Kepala SMK Bina Maritim Maumere, Minsri Sadipun ; ” Kebijakan Sekolah Tidak Menyusahkan Peserta Didik”

Mediasurya com,Maumere || Kepala sekola menengah Kejuruan (SMK) Bina Maritim Maumere, Minsri Magdalena Sadipun secara tegas mengatakan bahwa kebijakan sekolah tidak menyusahkan peserta didik.

Baca juga ; Kementerian ATR/BPN Dukung Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional

Hari Anak Nasional, AHY Ajak Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak-anak Dari Virus Covid-19

Menerjemahkan Program Nasional Gerakan Masyarkat Sehat (Germas), Dinkes Lembata Hidupkan Program Good Pagi dan Puskesmas Keliling

Hal ini disampaikan Sadipun melalui sambungan telp seluler Kamis, (21/4/2022).

Minsri Sadipun kepala SMK Bina Maritim saat dikonfirmasi bahwa, ada kabar pihak sekolah mengembalikan, memulangkan atau menyuruh peserta didik kelas tiga yang hendak mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) pulang dan tidak diperbolehkan ikut ujian karena, belum melunasi tunggakan biaya sekolah.

Dijelaskan Minsri bahwa uang sekolah di SMK Bina maritim Maumere untuk satu tahun pelajaran 3 juta 900 ribu rupiah, yang harus di bayar secara bertahap oleh semua siswa peserta didik. Untuk kelas tiga (3) ada tambahan uji kompetensi, foto dan lain-lain sehingga menjadi 4juta 3ratus ribu.



“Kami selalu himbau disetiap kesempatan agar, anak-anak sampaikan ke orang tua untuk segera, lunasi uang sekolah. Apalagi kami ini sekolah swasta” urai Minsri.

Dikatakan kepsek ini bahwa, dari sejumlah anak yang kami pulangkan, tunggakannya bervariasi. Ada yang baru bayar tahap satu, ada yang tahap dua tapi ada pula yang tunggak sejak kelas satu dan kelas dua. Tapi apakah kami keluarkan dari sekolah? Tidak karena kami berpikir ini generasi kita yang harus dididik menjadi orang berguna di masa mendatang.

Magdalena mengatakan, ada yang tinggal 6juta, ada yang 8juta bahkan ada yang belum bayar sama sekali sementara sekolah butuh operasional untuk penyelenggaraan pendidikan.

Kalau orang tua datang ke sekolah mungkin, akan ada peluang kami membuat kebijakan lain karena, kami anggap ada perhatian dan keseriusan orang tua/walinurid. Tapi kalau anak malas ke sekolah, orang tua disampaikan tidak hadir ke sekolah, dan hanya hubungi lewat telp, bagaimana kami yakin bahwa ada keseriusan orang tua? Tanya Minsri Magdalena.

Pengelaman kami dibeberapa angkatan terdahulu, ketika anak sudah tamat dan punya buku pelaut mereka, susah untuk kembali ke sekolah urus ijasah karena, sudah ke bursa kerja dan sibuk melaut. Kalau seperti ini kemana kami sekolah minta untuk lunasi tunggakan? Tanya Magdalena.

Baca juga ; Prosesi Semana Santa Larantuka Tahun 2022 Kembali Ditunda, Kapela Tuan Ma Dan Tuan Ana tetap Dibuka.

MAUMERE DIVER COMMUNITY BERIKAN PELATIHAN 16 PENYELAM SEBAGAI AGEN WISATA SCUBA DI WILAYA FLORES TIMUR

Sebelumnya informasi yang didapat media ini dari pihak yang enggan namanya di publikasi mengatakan, bahwa sekolah menyuruh anak-anak pulang dan tidak diperbolehkan mengikuti ujian karena belum melunasi tunggakan uang sekolah.

“Kami orantua wali murid punya kewajiban untuk melunasi biaya pendidikan. Uang sekolah jangan dibebankan kepada anak murid dan sebagai orang tua kami akan lunasi” ketus sumber media ini.

Informasi yang didapat media ini menyebutkan, bahwa Pungutan -Pungutan yang dilakukan sekolah tidak masuk logika dan kebijakan dilakukan hanya oleh kepsek tanpa komite.
Dijelaskan sumber media ini bahwa pihaknya heran karena keuangan tidak menggunakan rekening sekolah tapi pribadi.(SL/mst)

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

3 komentar pada “Kepala SMK Bina Maritim Maumere, Minsri Sadipun ; ” Kebijakan Sekolah Tidak Menyusahkan Peserta Didik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.