Mediasurya.com, Lembata || Kunjungan kerja sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek peningkatan infrastruktur jalan yang memanfaatkan dana pinjaman PEN, Anggota DPRD Lembata tidak menemui satu pun kontraktor atau pihak yang bertanggungjawab atas pekerjaan dilapangan.

Baca juga ; Anggota Fraksi Partai Demokrat Lembata Minta, Pemda Lakukan Pengawasan Melekat Terhadap Pelaksanaan Proyek PEN.

Sekda Jadi Tersangka, Warga Lewoleba Berikan Apresiasi Atas Kerja Tim Kejaksaan Negeri Larantuka.

Paulus Toon Langotuka Anggota Fraksi Partai Demokrat Lembata usai melakukan pengawasan terhadap peroyek dalam kota Lewoleba mengatakan, saat pihaknya tiba dilokasi, tidak ada satupun kontraktor atau pihak penanggungjawab proyek ada di lapangan.

“Kami berharap pihak ketiga juga ada dilapangan sehingga bisa menjelaskan kepada kami hal-hal yang dalam pantauan kami kurang beres. Kami tiba hanya didampingi oleh pihak dinas, tentu yang dijelaskan dengan versi instansi teknis, lalu dimana kontraktornya?” Tanya Frit.

Kalau situasi begini kami patut menduga, ada sesuatu yang disembunyikan atau bahkan ada yang tidak beres dalam pekerjaan atau hal teknis maupun administrasinya.

“Saya harap jangan ada pihak yang coba main-main dengan pekerjaan ini. Ingat yang kita gunakan ini uang hasil pinjaman daerah Lembata yang akan dicicil selama delapan tahun apbd. Ujar Tukan tegas.

Frit Tukan kepada media ini, (Senin, 18/10/2022) mengatakan, Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan utang Pemda Lembata kepada pemerintah pusat yang harus dicicil setiap tahun karena itu semua proyek dengan Dana PeN Harus dilaksanakan dengan penuh tangungjawab

“Pelaksanaan proyek bertangungjawab terhadap ribu ratu,Lewotanah,leuauq Lembata karena itu, kerjalah sesuai perencanaan yang telah dibuat” tegas Langotukan.

“Kami lakukan kunjungan kerja untuk, melakukan pengawasan terhadap pekat pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan yang memanfaatkan dana pinjaman PEN. dan banyak temuan lapangan yang kami minta untuk diperhatikan, dan segera dibenahi Ujar Langotukan.

Kami di komisi dua lakukan kunjungan dibeberapa titik proyek dan ada temuan. Misalkan pada paket pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan pada ruas jalan trans Lembata segmen, samping timur rumah jabatan pimpinan DPRD menuju Gereja St.Fransiakus Asisi Lamahora.

Baca juga ; Ama Raya Pengacara Muda, Ajak Masyarakat Untuk Tidak Takut Hadapi Debt Colektor

Ama Raya, Pengacara Muda Lembata Minta Pemda Flotim Agar Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat NTT, Khususnya Lembata Dan Panitia ETMC 2022

Saya kira perencanaan pembangun tidak matang pasalnya proyek yang dikerjakan oleh, CV. Floresta dengan direktur Yulius Budiono ini tidk dilengkapi dengan bahu jalan di sisi kiri dan kanan jalan. saat kami tanya dijelaskan bahwa tidak ada anggaran untuk bahu jalan? Inikan aneh, bagaimana mungkin bangun jalan tanpa ada bahu jalan. Hal ini kemudian diperparah dengan aspal dibibir jalan yang diragukan kualitasnya. Secara kasat mata kita kita sudah bisa tahu kualitasnya kurang meyakinkan. Karena kalau diinjak atau ada kendaraan parkir bisa langsung jebol. Saran kami sebaiknya ada pemadatan juga dibibir jalan.


“PPK atau tenaga teknis maupun Dinas Teknis harus memperhatikan juga soal draenase dikiri kanan jalan karena kalau tidak maka saat hujan begini msyarakat akan dibuat susah sebab akan ada kenangan air di mana mana ujar Frit.

Anggota Fraksi Demokrat ini juga, menyoroti soal ruas jalan pasar Lamahora Menuju RSUD, segmen Pasar Lamahora Rumah Jabatan Bupati Lembata, yang dikerjakan oleh CV. ikan Paus dengan direktur Kristoforus Y. Ndande.

“Pasangan talut pengaman jalan yang dibangun di kiri kanan jalan, pun kualitiasnya diragukan. Pasalnya, campuran untuk membuat talut diduga asal lempar saja seperti tukang plaster rumah. Pasangan baru itu campuran tidak dipasang secar baik hanya asal lempar seperti plester. Dalam campuran kosong. Memang tampak bagus tapi saat lakukan pengawasan kita duga kualitas bahu jalan diragukan. Pasangan baru itu campuran tidak dipasang secar baik hanya asal lempar seperti plester. Sepertinya isi Dalam campuran kosong.

Juga ruas jalan cwc segmen samping pegadaian ruas rumah bapak Yance manuk menuju jalan lasitarda dengan pelaksana pekerjaan dan penagungjawab CV. Gasindo (Mathias Yohnes Beda) tidak ada parit pembuangan kiri kanan jalan karena itu jika banjir maka masyarakat jadi korban. Kedepan harus diperhatikan jalur air kalau tIdak maka masyarakat akan sengsara karena banjir mengenang di mana-mana **

By mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

One thought on “Anggota DPRD Lembata Tiba Di Lokasi Proyek, Kontraktor Menghilang. Ada Apa?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *