MEDIA SURYA–
Kamis,3 Maret 2022
Puncak perayaan Explorasi Budaya Lembata yang dilakukan di Lokasi eks hari Nusantara (harnus) diikuti ratusan peserta, Petrus Gero dalam sambutan mengatakan, tahun lalu Lembata mengalami tragedi besar, mungkin Tuhan marah dan mungkin Leluhur juga marah.

Mediasurya.com, Lewoleba, Lembata, NTT_ Puncak perayaan ekplorasi budaya, ketua DPRD Lembata mengatakan, tahun kemarin Lembata mengalami tragedi yang sangat mengerikan, mungkin Tuhan marah dan mungkin Leluhur juga marah. Baca juga ;Gaji PNS Lembata Bulan Februari 2022 Belum Dibayar, Sekda Lembata ; Penggunaan Aplikasi SIPD Kita Belum Maksimal”

Petrus Gero mengatakan, kegiatan expolrasi budaya Lembata merupakan sebuah kegiatan untuk mengangkat Nilai – nilai Luhur Budaya sehingga kedepanya Lembata tetap Damai Aman dan Sejatera.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Reza Fahlevi (direktur Event Daerah Kementrian Pariwisata), Rini Handayani, SAM dan Ibu Ciput Purwianti (Asdep Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan). Nur Afifah, Staf Kementrian PPPA. Wakil Bupati Flotim Bpk. Agustinus Payong Boli. Forkopimda Kab. Lembata.

Hadir juga, Ketua PKK Kab. Lembata Ny. Maria N. Sadipun, sejumlah Angota DPRD Kab.lembata, Para Asisten, staf Ahli Setda Kab. Lembata, Pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Kepala desa se Kab. Lembata. Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kab. Lembata. 10 Komunitas di 9 Kecamatan yang berada di Kab. Lembata. Baca juga ;Prasasti Sare Dame/Explorasi Budaya Lembata, Diduga Upaya Diskriminatif Pada Etnis Tertentu, Benarkah?

Pemandu Acara Jeremi Ujan tampil menghibur tamu undangan dan seluruh peserta yang hadir.

Ketua DPRD Kab. Lembata mengatakan, Lembata adalah salah satu Bagian terkecil yang memberikan andil bagi kehidupan dari NKRI.

Gero dalam sambutan mengatakan, Atas nama Lembaga DPRD dan Masyarakat Kab. Lembata saya menyampaikan selamat datang kepada Tamu undangan dari Kementrian yang ikut hadir dalam acara dan tak lupa saya menyampaiakan selamat datang kepada sahabat saya Wakil Bupati Flotim, yang hadir memberikan dukungan dalam mengangkat nilai – nilau Budaya dan Nilai Luhur yang hampir kita lupakan dan tinggalkan sebelum Indonesia Merdeka. Baca juga ; Di Duga Akibat Penjadwalan ulang APBD 2022, Orang Kurang Mampu Di Lembata Dilarang Sakit.

“Kabupaten Lembata ini, pada Tahun Kemarin mengalami sebuah Tragedi yang sangat besar, mungkin saja Tuhan marah dan Mungkin saja Leluhur marah karena kita sedang melupakan mereka. Maka dari itu hari ini kita kembali melakukan sebuah kegiatan untuk mengangkat Nilai – nilai Luhur Budaya sehingga kedepanya Lembata tetap Damai Aman dan Sejatera” ujar Petrus Gero.

Ketua DPrd Lembata ini mengatakan, Sudah 21 Tahun lembata terpisah dari Kab. Flotim, dan kami tetap berpegang pada Semboyan Ta’an Tou yang merupakan Bhineka Tunggal Ikanya Kab. Lembata dan menjadi kekuatan anak muda Lembata untuk mengangkat (soga Naran) Lewotanah Kab. Lembata, karena hidup itu singkat tapi Karya Seni itu akan bertahan lama.

Sementara itu, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang diwakili oleh Direktur Event Daerah Reza Fahlevi dalam sambutan Menyampaikan Apresiasi kepada Pemda yang menyelenggaranya kegiatan ini.

“saya mengajak semua kita untuk Tetap menjaga dan mematuhi Protokol Kesehatan Covid – 19 sehingga Kab. Lembata tetap akan dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah” ujar Reza Fahlevi

Direktur Event Daerah Kementrian Pariwisata ini dalam sambutan menyerukan untuk seluruh komponen, bersama-sama, bahu membahu untuk, membangun Pariwisata dan Budaya Lembata, Kami dari Kementrian siap mendukung Pariwisata dan Budaya di Kab. Lembata. Baca juga ; Ama Raya ; “Kita Minta Polda Dan Kejati NTT Bantu Awasi Pemanfaatan Dana Explorasi Budaya Lembata Yang Bersumber Dari APBD”

Sebelum Bupati menyampaikan sambutan acara diselingi Tarian Namang dari Desa Udak Melomata (Tarian Seremonial Nenek Moyang)

Dr. Thomas Ola, SE.M.Si dalam sambutan menyampaikan bahwa Aku Percaya akan Allah Bapa Yang Maha Kuasa Pencipta Langit dan Bumi (Ama Lerawulan Ina Tanah Ekan) atas Restunya kita semua dalam keadaan sehat walafiat.

kita telah melewati berbagai kegiatan penting dalam Explorasi Budaya Lembata 2022 dalam Ritual Adat, Karnaval Budaya dan Tarian Kolosal, selama 5 hari kedepan kita juga akan menyaksikan pameran budaya Lembata, Pentas Seni Komunitas Budaya, Seminar Budaya Talkshow Budaya serta hari terakhir kita melakukan Napak Tilas Statement 7 Maret 1954 ujar Bupati

Wulen Luo adalah pasar kejujuran pasar Barter yang dihiasi dengan hati yang tulus, jangan merampas orang punya, orang punya biarkan mereka yang menikmati dan kita menikmati yang kita punya itulah pesan dari Wulen Luo.

Kegiatan Eksplorasi Budaya yang kita selenggarakan ini adalah Suatu Pesan Kejujuran untuk anak cucu kita Lewo Tana Lembata.

Selanjutnya Tabung GONG Explorasi Budaya oleh Bupati Lembata didampingi oleh Tamu Undangan menandai puncak perayaan dibuka secara resmi. Baca juga ;Badan Pertanahan Kabupaten Lembata, Canangkan Anti Korupsi dan Zona Integritas

Explorasi Budaya Lembata – 2022 merupakan kegiatan yang diprogramkan atau digagas oleh Pemda Lembata seyogyanya untuk membangun kesadaran komunitas dan terus menggali serta mengembangkan khasana dan nilai budaya yang terabaikan atau terlupakan terkait relasi manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam serta manusia dengan leluhur. (bp/mst)

By mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

2 thoughts on “Puncak Perayaan Explorasi Budaya Lembata, Petrus Gero ; “Tahun Kemarin Lembata mengalami Tragedi Besar, Mungkin Saja Tuhan Marah Dan Mungkin Juga Leluhur Marah””

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *