Prodi TIH Politani Kupang Lakukan kegiatan PIM Untuk Kelompok Tani Exodus

Mediasurya.com,Kupang || Program studi teknologi industri holtikultura (TIH) Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang lakukan kegiatan Penerapan Ipteks Masyarakat (PIM) untuk kelompok tani Exodus, Desa Raknamo, Kecamatan Kupang Timur, bertempat di Desa Raknamo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Sabtu, (10/09/22).

Baca juga ; Chris Mboeik Serahkan Bantuan Asprov NTT Untuk Panitia ETMC XXXI Rp.100 juta, Kadis Pemuda, Olahraga Dan Kebudayaan Lembata Ucapkan Terimakasi

Jadi Tuan Rumah ETMC, Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa Minta Tetap Jaga Spirit Persaudaraan Dan Marwah Olahraga NTT

Kegiatan PIM ini merupakan bentuk pengabdian Prodi TIH yang terjadi berkat kerjasana antara Politani Negeri Kupang dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang terkhusus, Pemerintah Desa Reknamo, yang bentuk kegiatannya seperti, pelatihan budidaya melon menggunakan Mulsa Plastik Hitam Perak, budidaya kacang merah Varietas Inerie, membuat pupuk organik padat berupa bokashi, pupuk organik cair sumber N, P, K, pengenalan rhizobakteria sebagai perangsang pertumbuhan tanaman, serta pestisida ramah lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Prodi (Kepro) TIH, Ir. Eko H.A Juwaningsih, M.Si, Koordinator PIM Yosefina Lewar, S.P.,M.P, Ketua Kelompok Tani Exodus, Melkis Kesnay, S.Pd bersama anggota, Para Dosen TIH dan Mahasiswa.

Dalam Sambutan Ketua Prodi TIH, Ir. Eko H.A Juwaningsih, M.Si berharap kegiatan PIM yang dilakukan dapat bermanfaat, berkelanjutan bagi kelompok tani dan masyarakat serta siap memberikan edukasi dan diskusi baik di kampus maupun turun di kelompok tani.

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat tidak hanya untuk saat ini tetapi bermanfaat untuk seterusnya sehingga kelompok tani excodus benar-benar menjadi kelompok tani organik yang menjadi contoh untuk kelompok tani yang lain. Apabila ada kendala dalam budidaya tanaman hortikultura, saya sebagai kepro dan mewakili dosen-dosen TIH, siap dan kapan saja untuk selalu berdikusi bersama, baik kehadiran bapa ibu di kampus ataupun kami yang akan turun ke kelompok tani.”

Baca juga ;HMJ TPH Politeknik Pertanian Negeri Kupang Akhiri Mabim Periode 2020/2021 Tahun 2022

Erles Rarelal Janji Berikan Bonus Rp.100 Buat Perse Jika Laskar Kelimutu Menjadi Juara ETMC ke XXXI Di Lembata

Sementara itu, Koordinator PIM Yosefina Lewar, S.P.,M.P juga menjelaskan bahwa PIM hadir untuk memberikan ilmu dan teknologi yang di sepakati secara bersama antara Kelompok tani, Tim PIM prodi TIH dan Direktur Politani Negeri Kupang.

“Kami hadir untuk memberikan ilmu dan teknologi yang betul-betul dikehendaki kelompok tani Exodus, bukanlah kehendak dan paksaan kami untuk menghadirkan ilmu dan teknologi tersebut, melainkan adalah kemauan dan kesepakatan bersama dari Kelompok tani, Tim PIM prodi TIH dan Direktur Politani Negeri Kupang”. Hal ini merupakan implementasi dari MoU Politani Negeri Kupang dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kupang.

Respon positif Ketua Kelompok Tani Exodus, Melkis Kesnay, S.Pd juga berharap kepada para dosen TIH agar terus ada pendampingan di lapangan terkait penanaman kacang Inerie dan pembuatan pestisida alami untuk kelompok tani.

“Harapan kami kepada Bapa Ibu Dosen program studi TIH selalu mendampingi kami, karena jujur untuk penanaman tanaman melon dan kacang inerie, kelompok kami baru pertama kali menanam, selama ini kami belum pernah menanam kedua komoditi tersebut. Demikian juga tolong selalu mendampingi kami dalam pebuatan Rhizobakteria sebagai pemacu tumbuh tanaman dan pembuatan pestisida alami sampai pada aplikasi di lapangan”.

Dalam memberikan materi pada kegiatan tersebut, Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P yang juga pengasuh mata kuliah Perlindungan Tanaman Hortikultura pada program studi TIH menjelaskan manfaat dan dampak positif dalam penggunaan rhizobakteria pemacu tumbuh tanaman (RPTT), sehingga sangat disaran karena muda diperoleh di alam bebas, serta biayanya sangat murah.

“Penggunaan RPTT berkontribusi pada tanaman diantaranya dapat menekan penyakit tanaman, dapat memproduksi fitohormon (hormon tumbuh) yang menyebabkan tanaman menghasilkan akar rambut dalam jumlah yang lebih besar sehingga meningkatkan permukaan absortif akar untuk menyerap unsur hara, dan RPTT juga menghambat produksi etylen zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati. Singkatnya RPPT sangat diancurkan untuk Kelompok tani, karena bersifat multi fungsi”, tutupnya.

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *