Ende Menang, Supoter Perseftim Rusuh, Asprov PSSI NTT Ambil Sikap

Mediasurya.com,Lembata || Asprov PSSI NTT akhirnya membuat keputusan bahwa laga antara Perse Ende Dan Perseftim Flotim yang ricuh dalam kedudukan sementara 1-0 dimenangkan oleh Perse Ende mengingat faktor keamanan sehingga pertandingan tidak bisa dilanjutkan juga bahwa peraturan PSSI yang menjelaskan jika waktu pertandingan tersisa 10 menit atau kurang dari 10 menit maka pertandingan dinyatakan selesai.

Baca juga ; Ama Raya, Pengacara Muda Lembata Minta Pemda Flotim Agar Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat NTT, Khususnya Lembata Dan Panitia ETMC 2022

Ngeri, Suporter Flotim Tidak Hanya Bikin Rusak Fasilitas Stadion Tapi Juga Ancam Bakar Glora 99 Lembata

Melalui konperensi pers di Palm Hotel Lewoleba, Ketua Komite Disiplin Asprop PSSI NTT Lukman Hakim hanya memberikan keterangan terkait hasil pertandingan Ende versus Flotim.

Dia mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan resmi dari Pengawas Pertandingan dan memperoleh juga bukti video dari Panitia Pelaksana terkait kerusuhan yang dilakukan supporter Perseftim.

“Telah terjadi pelemparan botol air mineral, batu, dan lain-lain ke dalam lapangan pertandingan, serta pengrusakan fasilitas stadion GOR 99 Lewoleba secara massal oleh supporter Flotim yang mengakibatkan pertandingan terhenti dan tidak dapat dilanjutkan karena alasan keamanan,” ujar Lukman Hakim.



Dia menyinggung Peraturan Umum Pertandingan PSSI Pasal 20 tentang keadaan memaksa atau force major.

Pada ayat 7, kata dia, menyatakan bahwa pertandingan yang terhenti oleh suatu sebab yang tidak dapat dihindarkan seperti lapangan tergenang air, cuaca buruk, gangguan penerangan lampu stadion, gangguan penonton, dan atau gangguan keamanan, apabila waktu pertandingan tersisa 10 menit atau kurang dari 10 menit, maka pertandingan tersebut dinyatakan selesai dan tidak perlu dilanjutkan.

Hasil pertandingan tidak berubah seperti yang dihasilkan kedua kesebelasan pada saat pertandingan tersebut dihentikan wasit.

“Sehingga dengan demikian, pertandingan antara Perse dan Perseftim dinyatakan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim Perse,” ungkap dia.

Kerusuhan yang dilakukan supporter Perseftim mendapat berbagai respon dari sejumlah kalangan. Sebagian besar orang menyesalkan terjadinya tindakan yang telah mencederai turnamen bergengsi region NTT itu

Konferenai pers tersebut dihadiri Wakil Sekretaris Asprop PSSI NTT Piter Fomeni, Ketua Panitia Pelaksana Irenius Suciadi, Ketua Komisi Disiplin Asprop PSSI NTT Lukman Hakim, dan Pengawas Pertandingan Bona Djenadut.

Wakil Sekretaris Asprop PSSI NTT Piter Fomeni dalam konferensi pers mengatakan, pihaknya harus melakukan penelitian yang lebih cermat sebelum menjatuhkan hukuman kepada Perseftim.

“Kami tidak mau tergesa-gesa,” alasan dia.

Untuk memastikan ada tidaknya hukuman kepada Flotim, menurut Piter Fomeni, Asprop PSSI NTT akan menggelar rapat pengurus secara lengkap di Kupang. Agenda ini akan dilakukan setelah selesai turnamen Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata.

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *