Kalah Dari Rote Ndao, Official PS Kota Kupang Nodai Wibawa Eltari Cup.

Mediasurya.com,Lembata || Sikap tidak terpuji diduga dilakukan official PS.Kota Kupang usai timnya kalah atas Rote Ndao dalam lanjutan liga tiga etmc ke XXXI distadion Glora 99 Desa Pada Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dengan adu pinalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Baca juga ; Marsianus Jawa Penjabat Bupati Lembata Berikan Motivasi Bagi Tim Yang Pulang Lebih Awal Dari Pegelaran ETMC Lembata

Keputusan Tepat Pelatih Hasan Haju, Kiper Marianus Namang Mampu Tepis Tendangan Pemain Malaka, Persebata Melaju Ke 8 Besar.

Aksi bar bar alla oficial kota Kupang telah menodai persaudaraan dan silaturahmi yang melandasi Pegelaran Eltari cup dengan insiden pemukulan terhadap wasit.

Wasit yang menjadi korban pemukulan adalah Anton Rismiaji Seorang mantan pesepak bola profesional, ini yang telah mengantongi lisensi C2 dan akan mengambil lisensi C1 Oktober 2022 mendatang, juga adalah seorang Marinir angkatan laut.

Anton bersama 19 Wasit lainnya, ditugaskan oleh Asprov PSSI NTT untuk memimpin pertandingan liga 3 zona NTT, ETMC 2022 di Lembata. Sayangnya, pertandingan sepakbola kasta tertinggi di NTT ini diwarnai aksi bar bar oleh oficial PSK Kota Kupang.



Marinir kelahiran Mojokerto, 7 November 1984 ini memimpin laga El Tari Memorial Cup pertama kali pada tahun 2013 di Kabupaten Manggarai Barat. Akan tetapi, sebelumnya, dia sudah terpilih menjadi wasit saat penyelenggaraan Timor Sea Cup di Kota Darwin, Australia pada 2012 dan Arafura Games.

Tak hanya di NTT, ayah dua orang anak ini juga pernah memimpin pertandingan U-19 di Jakarta, Liga Santri di Malang dan kemudian Liga Santri seri nasional di Jakarta dan kompetisi sepak bola di Timor Leste.

Pada tahun 2009, Koptu Anton mengikuti pelatihan wasit lisensi C3 di Kota Kupang. Lalu, lisensi C2 diperoleh pada tahun 2012 di kota yang sama.

Sayangnya, nasib naas dialami oleh suami Lia Fatmawati ini. Dia menjadi korban aksi bar bar oficial PS Kota Kupang.

Aksi Penyerangan terhadap wasit dan perangkat pertandingan ini terjadi saat Laga 8 besar Liga 3 ETMC 2022 Lembata antara Perserond Rote Ndao kontra PSKK Kota Kupang, 22 September 2022.

Laga yang berlangsung di Gelora 99, berlangsung dalam tempo tinggi. Sesekali dihiasi dengan intrik permainan dari kedua kesebelasan. Sejumlah keputusan wasit sontak diprotes langsung pelatih dan official Perserond Rote Ndao dan PSKK Kota Kupang

Bahkan, salah satu official Perserond Rote Ndao langsung dikartu merah oleh wasit Engga Dias ketika terjadi pelanggaran di luar kotak 16 Perserond Rote Ndao.

Baca juga ; Tiba Di Lembata, Erles Rareral Sapa Para Penjual Pasar Pada Lewoleba

Tidak terima wasit meniup peluit pelanggaran, salah satu official Perserond langsung masuk ke dalam lapangan dan mendorong wasit.

Insiden kedua terjadi saat wasit menganulir gol PSKK ke gawang Perserond. Asisten wasit yang sudah mengangkat bendera terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta sempat diserang official PSKK Kota Kupang.

Ada yang sempat melempar air mineral dan nyaris mengenai kepala wasit. Insiden paling parah terjadi usai drama adu penalti.

Tiga orang official PSKK Kota Kupang merapat ke meja inspektur pertandingan. Seorang official langsung mengejar wasit.

Melihat sesama wasit diserang, Anton Rismiaji mencoba melerai. Sayang, ia justru terkena pukulan dan langsung terjatuh.

Tim medis yang datang menolong langsung melarikan Anton Rismiaji ke rumah sakit. Wasit Anton mengalami luka robek dan mendapat 3 jahitan. Saat ini wasit anton sudah kembali ke hotel tempat mereka menginnap setelah sebelumnya tidak sadarkan diri hampir 1 jam.

Polisi dan tentara yang ada di lokasi pun langsung sigap. Mereka segera mengidentifikasi pelaku pemukulan dan mengamankan salah satu official PSKK Kota Kupang ke Mapolres Lembata untuk proses lebih lanjut.

Baca juga ; Oknum Polisi Di Polres Lembata Di Laporkan Ke Polisi. Ada Apa?

Kabag Ops Polres Lembata AKP Agustinus Salawane mengatakan, setelah mengidentifikasi video, sudah diketahui oknum pelakunya.

Setelah mengumpulkan official PSKK dan panitia, oknum pelaku pemukulan langsung dibawa ke Polres Lembata untuk diproses secara hukum.

mediasurya .com

Ungkap Realita Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.