Mediasurya.com, Lembata – Kesehatan || Sedih nasib yang dialami Maria Peni Atawolo, warga RT 05/Rw 03, Desa Balurebong, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/2/2023), harus meregang nyawa sebelum tiba di fasilitas kesehatan terdekat desa tersebut dengan, ditandu kerabat akibat jalan penghubung desa yang tanjak dan licin sehingga tidak ada kendaraan yang berani melintas.

Baca juga ; Diduga Sebarkan Berita Hoaks, Pimpinan Komisi II Bawa Nynyian Wakong Ke Badan Kehormatan DPRD Lembata

Bidan Profesi Yang Terlupakan Dalam Keputusan Bupati Lembata Nomor 467 Tahun 2022

Jauhnya jarak antara tempat ia bermukim menuju Pustu terdekat, serta jalan menanjak dan licin karena hujan, menyebabkan pasien kelahiran Balurebong 17 Agustus 1947 itu terlambat mendapat pertolongan medis. Pasien tersebut akhirnya meninggal dunia di dalam perjalanan.

Hal tersebut di sampaikan Fransiskus, kerabat korban, kepada Media, Rabu (1/2/2023).

Menurut Fransiskus, pasien yang sedang sakit itu ditandu dari pantai selatan Bobu menuju Dusun Lewoheba, Desa Balurebong dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh kurang lebih 7 KM.

Kerabat pasien itu harus melewati Jalan yang dibangun melalui program Jalan Usaha Tani (JUT) yang di bangun kurang lebih 10 tahun lalu.

Jalan tersebut kemudian tidak dipelihara dengan baik dan pada tahun 2020 mengalami kerusakan parah akibat badai Seroja. Jalan yang sudah di bangun itu ikut hanyut tergerus banjir Soraja.

Akibatnya, pada saat hujan ruas jalan tersebut licin dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga ; BPH Migas Tambah Kuwota BBM Untuk Lembata, Masyarakat Minta Distributor Lakukan Pembenahan.

Untuk dapat mengakses Pustu yang berjarak 7 km, Kerbat pasien itu terpaksa menandu Korban yang digantung pada sebuah bambu dan di balut kain.

Sayangnya, meski berjuang keras, nyawa Maria Peni Atawolo tidak dapat tertolong. Pasien tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju Pustu yang terletak di Dusun Lewoheba, Desa Balurebong.

Jenazah kemudian dibawa kembali Kerabatnya ke Dusun Bobu, dengan cara ditandu lagi untuk dikebumikan. (***).

By mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *