MEDIA SURYA–
Minggu, 27 Februari 2022
Explorasi Budaya yang digadang-gadang Bupati Lembata Dr.Thomas Ola.,SE.M.Si oleh sebagai pihak diduga sebagai upaya diskriminatif pada etnis tertentu. Baca juga ; BPK RI Perwakilan NTT Surati Bupati Dan Ketua DPRD Lembata Terkait Kerugian Daerah 19 Miliar Lebih.

Berita lainnya ; Sare Dame, Ekplorasi Budaya Lembata, Hidup Selaras Alam
; Sare Dame, Ekplorasi Budaya Lembata, Hidup Selaras Alam
; Komisi 3 Minta Dinas Pemuda, Olahraga Dan Budaya Lakukan Konsolidasi Hindari Agitasi Tendesius Terhadap Explorasi Budaya Lembata.

Mediasurya.com, Lewoleba_ Komisi 3 DPRD Lembata beberapa waktu lalu dalam laporan kunjunga kerja meminta pemerintah agar, explorasi budaya SeyogYanya mengakomodir kelompok adat yang ada untuk, menghindari agitasi tendesius yang dapat membenturkan kelompok masyarakat demi existensi persatuan dan keharmonisan penyelenggaraan pembangunan daerah. Baca juga ;
Di Duga Akibat Penjadwalan ulang APBD 2022, Orang Kurang Mampu Di Lembata Dilarang Sakit.

Explorasi budaya Lembata

merupakan agenda pemersatu, sehinga tidak lagi ada pengkotakan agar generasi berikut melihat Lembata sebagai satu kesatuan, ujar Hilarius Lukas Kirun Anggota DPRD Lembata Fraksi Demokrat.

Imo Wulakada demikian sang wakil rakyat ini disapa kepada media ini secara tegas meminta pemerintah untuk meluruskan hal-hal dalam penyelenggaraan sare dame/explorasi budaya yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Wulakada mengatakan pagi ini beredar model prasasti explorasi budaya yang sangat tidak akomodatif.

Menurut Wulakada model prasasti yang beredar merupakan desain dan tentu belum pasti, saya kira ini merupakan ulah pihak-pihak tertentu yang sedang berupaya memprovokasi situasi terang Wulakada.

“Saya kira Pak bupati rasional sehingga akan sulit dipercaya jika ada langkah yang memecahbelah terang Imo.

“Ini profikatif dan sangat menggangu tatanan yang telah dibangun bersama sebagai orang Lembata. Marilah kita saling menjaga dengan tidak menyebar informasi yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat ” urai Imo

Bupati Lembata Dr.Thomas Ola kepada media ini menjelaskan, bahwa model prasasti yang beredar dengan tulisan merupakan rancangan dan kita minta masukan semua pihak.

“Prasasti ini draft awal. Saya minta pendapat dari semua komunitas yang pernah dikunjungi. Dan hari ini berdasarkan masukan dari semua komunitas telah mengusulkan berbagai masukan untuk perbaikan dan redaksi prasasti itu diperbaiki dan mengadopsi semua masukkan” urai Bupati Lembata.

Berbeda dengan itu, sekretaris partai Golkar Petrus Bala Wuak kepada media ini melalui pesan singkat whatsup, Bala Wukak mengatakan jika benar ini prasasti yang bakal di tandatangan Bupati Lembata maka saya mau bilang, Itu prasasti yang memecah bela.

Wukak mengatakan, Prasasti itu terkesan mengaburkan statman 7 Maret yang punya pijakan perjalanan sejarah jelas, legitimasi para aktor dalam penandatangan dokumen sejarah yang telah tersimpan dalam dokumen sejarah. Taantou yang telah menjadi bagian lambang daerah dan telah ditetapkan dengan Perda.

Prasasti itu akan menjadi sangat diskriminasi karena ada sebagian kelompok merasa tidak dilibatkan dan tidak diakui dalam sejarah.

Bala Wukak mengatakan, Sareh Dame yang digagas oleh Bupati Lembata harusnya sungguh menciptakan kedamaian, bukan melahirkan luka di sekelompok masyarakat yang bisa memicuh perpecahan.

ket foto ; model desain prasasti explirasi budaya yang beredar di masyarakat.

By mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

8 thoughts on “Prasasti Sare Dame/Explorasi Budaya Lembata, Diduga Upaya Diskriminatif Pada Etnis Tertentu, Benarkah?”
  1. Hiya, I’m really glad I have found this information. Nowadays bloggers publish just about gossips and internet and this is really frustrating. A good site with exciting content, this is what I need. Thanks for keeping this web site, I will be visiting it. Do you do newsletters? Can’t find it.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *