Plt.Bupati Lembata Berharap BI Dan OJK Lakukan Sosialisasi Percepatan Pengelolaan Keuangan.

Mediasurya.com,kupang_ Pemda Lembata dalam laporan yang dibacakan oleh Petrus Demong Kepala bagian ekonomi Setda Lembata, pada kesempatan pertemuan bersama Bank Indonesia, di Kupang Rabu, 15/9/2021 berharap agar Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat melakukan kegiatan sosialisasi percepatan akses Pengelolaan Keuangan dan Pemda Lembata komitmen digitalisasi dimulai di Lembata. Baca juga ;Dr. Thomas Ola Langoday.,SE.,M.Si “Regulasi Tetap Jadi Perlindungan Terbaik”

Plt.Bupati Lembata Thomas Ola yang akan dilantik (16/9/2021) menjadi Bupati defenitif Lembata sisa masa jabatan 2017-202 menjelaskan, bahwa dengan digitalisasi maka segala transaksi pengelolaan keuangan lebih efektif, efisien, ekonomis berjalan dengan baik. Langkah yang mungkin paling sederhana segera ada ATM Conteiner dimana masyarakat mulai dibiasakan melakukan transaksi non tunai.
Hal ini lanjut Thomas, juga sebagai cara meningkatkan PAD karena 89% kita masih andalkan dana transfer pusat. Pasar- pasar dilakukan digitalisasi dengan Bank yang ada di Lembata dan kita butuh inovasi . Baca juga ; Dr. Thomas Ola, SE., M.Si Bersama Ny. Maria Sadipun, SE., M.M Ikut Gladi Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati Lembata

Ada dua hal yang jadi permasalahan yakni Pertama, kesiapan dari sektor riil. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menyiapkan kelompok masyarakat/UMKM untuk meyakinkan lembaga keuangan agar bisa memberikan akses permodalan kepada kelompok masyarakat jika tidak maka jadi permasalahan yang berulang tahun.
Kedua, adanya keengganan dari lembaga Bank karena gagal panen dll ini menjadi pekerjaan rumah OPD teknis untuk menyiapkan kelompok tani, kelompok nelayan, dan melakukan peningkatan kapabilitas mereka maka kita butuh BLK. ,dan pendampingan berkelanjutan dg menyiapkan data” by name by address” agar BANK melihat layak tidaknya untuk dibiayai . Muda-mudahan dengan Indek Elektronik Transaksi Pemda Lembata (IETPD) Semua transaksi akan terlihat akuntabilitasnya lebih cepat dan sangat transparan”, ujar Thomas Ola yang dilantik jadi Bupati Lembata, Kamis, 16/9/2021.


Adapun poin penting dalam pertemuan yang ditekankan BI sesuai fungsinya sebagai pelaksana kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran menyampaikan 3 rekomendasi untuk Pemda Lembata yakni :
1. setiap perencanaan perlu data kalau boleh kerjasama dengan statistik berbasis desa…pengalaman selama ini ada website Lembata tapi data masih jauh d harapan
2. harus fokus k komoditi unggulan
berdasarkan data statistik(jagung,kambing,sorgum dan ikan)
3. pebgembangan pariwisata berbasis alam dan budaya. Maka yang dibutuhkan adalah Brending agar cepat di kenal.
Dihadapan Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, PLT Bupati Lembata menyampaikn terima kasih dan apresiasi atas pertemuan ini bahwa Lembata adalah kabupaten satu pulau seharusnya jauh lebih maju kalau pembangunannya lebih fokus. Bupati Thomas menjelaskan,sebanyak 139 ribu penduduk Lembata 70% adalah petani ada 26% penduduk miskin di Lembata adalah petani oleh karena itu sektor pertanian harus menjadi prioritas pada komoditi ungulan jagung,kambing,sorgum dan ikan dan upaya kita mengatasi stanting dimana ada 8000 bayi di Lembata 30%gisi buruk harus kita tangani karena mereka adalah generasi pemilik Lembata yg kita andalkan di masa depan, Mudah-mudahan dalam kepemipinan sisa waktu 9 bulan sepuluh hari dapat melahirkan seorang bayi yang sehat ungkap Thomas. Baca juga; Plt.Bupati Lembata Ajak Imam Katolik Bantu Meluruskan Informasi Yang Menyesatkan Masyarakat.
Hadir dalam pertemuan dengan BI , selain Plt.bupati, juga hadir Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero, Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali, Asisten lll, Wens Ose Pukan, dan sejumlah kadis.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *