Mediasurya.com, Lembata || Paulus Toon Langotuka Anggota Fraksi Partai Demokrat Lembata meminta Pemda Lembata melalui Dinas Teknis PUPR untuk melakukan Pengawasan Melekat terhadap semua pelaksanaan Paket Proyek, terutama yang bersumber dari dana Pinjaman PEN.

Baca juga ; Rayakan HUT Otonomi Ke 23 Kabupaten Lembata, Penjabat Bupati Minta ASN Harus Netral

Pemda Lembata Akan Wajibkan Sekolah Gunakan Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar Dalam Proses KBM

Frit Tukan demikian Wakil Rakyat Ini disapa kepada media ini, (Senin, 18/10/2022) mengatakan, Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan utang Pemda Lembata kepada pemerintah pusat yang mana akan dicicil setiap tahun, karena itu semua proyek dengan Dana PEN Harus dilaksanakan dengan penuh tangungjawab

“Kami lakukan kunjungan kerja untuk, melakukan pengawasan terhadap pekat pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan yang memanfaatkan dana pinjaman PEN. dan banyak temuan lapangan yang kami minta untuk diperhatikan, dan segera dibenahi oleh pihak ketiga dalam pengawasan melekat oleh Pemerintah Daerah” Ujar Langotukan.

Kami di komisi dua lakukan kunjungan dibeberapa titik proyek dan ada temuan. Misalkan pada paket pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan pada ruas jalan trans Lembata segmen, samping timur rumah jabatan pimpinan DPRD menuju Gereja St.Fransiakus Asisi Lamahora.

Buku Lembata Dalam Pergumulan Sejarah dan Perjuangan Otonomi, Karya Intelektual Anak Lembata Beraroma Diskrimintif?

Saya kira perencanaan pembangun harus dikritik pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh, CV. Floresta dengan Pemagunghawab Yulius Budiona tersebut, dibangun tanpa bahu jalan di sebelah kiri. Saat kami tanya, yang dijelaskan sangat mengejutkan, bahwa tidak ada anggaran untuk bahu jalan? Inikan aneh, bagaimana mungkin bangun jalan tanpa ada bahu jalan. Hal ini kemudian diperparah dengan, aspal dibibir jalan yang diragukan kualitasnya. Secara kasat mata kita sudah bisa tahu kualitasnya kurang meyakinkan. Karena kalau diinjak atau ada kendaraan parkir bisa langsung jebol. Saran kami sebaiknya ada pemadatan juga dibibir jalan.

“PPK atau tenaga teknis maupun Dinas Teknis harus memperhatikan juga soal draenase dikiri kanan jalan karena kalau tidak maka saat hujan begini msyarakat akan dibuat susah sebab akan ada kenangan air di mana mana ujar Frit.

Anggota Fraksi Demokrat ini juga, menyoroti soal ruas jalan pasar Lamahora Menuju RSUD, segmen Pasar Lamahora Rumah Jabatan Bupati Lembata, yang dikerjakan oleh CV. ikan Paus dengan direktur Kristoforus Y. ndande.

“Pasangan talut pengaman jalan yang dibangun di kiri kanan jalan, pun kualitiasnya diragukan. Ini bisa kita Lihat dengan mata telanjang, campuran untuk bangun Talut asal lempar saja seperti tukang plaster rumah. Pasangan yang baru dibuat itu campuran sepertinya tidak mix secara baik, hanya asal lempar seperti orng plester rumah. Kami cek ternyata talut yang baru dibangun itu,hanya disusun dengan campuran sementara bagian dalam talut sepertinya campuran kurang bahkan ada yang kosong. Nah kalau begini mau kuat bagaimana? Memang tampak bagus dari luar.

Menurt saya talut jalan arah lamahora harus dibongkar di beberapa titik dan harus dipasang ulang. Yakni depan gereja lamahora maupun dari pasar ke RSUD. Lebih parah lagi tidak ada kontraktor yang hadir jadi kita hanya mendengar penjelasan dari satu sisi.

Ruas jalan lain yang juga kami, kunjungi adalah segmen rumah bapak yance manuk menuju jalan lasitarda di cwc

Dengan pelaksana CV Gasindo dan penagungjawab pelaksana pekerjaan Mathias Yo.Beda proyek jalan itu tidak ada parit pembuangan di kiri – kanan jalan oleh karena itu jika banjir maka, sudah pasti masyarakat jadi korban. Kita harapkan Kedepan diperhatikan jalur air, kalau tidak maka lagi-lagi masyarakat akan dibuat susah

By mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

One thought on “Anggota Fraksi Partai Demokrat Lembata Minta, Pemda Lakukan Pengawasan Melekat Terhadap Pelaksanaan Proyek PEN.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *