Kebakaran Di Desa Lewoeleng, Keluarga Terima Kematian Bertha Oheng, Sebagai Musibah.

Media Surya —
Jumat tanggal 18 Februari 2022
Keluarga Ikhlaskan Kematian Bertha Oheng Warga desa Lewoeleng, korban kebakaran sebagai musi
Mediasurya.com,Lebatukan_ Gerak cepat pihak kepolisian Resort Lembata menindaklanjuti laporan warga terkait kebakaran rumah dan mengakibatkan penghuni rumah meninggal dunia. Baca juga ;Di Duga Akibat Penjadwalan ulang APBD 2022, Orang Kurang Mampu Di Lembata Dilarang Sakit.

Keluarga Berta Oheng harus menerima kenyataan pahit,bahwa nenek yang berusia senja itu harus kembali ke rumah Tuha di surga dalam usia 73 tahun akibat kebakaran hebat yang melanda rumahnya.
Kapospol Lebatukan Bripka Christo Sapa, setelah mendapat laporan warga dengan sigap berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Lembata,camat Lebatukan,kepala puskesmas dan kepala desa Lewoeleng,guna memperlancar proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di lokasi kejadian tim koordinasi langsung melakukan penanganan teknis dan proses pemindahan jenasah dari TKP ke peti jenasah hingga proses penguburan jenasah.

Tiga orang saksi yang dimintai keterangan atas kejadian tersebut yakni, Teodorus Toda,umur 65 Thn, katolik, Petani, Alamat Dusun 1 desa lewoeleng. Gabriel Isa Maing, umur 43 tahun, katolik, petani, alamat Dusun 1 desa lewoeleng. Dan Andreas Leba Maing, umur 38 tahun, katolik, petani, alamat Dusun 1 desa lewoeleng.

Menurut informasi para saksi bahwa Kejadian tersebut terjadi sekitar Pkl 04.00 WITA yang mana, pada saat kejadian semua warga pada tidur lelap. Teodorus Toda yang rumanya berada dekat dengan rumah korban, terbangun karena mendengan bunyi ledakan sekitar Pkl 04.00 WITA.
Pada saat saksi melihat di TKP kobaran api sudah sangat besar dan sulit dipadamkan.
Melihat kobaran api, saksi Theodorus Toda pun mencoba berteriak memanggil warga. Dan pada saat itu pula datanglah saksi Gabrial Isa Maing dan Andreas Leba Maing namun, upaya untuk melakukan evakuasi korban tidak bisa dilakukan lagi, karena api sudah membakar semua isi rumah.

Kegiatan Olah TKP dipimpin Langsung Oleh Kasat Serse IPTU Yohanis Mau Blegur, SH, bersama anggota yakni, Bripka. Ahmad Yani Bada, Bripka. Karolus B.W Peuuma dan Bripka. S.T Berwart

Dalam tindakan olah TKP tersebut dan hasil kordinasi dengan pihak keluarga Korban menolak untuk dilakukan otopsi karena kejadian tersebut menurut keluarga, murni akibat musibah yang terjadi dan siap membuat berita acara untuk diserahkan kepada pihak kepolisian. (Pol/mst)

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

4 komentar pada “Kebakaran Di Desa Lewoeleng, Keluarga Terima Kematian Bertha Oheng, Sebagai Musibah.

  • 29 Juni 2022 pada 3:19 pm
    Permalink

    Thank you for the sensible critique. Me & my neighbor were just preparing to do some research about this. We got a grab a book from our local library but I think I learned more clear from this post. I’m very glad to see such wonderful info being shared freely out there.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *