Abrasi DAS Waikomo Ancam Pegelaran ETMC Di Lembata.

MEDIASURYA.com,Lembata || Pagelaran sepak bola paling bergengsi di NTT, El Tari Memorial Cup (ETMC) yang bakal berlangsung distadion Glora 99 di desa Pada, kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata, yang hanya berjarak 500an meter dari Daerah Aliran Sungai (DaS) Waikomo yang kini mengalami abrasi akibat tambang penggalian pasir dan batuan secara liar dan tak berizin, juga penggilingan batu yang menimbulkan kepulan debu, yang bisa mengancam keberlangsungan pertandingan sepak bola yang bakal di gelar September 2022 mendatang.

Baca juga ; Di Duga Tak Berijin Pengambilan Material Dan Penggilingan Batuan Di DAS Waikomo, Dilaporkan Warga Ke DLH Lembata

Ambros Leyn Plt.Kadis Lingkungan Hidup Lembata, “Jika Pemilik Kuwari Tidak Tertib Dalam Administrasi, Kita Minta Pol PP Untuk Bertindak”

Banyak pihak berharap agar pertandingan ETMC bisa berjalan semarak dan mampu memotivasi warga Lembata untuk giat menghidupkan olahraga sepaka bola, maupun mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, ada pula warga berharap agar para pihak yang hingga kini masih melakukan aktivitas di dalam DaS Waikomo, yang jaraknya tidak jauh dari stadion gelora 99 tempat akan berlangsungnya pertandingan sepak bola antar kabupaten, untuk segera melakukan normalisasi dan menghentikan, sehingga tidak membahayakan stadion milik rakyat Lembata tersebut kedepannya.

“Kita minta pemerintah untuk serius memberikan Sanksi kepada para penambang tanpa ijin di DaS Waikomo karena kedepan akan sangat menggangu keberadaan stadion” ujar Antonio salah satu warga Lewoleba.

Nonton ; https://youtu.be/AV0Kxn19UcU

Disebelah barat akan ada pentas olahraga yang bakal disaksikan ribuan pasang mata, dan di bagian timur yang hanya berjarak 500an meter, ada penggilingan batu yang menghasilkan debu yang tidak sedikit dan bisa menimbulkan sesak nafas bagi para penonton sepak bola eltari cup.

Pemerintah daerah Kabupaten Lembata di bawah komado, penjabat bupati Marsianus Jawa tampak belum mengambil langkah serius. Aktivitas di DaS Waikomo masih terus berlanjut lantas siapa yang bakal bertangungjawab jika ada penonton yang celaka akibat penambangan tanpa ijin di DaS Waikomo?

Ada apa dengan Pemda Lembata? Apakah Pemda takut terhadap para penambang liar ataukah para penambang terlalu tangguh sehingga tidak bisa disentuh aparat pemerintah daerah kabupaten Lembata?

Petrus Bala wukak.,SH anggota DPRD Lembata mengatakan, bahwa dirinya bersama barisan pemuda Lembata sudah meneriakkan hal ini sejak dari 20 tahun lalu tapi pemerintah abaikan itu.

kita teriak dengan pertimbangan lokasi, persawahan, tanah berpasir dan mudah runtuh dan saat ini kerusakan nyata didepan mata jadi kita minta pemerintah tegas ambil langkah.

kalau memang ada temuan yang berdampak merusak,persawahan,jalan maka harus tutup total tegas wukak.

Disekitar DaS Waikomo ada fasilitas umum seperti stadion, pasar, jalan,jembatan maka harus ada tindak pidana lingkungan bagi para pihak yang merusak das waikomo tegas Bala Wukak.



mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.