Bupati Sunur ; “Kita Baru 50% Dalam Mengisi Otonomi “

Mediasurya.com,Lebatukan- Dalam sambutan memperingati HUT otonomi daerah Lembata ke 21 (12/10/2020), dihadapan masyarakat dan Muspida, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan, bahwa jika dihitung dari tahun 1954 semangat otonomi di dengungkan, jika kita bagi dua maka akan kelihatan bahwa kita baru berjalan 50 persen dalam mengisi otonomi.

“Kita baru move on tahun 1999, itu dalam rangka kita mencari bentuk, bagaimana harmonisasi secara vertical, bagaimana harmonisasi secara horizontal. Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pembangunan itu sudah tidak boleh lagi diganggu oleh apapun. Kecuali tidak sesuai norma, tidak sesuai regulasi yang sudah diatur,” ujar Bupati Sunur.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/10/13/dinas-kesehatan-lembata-buka-call-center-119-pelayanan-kedaruratan-kesehatan/

Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur menandaskan, ada dua momentum bersejarah dalam peringatan HUT Otonomi Lembata, yakni deklarasi statement 7 Maret 1954 dan Lembata resmi menjadi daerah Otonomi tanggal 12 Oktober 1999.

“Para pencetus statement 7 Maret 1954 secara politik sudah membaca, bahwa Lembata ini untuk bisa bergerak cepat harus bisa mengurus diri sendiri. Statement 7 Maret 1954, Parkat dan Masumi deklarasikan otonomi secara politik. Sejak tahun 1954, atau 45 tahun kemudian tepatnya pada 12 oktober 1999, kita akhirnya menjadi daerah otonom, ini berkat Pernyataan politik dilakukan 45 tahun sebelumnya,” ujar Bupati Sunur.

Bac juga ;https://www.mediasurya.com/2020/10/12/bupati-lembata-ajak-masyarakat-ikut-berperan-aktif-dalam-pembangunan-dan-bukan-sebagai-obyek/

Saya berharap seluruh pihak mengembangkan inovasi, agar mengetahui arah serta sasaran pembangunan.

“Saya berharap kita mulai Fokus buat satu dua hal yang menjadi ciri khas kita secara bersama-sama. Saat ini sudah ada 7 desa luar biasa sekarang. Inovasi itu sudah ada tinggal saja kita bantu dan kita poles,” ujar Bupati Sunur.

Disebutkan, Desa Hadakewa menjadi Desa pioner membuka diri terhadap pihak luar.
“Hadakewa itu Desa tematik diwujudnyatakan jadi desa cepat tumbuh. Mulai diikuti lagi Desa Dikesare, Kepala Desanya kita ajak untuk melihat contoh pengembangan wisata desa.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/10/12/hut-otda-lembata-ke-21-petrus-gero-ajak-masyarakat-melihat-lembata-secara-jujur/

Kita mendorong tidak hanya di bagian Timur Lembata ini tapi kita mendorong juga ke wilayah Barat. Goal kita adalah jalan menuju Lamalera dan itu sudah kita dapatkan. Jadi 18 km jalan dari Mingar menuju Lamalera sudah dialihkan ke propinsi sekalipun itu masih status jalan kabupaten,” ujar Bupati Sunur melitai sejumlah kemajuan pembangunan di eranya.

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

2 komentar pada “Bupati Sunur ; “Kita Baru 50% Dalam Mengisi Otonomi “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *