Benarkah Tim Sepak Bola Lembata, “Persebata” Terancam Gagal Berlaga Di Rumah Sendiri?

MEDIASURYA.com, Lembata || Polemik internal manajemen Persebata tim kesayangan masyarakat Lembata yang kini menjadi tuan rumah Pegelaran El tari memorial cup (ETMC), liga tiga NTT tersiar ke publik.

Baca juga ; Penjabat Bupati Lembata ; “ETMC Sarana Pupuk Persaudaraan & Memicu Geliat Ekonomi Masyarakat”

Launching ETMC Lembata, Tepat Di 57 Tahun Ulang Tahun Marsianus Jawa Penjabat Bupati Lembata

Ada informasi beredar bahwa silang pendapat antara Pelatih Kepala Mahura Hali Betekeneng mantan Punggawa Persebaya Surabaya, dengan Askab terjadi disebabkan beberapa hal diantaranya soal pelatih kepala yang membawa serta 7 Pemain dari luar NTT padahal Lembata punya stok pemain yang cukup dan siap memperkuat Persebata dalam turnamen etmc disamping itu aturan liga tiga NTT, hanya membolehkan 5 Pemain dari luar NTT dengan catatan tiga orang bermain dan dua cadangan.

Hal lain yang juga menjadi pergunjingan adalah terkait, asisten pelatih dimana askap Lembata telah menetapkan tiga asisten pelatih untuk mendampingi pelatih kepala tapi Pelatih kepala Persebata membawa serta satu orang asisten pelatih dari luar Lembata.

Ketua Askap Kabupaten Lembata, Linus Beseng dikonfirmasi media ini melalui Sabungan seluler HP (17/8/2022) membenarkan bahwa pelatih kepala membawa tujuh orang pemain meskipun secara aturan kita hanya bisa ambil 5 orang, juga satu asisten padahal askap siapkan tiga orang dan hingga saat ini pelatih kepala masih bertahan dengan apa yang dirinya mau, tapi manajemen Punya aturan dan berpegang pada regulasi urai mantan anggota DPRD Lembata ini.

Beseng mengatakan, saat ini sedang dilakukan seleksi secara ketat dan kemungkinan hanya ada tiga pemain yang dibawah pelatih utama, kita pakai jasanya, sementara sisanya akan dipulangkan dan ini merupakan langkah penting karena kami bertangungjawab kepada masyarakat Lembata urai Linus.

Beseng mengatakan, kalau pemain yang dibawah pelatih utama itu, punya ekspetasi lebih tentu akan kami pertimbangkan, tapi jika skilnya rata-rata sama dengan anak-anak Lembata ya tentunya kami akan lebih memilih anak Lembata berlaga di rumah sendiri ujar Linus.

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa kepada media ini (18/8/2022) mengatakan jika hari ini masih ada ribut-ribut antara manajemen dan pelatih kepala akan saya tidak tegas.

terkait asisten pelatih penjabat bupati mengatakan, askap juga keliru, karena yang menentukan siapa yang cocok kerja dengan dia adalah pelatih kepala itu sendiri dan Ingat yang menentukan itu penjabat bupati. Kepala daerah yang punya tim ini bukan askap tegas Jawa.

“kamu tulis saja apa yang kamu dengar” kata Marsianus lebih jauh, bahwa terkait anggaran itu tetap pengelolaan ada pada dinas pemuda, olahraga dan kebudayaan tidak bisa dilakukan oleh askab. Anggaran ada di dPA diporabud ya Disporabud yang mengatur bukan askap. Tinggal dipakai pertangungjawaban masuk diatur lagi keuangannya dan itu baru benar.

Ditanya soal informasi berkembang Persebata terancam tidak ikut turnamen di rumah sendiri jika silang pendapat antara Pelatih kepala dan askap masih terus berlangsung, Penjabat Marsianus Jawa menegaskan, oh itu tidak benar. Persebata harus ikut. Masa kita sudah undang, gubernur,tanggal 9 bulan 9 resmikan Glora 99 baru ada yang mau gara-gara? Tidak benar itu. Sebentar saya pangil mereka semua. Tegas Penjabat bupati.

Ditanya seberapa optimis Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa terhadap Tim Persebata, Penjabat mengatakan targetnya tidak muluk-muluk kalau sampai final itu harapan kita tapi ya kita lihat saja nanti seperti apa tapi empat besar saya kira juga sangat baik.



mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

2 komentar pada “Benarkah Tim Sepak Bola Lembata, “Persebata” Terancam Gagal Berlaga Di Rumah Sendiri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.