Petani Sulit Dapatkan Pinjaman KUR Merdeka, Tuaq Dan Lewar Membisu, Program TJPS Lembata Untuk Siapa?

Mediasurya.com,Lembata || Petani di Kabupaten Lembata sulit mendapat Pinjaman KUR Merdeka, bantuan pertanian yang disalurkan oleh bank NTT dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan Petani dengan suksesnya program gubernur NTT Viktor Bung Tilu Laiskodat, tanam jagung panen sapi (TJPS) Namun, Ada dugaan program yang idealnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani tersebut tidak menyentuh petani secara merata bahkan ada Petani yang sulit dapatkan pinjaman KUR merdeka tersebut.

Baca juga ; Petinju Putri Lembata, Raih Emas Di Kejuaraan Tinju Porprov NTT 2022

Kuat Dugaan, Pemberhentian Aparat Desa Udak Melomatan Beraroma Politik. Penjabat Bupati Lembata Diminta Ambil Tindakan Tegas.

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Di Kabupaten Lembata, menyasar petani didukung oleh Bank NTT dan Dinas pertanian, dengan harapan petani bisa didorong maju akan tetapi, informasi berkembang dukungan anggaran bank NTT hanya singah sebentar di rekening petani lalu dibelanjakan sesuai arahan dinas dan boleh diambil dengan rekomendasi dinas pertanian, Bahkan Ada Petani yang kesulitan dapatkan pinjaman tersebut.

Kepala Bank NTT Lembata, Petrus Soba lewar beberapa kali media ini berupaya mengkonfirmasi namun, hingga berita ini turun belum ada penjelasan secara rinci seperti apa pola kerjasama pembiayaan KUR Merdeka untuk petani di Lembata.

Demikian pun Kepala dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura kabupaten Lembata Kanisius Tuaq belum berhasil dikonfirmasi terkait hal-hal teknis seperti lahan, bibit, pola tanam, pendampingan, sasaran dan juga bagaimana pengembalian pinjaman ke bank NTT.

Kedua pejabat yang harusnya, bisa menjelaskan kepada publik Lembata secara terang benderang soal kerjasama pembiayaan dengan bank NTT kepada petani Lembata, dalam program TJPS yang diluncurkan Gubernur membersitkan spekulasi, apa mungkin ada pihak yang sedang mencoba mendapat untung dari program untuk petani ini?

Misalkan soal bibit, pupuk dan peralatan pertanian, bagaimana agar petani dipermudah? Apalagi dengan kondisi alam yang tidak menentu seperti saat ini.

Berapakah besaran pinjaman bank NTT Lembata kepada petani untuk mempersiapkan lahan, bibit, pupuk hingga panen dan pemasaran hasil untuk bisa mengembalikan pinjaman Bank dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Jika pinjaman 10 juta per petani, lantas bagaimana persiapan lahan, bibit unggul didapat dari mana, pupuk dibeli langsung petani atau pihak ke tiga, jika ada hama bagaimana petani mendapatkan pembasmi atau siapa pihak yang menyiapkan obat pembasmi. Kemudian ketika panen, kemana harus dijual dan dengan harga berapa? Pembagian hasil penjualan untuk pengembalian pinjaman dan kesejahteraan petani seperti apa? Jika gagal panen bagaimana petani mencicil pinjaman bank? jika cicilan macet apakah bank menyita angunan petani?

Petrus Sobat Lewar dihubungi melalui pesan singkat wa mengatakan bahwa dirinya masih di Baleuring kecamatan Omesuri mengikuti acara Imam Baru jadi, nanti sekembalinya dari acara tersebut baru memberikan penjelasan namun, hingga kini tidak ada kabar berita.

Bungkamnya kepala Bank NTT Lembata ini, seakan ada sesuatu yang tengah disembunyikan. Ada apa dengan Soba Lewar?

Demikian pun dengan Kanisius Tuaq kepala dinas pertanian, yang seakan enggan memberikan penjelasan terkait program gubenur NTT Tanam Jagung Panen Sapi ini.

Sejumlah pihak menduga-duga jangan-jangan ada pihak yang diuntungkan dari program gubenur untuk meningkatkan kesejahteraan petani Lembata ini.***

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *