Tenaga Kesehatan RSUD Lewoleba, Terkonfirmasi Covid 19

Tenaga Kesehatan RSUD Lewoleba, Terkonfirmasi Covid 19

Mediasurya.com,Lewoleba- Selain keluarga, orang yang punya kontak erat dengan pasien covid 19 adalah bidan,perawat dokter atau tenaga kesehatan yang menangani pasien selama sakit.
Pemda Lembata sebelumnya telah mengitim 150 sampel swab untuk di priksa di laboratorium WZ Yohanes Kupang, yang mana hsi menyatakan terkonfirmasi Covid-19 terdapat 12 orang dimana 4 diantaranya adalah tenaga kesehatan.

“sampel SWAB yang berkontak erat dengan 5 pasien terkonfirmasi covid-19 terdahulu, telah selesai diperiksa. 4 dari 12 sampel SWAB terkonfirmasi Covid-19 itu, adalah tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Lewoleba dan Puskesmas Lewoleba.

Baca juga; https://www.mediasurya.com/2020/11/16/wabup-agus-boli-buka-diskusi-lembaga-adat-desa-di-flores-timur/

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Dokter Lusia Sandra, kepada media Jumad (20/11/2020), mengatakan, 150 sampel SWAB yang dikirim dengan menggunakan helicopter milik BNPB, 14 November 2020 lalu, telah selesai diperiksa.
12 dari 150 sampel SWAB tersebut, terkonfirmasi covid-19. Ironisnya, 4 tenaga Kesehatan masing-masing 3 tenaga Kesehatan (nakes-red) yang bekerja di RSUD Lewoleba dan 1 nakes yang bekerja di Puskesmas Lewoleba pun terkonfirmasi positip covid-19.

Kini pemerintah bergerak cepat melakukan tracing contact terhadap kerabat pasien baru yang terkonfirmasi covid-19 yang berkontak erat dengan 12 pasien positip Korona tersebut.

“hari ini kita akan kirim sampel SWAB nya ke Kupang. Menurut rencana akan dijemput oleh helicopter milik BNPB,” ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Lembata, Dokter Lusia Sandra tanpa merinci berapa jumlah sampel yang akan dikirim.

Baca juga; https://www.mediasurya.com/2020/09/20/masih-banyak-warga-lewoleba-tidak-bermasker-di-tempat-umum/


Sementara itu, Dalam edaran bernomor TUK.440/2466/AP/XI/2020, pemerintah tidak memperbolehkan digelarnya Pesta, syukuran dan kegiatan kumpul keluarga menyusul meningkatnya penyebaran covid-19 di Kabupaten Lembata. Sebelumnya, pemerintah masih memperbolehkan digelarnya pesta, syukuran ataupun kumpul keluarga namun dibatasi hanya 10 orang.
Pemda Lembata menegaskan “pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan protokol Kesehatan akan diambil Tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku”, demikian edaran Pemda Lembata yang ditandatangani Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *