosolar B35 dan Pertamax.

Adapun kapal pengangkut, menggunakan KM Lembata Jaya, dengan volume muatan: Pertamax 15 KL, Biosolar 5 KL, Kerosine atau Minyak Tanah 10 KL. Sehingga total BBM yang diangkut KM Lembata Jaya sebanyak 30 KL. Sementara manifest pada KM Trans Floreti 3, volume muatan: Solar 37 ton dan Pertamax 5 ton.

Bupati ketika menyaksikan proses bongkar muat BBM, ia sempat melihat ada perbedaan antara minyak bersegel dan tidak bersegel. BBM Solar miliar PT PLN yang di tangki, terlihat bersegel, sementara BBM untuk SPBU menggunakan drum tidak disegel. Ini menimbulkan kecurigaan, ada apa sebenarnya.

Terhadap hal ini, orang nomor satu di Lembata itu kemudian berujar bahwa hal seperti ini tidak benar. Seharusnya semua bersegel. Entah itu menggunakan drum ataupun tangki, entah itu minyak milik PLN ataupun APMS seharusnya bersegel. Kalau seperti ini keadaannya, akan menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

Oknum-oknum akan dengan mudah bisa bermain karena produksinya tidak disegel, gampang dibuka. Kasihan masyarakat, bila terjadi kebocoran karena ulah mafia BBM. Ujung-ujungnya masyarakat kecil yang menjadi korban. Lihat saja, kenyataannya masyarakat menderita selama bertahun-tahun.

“Berarti ada sesuatu di sini. Kenapa PLN mau disegel, karena dia meyakini kalau disegel dia pasti aman,” ungkap Bupati menjelaskan kepada Kapolres Lembata.



Bupati mencurigai ada sesuatu yang terjadi selama bertahun-tahun disini. Dengan melihat kejanggalan ini, ia meyakini pasti ada permainan BBM dari pihak-pihak tertentu sehingga persoalan dari tahun ke tahun tidak dapat terselesaikan. (baoon)

Satu tanggapan untuk “Kapolres Dan Penjabat Bupati Lembata, Temukan BBM Tak Bersegel Saat Sidak Tengah Malam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *