Pemda Lembata Buat Satu Langkah Maju Dengan Kurikulum Mulok Berbasis Budaya

Mediasurya.com,Lembata || Pemerintah Kabupaten Lembata, melalui dinas teknis Pendidikan melakukan trobosan dan sebuah langkahaju dengan kurikukun muatan lokal berbasis budaya yang diharapan menjadi, momentum kebangkitan budaya Lembata.

Baca juga ; Pemda Lembata Akan Wajibkan Sekolah Gunakan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar Dalam Proses KBM

Buku Lembata Dalam Pergumulan Sejarah dan Perjuangan Otonomi, Karya Intelektual Anak Lembata Beraroma Diskrimintif?

Kepala Dinas Pendidikan Lembata, Anselmus Asan Olan mengatakan,gagasan membuat muatan lokal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan merosotnya internalisasi nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda akibat pengaruh modernisme. Pemerintah daerah punya tanggungjawab untuk menyiapkan generasi muda Lembata yang bangga dengan identitas daerah mereka.

Peserta didik dibekali pengetahuan yang cukup tentang budaya, dalam proses belajar mengajar dengan bahan ajar muatan lokal yang terangkum pad kurikulum diharapkan akan membawa perubahan besar pada karakter peserta didik, dunia pendidikan dan pembangunan di segala sektor kehidupan orang Lembata.

Piter Pulang salah satu akademisi asal Lembata, yang memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata telah membuat sejarah dalam dunia pendidikan di Lembata.

Menurut Piter, pemerintah daerah telah membuat satu langkah maju untuk membentuk karakter dan identitas khas Lembata dalam diri generasi muda.

Baca juga ; Tidak Benar, Launching Buku Lembata Dalam Pergumulan Sejarah Dan Perjuangan Otonomi, Bermuatan Politik

Transportir Sekaligus Distributor BBM Lembata, PT Hikam Akui Ada Masalah Keuangan. Mungkinkah PT. Hikam Terancam Bangkrut?

Menurut kepala dinas pendidikan Lembata, Gagasan untuk menyusun kurikulum berbasis budaya juga jadi salah satu poin penting yang masuk dalam Rencana Kerja Pendidikan (Rakerdik) Kabupaten Lembata Tahun 2022. Sejak itu, tim dibentuk untuk mulai mengumpulkan data-data di seluruh Lembata dan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Anselmus mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhamadiyah Malang dan Kementerian Pendidikan yang telah membantu pemerintah daerah membuat muatan lokal berbasis budaya.

Muatan lokal yang disusun di bawah spirit Kurikulum Merdeka, tentu saja mengutamakan internalisasi nilai peserta didik dan bukan angka. Artinya, guru diberi keleluasan untuk mengukur tingkat ketercapaian pembelajaran berdasarkan tujuan pembelajarannya. Dalam hal ini, ada perubahan paradigma, kalau sebelumnya ‘mengejar angka’ sekarang ‘mengejar nilai.’

Profesor Yus Mochamad Cholily, M.Si dari Universitas Muhamadiyah Malang, pada kesempatan tersebut menjelaskan, muatan lokal berbasis budaya sangat penting untuk membentuk karakter dan identitas peserta didik sebagai orang Lembata.

“Saya belum pernah dengar tentang Lembata di Jawa. Orang Lembata kalau ke Jawa tidak pernah cerita tentang Lembata. Tapi mereka pergi ke Jawa dan pulang ke Lembata dan bicara tentang Jawa,” ujarnya prof.Yus

Acara launching dan talkshow ini juga dihadiri langsung oleh para kepala sekolah, guru dan tokoh pendidikan yang ada di Lembata serta Dr Baharuddin, Mpd dari Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan.***

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

12 komentar pada “Pemda Lembata Buat Satu Langkah Maju Dengan Kurikulum Mulok Berbasis Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *