Warga Desa Nelelamadike, Kabupaten Flotim Aspersiasi Dapur Lapangan Kodim 1624/Flotim.

Mediasurya.com, ADONARA – Memperpanjang status tanggap darurat di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flotim mendapat dukungan Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P Menyiapkan dapur lapangan 1×24 jam. Di posko pengungsi.

Baca juga ; Masyarakat Keluhkan Langsung Ke Presiden RI, Soal Infrastruktur Jalan Yang Buruk Dan Mahalnya BBM Di Lembata

Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P Dalam pernyataan terhadap bencana alam Banjir dan Tanah longsor berdampak resiko tinggi maka perlu diambil langkah antisipasi kembali terjadi musibah bencana alam.

Ini merupakan perhatian khusus karena dikhawatirkan akan terus berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Flotim” ungkap Dandim ‘

Baca juga ; Relawan Kemanusiaan Demokrat Lembata, Datangi Pengungsi Yang Numpang Di Rumah Keluarga Untuk, Salurkan Bantuan DPP

Kini sudah menetapkan status darurat bencana alam banjir dan Tanah longsor mulai tanggal 3/4/21

Menanggapi hal tersebut Dandim 1624/Flotim kini mempersiapkan segala sesuatunya termasuk perlengkapan pendukung dan prajurit serta Dapur lapangan.

Lanjut Dandim 1624/Flotim, Bencana banjir masih menggenangi beberapa Kecamatan di Kabupaten Flotim, bahu membahu menjadi yang terdepan dilakukan para Anggota TNI, relawan dan donatur untuk membantu warga yang terdampak banjir tanpa pamrih.



Hal tersebut membuat kodim 1624/Flotim menyediakan dapur lapangan selama banjir menggenangi permukiman warga yang berada di pengungsian Kecamatan Ile Boleng dan Kabupaten Adonara Timur, KKabupaten Flotim, Jumat (9/4/2021).

Para pengungsi pun sangat mengapresiasi bantuan dari Kodim 1624,Flotim, berupa dapur lapangan yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan konsumsi ataupun bantuan lainnya yang sangat membantu mereka.

Arbainah salah seorang pengungsi warga Desa Nelelamadike sangat mengapresiasi petugas dapur lapangan oleh TNI – AD Kodim 1624/Flotim. “Nyaman banar Pak, kalau tentara yang memasak menunya diganti tiap hari, oseng tahu campur sayur, juga ada ikan patin, terkadang nasi goreng,” ucap dia.



Dia mengatakan, kini tentara yang membantu memasak untuk warga pengungsi sudah tidak lagi bertugas. “Kami harapkan meski sudah tidak lagi, namun bantuan tetap ada hingga warga betul – betul pulang ke rumah,” ujar dia.
Lanjut Dandim 1624/Flotim, menyampaikan simpatinya kepada warga korban banjir atas apresiasinya juga buat TNI khususnya Kodim 1624/Flotim karena selama membantu penanganan korban bencana alam.
“Sebenarnya masakan TNI sama saja dengan masakan warga, hanya saja dengan senang hati, ikhlas jadi itulah adanya. Apalagi saat evakuasi dan pengiriman bantuan mudah dilaksanakan,” kata dia.

Dia juga menambahkan, dengan berjalannya waktu petugas dapur lapangan dari TNI penanggulangan bencana sudah berakhir, namun bukan berarti TNI tidak membantu, tetap membantu saat ini petugas dapur lapangan dari prajurit masih berada di kodim, koramil dan suatu saat jika diperlukan prajurit sudah siap.” (Pendim Flotim).

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

3 komentar pada “Warga Desa Nelelamadike, Kabupaten Flotim Aspersiasi Dapur Lapangan Kodim 1624/Flotim.

  • 17 Juni 2022 pada 10:36 pm
    Permalink

    Hi there! This post couldn’t be written any better! Reading through this post reminds me of my previous room mate! He always kept talking about this. I will forward this article to him. Pretty sure he will have a good read. Thank you for sharing!

    Balas
  • 21 Juni 2022 pada 11:29 pm
    Permalink

    The next time I read a blog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I mean, I know it was my choice to read, but I actually thought youd have something interesting to say. All I hear is a bunch of whining about something that you could fix if you werent too busy looking for attention.

    Balas
  • 28 Juni 2022 pada 5:36 pm
    Permalink

    Thanks for helping out, excellent info. “Job dissatisfaction is the number one factor in whether you survive your first heart attack.” by Anthony Robbins.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.