Ganu Maran Buronan Korupsi Bantuan Selisih Harga Benih Ikan (BSHBI) dan Rumput Laut, Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Di Tangkap

Mediasurya.com,Jakarta || Tim Intelijen Kejaksaan Agung berhasil melakukan penangkapan dan eskekusi Terhadap Terpidana atas nama, Yohanes Ganu amaran, Spi yang menjadi DPO perkara Tipikor asal Kejari Lembata sejak tahun 2007 lalu.

Baca juga ; 10 Tahun Jadi DPO, Yohanes Gadu Maran Ditangkap Kejagung. Petrus Bala Pattyona Tanya, Kapan Jaksa Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kapal Aku Lembata.

TEGAS! Kapolri Jawab soal Perang Tagar #PercumaLaporPolisi Vs #PolriSesuaiProsedur

Setelah Buron selama kurang lebih 11 ( sebelas ) Tahun
Akhirnya pada hari ini Kamis tanggl 25 Agustus 2022 sekitar jam 13.15 wib bertempat di Penjaringan Jakarta Utara, Tim Intelijen Kejaksaan Agung berhasil mengamankan DPO an. Yohanes Ganu amaran, S.Pi.(55 Tahun).

Bahwa Yohanes Ganu Maran, SPi merupakan Terpidana dalam kasus Tindak Pidana Korupsi Program Bantuan Selisih Harga Benih Ikan (BSHBI) dan Rumput Laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2007 yang menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp. 2.060.801.000,- (dua milyar enam puluh juta delapan ratus satu ribu rupiah).

Bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 1697 K/PID.SUS/2011 tanggal 14 Desember 2011, Terpidana Yohanes Ganu Maran, S.Pi dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 Tahun dan membayar denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Terpidana juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 276.628.000 (dua ratus tujuh puluh enam juta enam ratus dua puluh delapan ribu rupiah), yang jumlahnya sebanyak-banyaknya sama dengan harta benda yang diperoleh dari tindak pidana korupsi ini jika terpidana tidak dapat membayar jumlah uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut tetapi dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana dengan pidana penjara selama 9 (sembilan) bulan.

Selanjutnya telah dilakukan eksekusi Terhadap Tepidana oleh Tim Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Lembata dan Kejaksaan Tinggi NTT pada hari Sabtu tgl 27 Agustus 2022 di Lapas klas 1 Cipinang Jakarta Timur.

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

7 komentar pada “Ganu Maran Buronan Korupsi Bantuan Selisih Harga Benih Ikan (BSHBI) dan Rumput Laut, Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Di Tangkap

  • 6 September 2022 pada 1:52 pm
    Permalink

    A: Tribes was lifeless lengthy before Hirez realized it, by virtue of the
    way they systematically alienated every a part of their player base to deal with brief-term income with none regard to the
    well being of the neighborhood or lengthy-term viability of the game.
    So earlier than placing it on a game, I’ll first ship the game out to a group of
    experts who will take a look at it, debug it, and recommend adjustments.
    Tribes: Ascend introduced first person shooters to
    the demographic of avid gamers who would somewhat be deliberate and
    calculating of their gameplay, slightly than relying on split-second twitch reflexes.

    Athelian’s post is probably the most spot-on documentation of
    the Tribes: Ascend trainwreck that I may find. You guys have to understand that
    builders are human additionally, when a passionate team
    makes a game (which gets exceptional opinions
    for carrying on the Tribes identify whether or not you personally agree or not)
    but gets beat on each time they put up something within the forums they may have a tendency to speak
    much less. The Tribes forums have threads spanning lots of
    of posts detailing the whole lot that was going mistaken with the
    game because the early closed beta.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *