Expo Alor, Cara Pemda Perkenalkan Kekayaan Wisata Budaya

(ket foto Salah satu obyek wisata pantai di kabupaten Allor)

Mediasurya.com,Kalabahi || Pemerintah daerah kabupaten Alor bakal menggelar expo budaya sejak tanggal 4-8 Oktober 2022 ditengah kota Kalabahi.

Baca juga ; Marsianus Jawa Penjabat Bupati Lembata Berikan Motivasi Bagi Tim Yang Pulang Lebih Awal Dari Pegelaran ETMC Lembata

Bermain Buruk Di Babak Penyisian Liga Tiga Asprov PSSI NTT Di Lembata, Persena Nagakeo Pulang Kampung Lebih Awal

Informasi dihimpun media ini, acara expo untuk memperkenalkan budaya allor ke khalayak umum sejak masa kepemimpinan Bupati Simeon Pally.

Jhon Woda Tokoh muda Kalabahi kepada media ini menggambarkan bahwa biasanya, expo akan diawali dengan karnaval ditengah kota Kalabahi yang diikuti oleh seluruh kecamatan.

“Karnaval dimulai dari tengah kota Kalabahi dengan peserta dari setiap kecamatan se-kabupaten Alor, lalu akan berarak menuju lapangan mini tempat expo. Rencananya axpo akan dibuka Gubernur NTT Pak Viktor Bungtilu Laiskodat” urai tokoh muda Alor ini.

Masi menurut Woda bahwa akan ada stand dari 18 kecamatan, juga dari OPD dan UKM. Jadi pastinya acara bakal berlangsung meriah.

Ditanya soal obyek wisata, tokoh muda pekerja keras ini menjelaskan, ada beberapa obyek yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke kabupaten alor. Diantarnya ada Wisata budaya Takpala desa monbang tempat kerajinan pakaian adat dari kulit kayu, ada obyek Alquran tua dari kulit kayu di alor besar, juga wisata pantai sebanjar, pantai batu putih, spot diving pulau kepa, jawa toda dan wolwal.

Jika hendak pulang bisa juga kunjungi Tempat cendramata dan oleh-oleh khas alor yang tersedia di Liokim Artshop milik pengiat pariwisata Nonce Kalla .

Sekedar informasi jarak dari kota Kalabahi ke obyek wisata, Takpala kurang lebih 15km, sementara dari pantai sebanjar dan lokasi beradanya Alquran tua dari kulit kayu berjarak kurang lebih 20km. Dari obyek Monbang berjarak 10km, Pantai batu putih, 25km, dan Wolwal, 20km. Untuk tiba ke obyek wisata bisa menggunakan jalan darat sementara ke Jaea toda dan Kepa mesti menyewa perahu warga karena harus menyebrang pulau. Semua ini bisa didapat dengan harga yang terjangkau. ..

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.