Terkait Korona Di Lembata, Positif Hasil Rapidtes Bertambah Jadi 6 Orang

Mediasurya.com,Lewoleba_ Himbauan pemerintah agar tak lagi ada orang masuk Lembata sementara waktu, ternyata belum maksimal di dengar para pihak pasalnya, Rabu (22/4/2020) kapal milik ASDP dari larantuka mengangkut juga 29 penumpang, lalu kembali ke larantuka dan masuk lagi dengan 5 orang, Cilakanya diantara para penumpang, setelah dilakukan rapidtest terdapat 3 yang positif setelah dilakukan skiring tes cepat dengan rapidtest. Pelaku Perjalanan Dalam Pemantauan (PPDP) dengan kasus reaktif positif rapid test maka di Lembata menjadi 6 orang positif hasil rapidtest.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur, Kamis (23/4/2020) usai melantik penjabat Kepala Desa dan BPD se kecamatan Ile Ape di Desa Kolipadan.

Tiga pelaku perjalanan dalam pemantauan (PPDP) yang diketahui positip rapid test tersebut yakni 1 mahasiswa asal Surabaya, 1 orang ber KTP Ruteng, Manggarai, dan 1 orang Lagi oknum ASN ber KTP Lembata.

Baca juga ; Bupati Lembata Minta Masyarakat Bantu Jaga Daerah Pesisir.  .- Bupati Lembata ; Terkait Korona, Yang Rapittest Positif Itu Orang Dari Luar, Tugas Kita Perketat Jalur Masuk Ke Lembata”.  -. Mengerikan, HIV-AIDS di Lembata.

Kini ketiganya terpaksa harus menjalani perawatan dan di isolasi di lokasi Karantina Puskesmas Lewoleba, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. keputusan merawat ketiga PPDP yang positip rapid test tersebut terpaksa diambil Pemda Lembata menyusul ruangan isolasi di RSUD Lewoleba sudah terisi penuh oleh 3 pasien yang terlebih dahulu diketahui reaktif positip rapid test dan kini dalam perawatan. Tiga Pasien Dalam Perawatan itu kini menanti hasil tes Swab yang sudah dikirim ke Surabaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Lembata, yang juga ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Kamis (23/4/2020) usai melantik penjabat Kepala Desa di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape

“Yang positip itu masuk ke Lembata dengan Fery yang sama tadi malam, sebanyak 32 orang. 3 orang yang di rapid itu reaktif. Besok akan diantar sampelnya untuk di Swab. 29 lainnya dinyatakan negatif, dikembalikan ke rumahnya masing-masing untuk menjalani karantina mandiri, tetapi 10 hari kemudian akan di rapid test lagi,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, pihaknya akan meminta Pemda Flores Timur untuk melakukan tracing riwayat perjalanan Oknum ASN yang mengaku hanya melakukan perjalanan dari Lembata menuju Larantuka.

“Kita akan kirim datanya kepada Pemda Flotim untuk tracing riwayat pergerakannya selama di Larantuka. Kita sudah tanya dia tidak datang dari mana-mana. Dia datangnya dari Larantuka. Nah oknum ASN ini juga sudah saya perintahkan untuk di BAP sebab mengabaikan instruksi berjenjang dari Mendagri dan instruksi Bupati untuk bekerja dari rumah (work from Home) bukannya jalan-jalan dan pulang diketahui reaktif positip rapid test. 3 orang yang dinyatakan positip itu 1 orang dari Ruteng, orang Ciamis, Jawa Barat, 1 mahasiswa datang dari Surabaya, 1 lagi, ASN saya, datang dari larantuka,” ujar Bupati Sunur.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur pun menyesalkan langkah KMP Fery Ile Boleng dan pihak ASDP Kupang yang masih juga membawa penumpang, padahal sudah dilarang. KMP Fery diperbolehkan masuk membawa logistik dua minggu sekali tanpa penumpang, namun KMP Fery Ile Boleng itu nekat membawa total 37 orang penumpang dalam dua trip pelayarannya.
Bupati Sunur menegaskan, pihaknya telah menyampaikan kepada pihak Perhubungan Provinsi NTT untuk menutup pintu KMP Ferry di pelabuhan Feri Waijarang.

“saya sudah sampaikan ke dinas perhubungn propinsi, saya pastikan tutup pintu fery itu, karena captain very ini bandel ini. Instruksi hanya pasok barang saja, ini dua kali bawa penumpang masuk sini. Saya minta aparat tutup saja fery itu, karena datang bawa penumpang yang positip rapid test. Emang baru rapid test, tetapi ini petunjuk agar kita lebih waspada, sambil menanti tes Swab,” ujar Bupati Sunur.

Menurut Bupati Sunur, langkah tegas membatasi akses masuk ke Lembata kepada orang dari luar Lembata semata-mata untuk mencegah penyebaran covid-19. oleh karena itu ia meminta seluruh pihak termasuk pemerintah Provinsi untuk mendukung langkah pencegahan yang dilakukan pemda Lembata.

“Kalau dua minggu saja orang tidak datang, Kan sudah bagus kita. kita mau dekat-dekatan, beraktivitas sperti biasapun tidak masalah karena kita bebas Korona. tetapi ini abis ngomong, datang lagi. Kita harus ambil langkah. Tidak bisa tidak,” ujar Bupati Sunur.sm

Share

17 thoughts on “Terkait Korona Di Lembata, Positif Hasil Rapidtes Bertambah Jadi 6 Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *