Wisnu Saputro, Ingin Lapas Lembata Lebih Humanis

Mediasurya.com,Lembata_Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan sebagai penghubung antara institusi dan khalayak atau publik, melakukan keterbukaan informasi melalui media massa baik internal maupun eksternal. Pada dasarnya, masyarakat secara umum telah mengetahui apa itu Pemasyarakatan, tetapi belum dipahami mengenai apa, bagaimana, dan bilamana Pemasyarakatan itu sendiri.
Andreas Wisnu Saputro, Kalapas kelas III Lembata diruang humas Lapas, dalam acara media gathering (27/2/2020) mengatakan akan menjadikan Lapas Lembata lebih humanis baik dengan warga binaan,petugas dan masyarakat Lembata secara umum.


Wisnu Saputro mengatakan, Sepanjang ini pengetahuan publik akan Pemasyarakatan masih dalam konteks Lembaga Pemasyarakatan dan ‘penjara’, padahal ruang lingkup Pemasyarakatan tidak terbatas sampai di situ saja. Pengetahuan dan pemahaman publik tentang Pemasyarakatan ini akan memengaruhi pandangan mereka mengenai Pemasyarakatan. Karena itu kalapas Lembata mengatakan pekerjaan yang menjadi fokus dirinya adalah bagaimana mengkaloborasi hubungan yang baik antara kami dan warga binaan juga masyarakat Lembata secara umum.
Wisnu Saputro mengatakan, sejak bertugas di Lembata dirinya melihat banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena itu, dirinya ingin agar warga binaan suatu ketika keluar dari lapas Lembata menjadi masyarakat mandiri.

Baca juga ;

Komitmen Kalapas Kelas III Lembata, Ciptakan Wilayah Bebas Korupsi, Birokrasi Bersih dan Melayani.


“Saya beli ada 30 jenis bibit tanaman yang akan, kami budidaya disini. Juga saya ingin kembangkan veritas jagung putih dan anggur.
Selain itu juga ada kaloborasi lain seperti bermusik bersama dan pembinaan iman. Hal ini tidak hanya bermanfaat sebagai pembinaan baik kepada warga binaan maupun petugas lapas. Kami juga buat pelatihan kerajinan bambu, pavingblok, mungkin kedepan pelatihan yang diterima oleh warga binaan jug diberi sertifikat keahlian yang mereka dapat selama pembinaan di lapas Lembata.

Wisnu Saputro Kalapas Lembata mengharapkan agar, pengetahuan dan pemahaman publik, adanya hal-hal dan persoalan klasik yang terjadi di ranah Pemasyarakatan juga turut membangun persepsi masyarakat dan menciptakan citra tertentu terhadap institusi ini. Nyatanya, di samping persoalan-persoalan yang sering menjadi kabar hangat di kalangan publik, Pemasyarakatan memiliki arti yang lebih dari sekadar “penjara” dan di dalamnya dilaksanakan upaya-upaya pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan. Hal-hal tersebut tertuang dalam Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 yang sebelumnya telah dicanangkan.

Peran media massa dalam penyebaran informasi Pemasyarakatan sangat besar. Terlebih saat ini telah dicanangkan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 yang memerlukan dukungan awak media untuk menjadi corong informasi dalam menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat luas. Menyadari hal itu, perlu adanya sinergi yang kuat antara jajaran Pemasyarakatan dengan media sebagai stakeholder.

Sementara itu, Fransiskus Riberu koordinator Humas Lapas Lembata, yang mendampingi Kalapas Lembata dalam,
Media Gathering mengungkapkan, strategi Humas Ditjen Pemasyarakatan ini, untuk memperkuat relasi dan tali silaturahmi antara jajaran Pemasyarakatan dengan insan media dalam rangka mewujudkan tujuan institusi.

Riberu mengatakan, yang dilakukan kalapas kami saat ini merupakan hal positif bukan hanya untuk para warga binaan namun juga bagi kami para petugas.sm

Share

554 thoughts on “Wisnu Saputro, Ingin Lapas Lembata Lebih Humanis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *