Suarakan Adaptasi Perubahan Iklim, Menuju Flotim Yang Tangguh

MEDIASURYA.COM,LARANTUKA || Bertempat dî ruang rapat Bapelitbangda flotim (7/6/2022), Rapat Diseminasi informasi tingkat Kabupaten terkait hasil kajian mitigasi adaptasi dampak perubahan iklim berkeadilan di empat desa Koalisi pangan yakni, Hewa, Hokeng Jaya, Kawalelo dan Aransina.

Dalam pemaparan hasil kajian yang dilakukan oleh masing masing anak muda Dari Desa yang tergabung dalam local champion group Koalisi pangan yakni, Yaspensel, Kehati krkp, ayo Indonesia, Ayu Tani yang di dukung HIVOS dalam program Voice for justice climate action.

Adaptasi diartikan sebagai upaya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Prosesnya dilakukan dengan merespon perubahan agar tetap dapat bertahan. Bahkan, bidang pertanian dan sektor produksi pangan juga bisa saja ketika sedang terjadi perubahan iklim. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa langkah untuk mengantisipasinya. Hal ini disampaikan RM. Benyamin PR selaku direktur Yaspensel Larantuka

Karli Kada Watukola, Dari Desa kawalelo, desa dampingan Koalisi pangan dalam pemaparan hasil kajian dengn tegas menyerukan kolaborasi. Misalkan dari sisi penyediaan sumber daya air, Apakah butuh beradaptasi juga jika terjadi perubahan iklim? Tentu saja Seperti contoh, meningkatkan efisiensi penggunaan air, membangun kapasitas tambahan penyimpan air, serta memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk melindungi sumber daya air.

Adaptasi pada perubahan iklim adalah kemampuan suatu sistem untuk menyesuaikan diri dengan adanya perubahan iklim. Caranya yaitu dengan mengurangi kerusakan yang ditimbulkan, mengambil manfaat atau mengatasi perubahan dengan segala akibatnya tegas Karli

Dalam sambutan Sekaligus Membuka Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Tingkat Kabupaten Flores Timur menyampaikan bahwa
Mitigasi merupakan upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Sebab kita semua tahu dampak lingkungan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan merupakan bagian dari gejala alam. Jika tidak dilakukan mitigasi, maka bisa saja bencana alam terjadi. Tegas Ibu Kepala Baplitbangda flotim.

Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten flores timur menyampaikan proses adaptasi yang dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim pada sektor pertanian dengan cara melihat kondisi cuaca dan kondisi lahan ketika pertama kali melakukan proses tanam. Proses mitigasi yang dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim pada sektor pertanian dengan cara mengimplementasikan pertanian organik dan pertanian terintegrasi. Kedua proses adaptasi dan mitigasi bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim sebagai salah satu pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan yang tepat pada proses adaptasi dan mitigasi dengan menggunakan pendekatan integratif yang mengutamakan keterkaitan antara manusia dan alam yang pastinya akan berdampak baik bagi manusia.

Salah satu upaya yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi keadaan tersebut Kelompok dî ajarkan membuat bak penampung air, dan mengolah langsung kotoran dari Kambing sapi dan ayam menjadi produk pertanian guna mengurangi penggunaan zat kimia penyubur tanaman sehingga hasi yang diperoleh lebih baik dan meiliki kwalitas yang pastinya sehat.Dalam Lanjutan diskusi sharing hasil kajian beberapa tokoh masyarakat Dari Desa Desa dampingan sangat mengharapkan penyadar tahuan kepada masyarakat flores timur secara umum sehingga ini menjadi gerakan bersama. Menurut Mereka,
Mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan struktural dan nonstruktural.
Pendekatan struktural merupakan upaya yang dilakukan dalam mengurangi dampak bencana dan perubahan iklim yang bersifat fisik, sedangkan pendekatan nonstruktural dilakukan melalui sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat. Salah satu wakil tokoh masyarakat dan Tokoh agama yang berkesempatan Hadir, dalam kegiatan ini.

Pater Laurens menyampaikan bahwa Untuk itu perlu diberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim itu sangat penting. Untuk menghadapi dan mengantisipasi dampak bencana dan perubahan iklim diperlukan kebijakan dan strategi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim bidang kelautan dan perikanan, salah satunya melalui penyadartahuan berbasis kearifan lokal. Berkaitan dengan hal-hal tersebut maka langkah mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim menjadi satu bagian yang perlu diperhatikan dengan serius dalam perencanaan pembangunan nasional dalam mendukung terwujudnya kawasan pesisir tahan bencana dan perubahan iklim.

Mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim pada sektor kelautan dan perikanan lebih difokuskan pada upaya pengurangan dampak bencana dan perubahan iklim terhadap sumberdaya kelautan dan perikanan seperti fisik, ekologi, infrastruktur, sosial-ekonomi dan sebagainya. Kata pastor paroki watobuku keuskupan larantuka ini. (Amranatamaran)

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

21 komentar pada “Suarakan Adaptasi Perubahan Iklim, Menuju Flotim Yang Tangguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *