Penjabat Bupati Ajak DPRD Lembata Berdiskusi Secara Sehat, Ilmiah Menunjukan Martabat Intelektual Dan Tidak Menjelekan Orang Lain.

Mediasurya.com,Lembata || Penjabat Bupati Marsianus Jawa meminta, DPRD Lembata untuk berdiskusi secara sehat, ilmiah menunjukan martabat intelektual dan tidak menjelekan orang lain.

Baca juga ; POT Lolos Dari Lubang Jarum Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Phinisi Aku Lembata. Warga Lewoleba Berikan Apresiasi Atas Kerja Jaksa.

Anggota Fraksi Partai Demokrat Lembata Minta, Pemda Lakukan Pengawasan Melekat Terhadap Pelaksanaan Proyek PEN.

Hal ini disampaikan penjabat saat rapat Paripurna penyampaian pidato pengantar Nota keuangan atas rancangan peraturan daerah tentang anggaran dan belanja daerah kabupaten Lembata Tahun anggaran 2023 di ruang sidang utama DPRD Lembata (7/11/2022).

Penjabat Bupati Lembata atas nama Pemerintah daerah dalam nota keuangan tersebut menjagak pemerintah maupun DPRD untuk mesti menjaga konsistensi antar dokumen mulai RPD/Renstra SKPD, RKPD/ Renja SKPD,KUA-PPAS, dan R-APBD.

“Saya minta agar pemerintah dan DPRD pastikan kerja secara makro,mikro,konkret bersama-sama dan mendetail sehingga, permasalahan dan solusi akanmudaj ditemukan bukan sekedar, tandatangan di kantor tegas marsianus

Jawa dalam nota keuangan juga mengatakan, berdiskusilah secara sehat-ilmiah untuk menunjukan martabat intelektual kita, dan tidak mendiskusikan kejelekan orang lain. Apalagi menduga-duga yang pada akhirnya meniadakan energi positif kita dalam berpikir dan bertindak konkrit.

Baca juga ; Anggota DPRD Lembata Tiba Di Lokasi Proyek, Kontraktor Menghilang. Ada Apa?


Penjabat mengatakan, dinamika nasional dan dunia memang tidak mudah untuk dirumuskan karenanya pemerintah harus kompak dan bersatu menghadapi inflasi ini. Penanganan inflasi harus bersama-sama.

Marsinus mengatakan bahwa dari sektor pangan menjadi kontributor terbesar hingga periode september 2022, terutama terhadap beras,cabai merah, telur ayam, tomat, tahu,tempe, dan minyak goreng karena itu saya mengajak semua kita untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan pasokan.

Pemerintah daerah kabupaten Lembata melalui penjabat bupati dalam Paripurna penyampaian nota keuangan berharap, agar badan anggaran DPRD dan TAPD mencermati Rancangan APBD dalam tahapan pembahasan.

Putra Nagakeo ini menegaskan agar semua pihak baik pemerintah dan DPRD Lembata untuk memiliki kesadaran dan sense of crisis dan selalu berhati-hati dengan krisis pangan dan energi.***

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *