Benang Kusut BBM Di Lembata, Pemda Seakan Tak Berdaya

Mediasurya com, Lembata || Persoalan Kelangkaan Bahan Bakar minyak (BBM) di kabupaten Lembata serupa benang Kusut yang teramat sulit diurai, beberapa hari terakhir menjadi kisah Pilu yang terjadi di kabupaten kepulauan ini. Masyarakat mengeluh, Pemda seakan tak berdaya. Ada apa?

Baca juga ; Harga BBM Resmi Naik, Berikut Daftar Harga BBM Seluruh Indonesia

Ketua DPRD Flotim Robertus Rebon Kreta,S.Pd “Kabag Ekonomi Harus Jujur Ke Masyarakat Flotim, Siapa Pemilik Kapal Pengangkut BBM”

Terkait Kecelakaan Kapal Pengangkut BBM, Linda Mentero ; “Saya Tidak Tahu Dan Tidak Bertanggungjawab”

Spekulasi tentang kemana BBM yang harusnya bisa dengan mudah di dapat masyarakat? Mungkinkah ada pihak yang menimbun dan memperjual kembali di luar ketentuan?

Bagi Masyarakat Lembata Kelangkaan BBM di Lembata ini, jadi lelucon baru, dan penuh teka teki. Antrian panjang di SPBU setiap hari tapi yang lucu adalah penjual eceran di pinggir jalan sepih tidak ada bensin botol yang biasa di jual. Kemana semua bensin itu. Jika kondisi ini tetap tidak terkendali.maka aktifitas publik akan lumpuh tulisan seorang warga Lewoleba yang dikirim ke redaksi media ini.

Eduardus salah satu warga Lewoleba kepada media ini mempertanyakan, apakah kelangkaan BBM di Lembata ini punya keterkaitan dengan dengan isu akan naiknya harga BBM Atau..?

Edu mengatakan, Mungkin bisa ditelusuri apakah kenaikan harga ini punya keterkaitan dengan langka nya BBM di Lembata? Menurut saya Harga tidak berkorelasi dengan langka nya BBM di Lembata.

Setiap kali BBM langka maka ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan, Apakah kuota untuk Lembata berkurang atau ketersediaan di pangkalan/depo yang berkurang? Ini harus cek ke Maumere untuk mengetahui apakah suplay dari sananya yang berkurang.

Yang kedua apakah ada masalah dalam distribusi BBM dari depo Maumere ke Lembata. (Mobil tangki dari Maumere ke larantuka atau kapal minyak dari larantuka ke Lewoleba) dan Jika kedua hal di atas tidak ada masalah (normal saja) maka, yang berikut ditelusuri adalah gudang minyak dan menajemen penjualan di lewoleba. Jangan sampe ada kebocoran (minyak bersubsidi yang mestinya dijual kepada masyarakat tapi dijual ke bukan sasaran . Mungkin juga ada pihak yang melakukan penyelundupan ke luar daerah atau dijual ke pengusaha untuk kepentingan industri. Mungkin juga termasuk yang antre untuk jual lagi.

Hingga berita ini diturunkan pemerintah daerah kabupaten Lembata belum berhasil di konfirmasi. Semua seakan diam. Ada apa dengan pemda Lembata?

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *