Mediasurya.com,Lembata || Anak-anal Korban Bencana Seroja desa Lamawolo dan Waimatan yang kini menempati rumah bantuan Negara ditanah merah kecamatan Ile ape, hingga kini masih manfaatkan rumah warga sebagai sekolah karena belum tersedianya bangunan sekolah yang memadai sebagai tempat belajar mengajat guru dan murid padahal NKRI telah memperingati kemerdekaan ke 77.

Baca Juga ; Penjabat Bupati Lembata ; “ETMC Sarana Pupuk Persaudaraan & Memicu Geliat Ekonomi Masyarakat”

Ibarat Makan Buah Belimbing, Keluar Dari Persoalan Covid 19, Lembata Dihadapkan Pada Masalah Stunting.

Perayaan memperingati HUT Ke 77 Kemerdekaan RI di halaman kantor Bupati Lembata berlangsung begitu meriah, disisi lain ada anak-anak lembata yang belum memiliki bangunan permanen untuk belajar. Ada apa dengan Pemda Lembata?

Penjabat Bupati Marsianus Jawa dalam amanat saat upacara memperingati HUT ke 77 Kemerdekaan Ri meminta semua komponen masyarakat ikut ambil bagian dalam memerangi stunting tapi disisi lain ada puluhan generasi Lembata harus numpang sekolah di rumah warga. Kasian memang tapi inilah kenyataan yang terjadi di kabupaten Lembata.

Antonius ngaji kepala desa Lamawolo ditemui media ini di kantor desa Tanah merah belum lama ini menjelaskan bahwa benar anak sekolah dari desanya melakukan aktivitas KBM d rumah warga.

“karena hingga kini bangunan sekolah belum ada, sehingga kami lakukan pendekatan dengan beberapa warga, agar mau rumahnya digunakan sebagai tempat aktivitas belajarengajar” jelas sang kades.

Pendekatan kami lakukan dengan cara kekeluargaan dan disetuju sehingga penghuni rumah pindah tinggal bersama keluarga yang lain. Di desa kami Ada 60 siswa SD jadi ada enam rumah yang dipakai untuk sekolah sejak bulan Mei 2022.

Kalau dikampung nama sekolahnya SD Inpres tokojaeng, meski fisik sekolah di lamawolo setelah pindah ke sini perjuangan kami untuk mengganti nama sekolah terjawab, SK dari dinas sudah ada dari nama SDI tokojaeng menjadi SDI Lamawolo tanah Merah.

Sementara untuk kantor kepala sekolah dan ruang guru juga gunakan rumah warga, memang ada Lokasi 0.8 hekatar yang kosong yang rencana akan dibangun sekolah.kami sudah koordinasi dengan pihak PUPR dan pemerintah daerah akan bangun.

Sebelumnya Pemerintah daerah minta untuk bongkar sekolah di desa agar sebagain material bisa dipakai untuk bengun sekolah sementara, tapi banyak warga desa termasuk para tokoh keberatan dengan alasan, untuk saat ini masih banyak warga yang berkebun disana, lalu disekolah itu merupakan salah satu tempat paling aman kalau datang hujan. Jadi kalau sore cuaca tidak mendukung warga desa memilih berteduh dan amankan diri di sekolah. Kami sudah lakukan musyawarah dan hasilnya akan kami serahkan ke kepala dinas pendidikan.

Beberapa warga yang nimbrung dalam diskusi media ini bersama kepala desa mengatakan, Selain sekolah, air bersih juga menjadi kendala terbesar di tanah merah. Sementara Terkait rumah hunian setelah bencana, kami bersyukur ada proyek nasional bagi kami yang terdampak. Memang rumah ini layak bagi kami akan tetapi kami juga belum nyaman dan butuh waktu untuk penyesuain. Tapi pada prinsipnya kami bersyukur telah dibantu.

By mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

11 thoughts on “Miris, Pemda Lembata Rayakan HUT Ke 77 Kemerdekaan RI Dengan Meriah, Anak-Anak Korban Bencana Seroja Lamawolo Hingga Kini Sekolah Di Rumah Warga”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *