Usai Bertugas Di Rujab Wakil Bupati Lembata, Anggota Pol PP di Kroyok Warga Desa Beutaran

Mediasurya.com,Lewoleba_ Tidak terima aksi main kroyok ala warga desa Beutaran kecamatan Ile Ape terhadap anaknya, Alihana Fian laporan tindakan warga desa Beutaran ke pihak berwajib. Kejadian naas yang menimpa, Fransiskus Xaverius Ola, 28 tahun yang adalah anggota satuan polisi pamong praja, yang sesaat sebelum.di kroyok baru lepas piket, di rumah jabatan wakil bupati Lembata (14/5/2020).

Baca juga ; Inilah Kriteria Penerima BLT Dana Desa.

-. Petrus Gero Serahkan Bantuan APD Melchias Mekeng, Untuk Tiga Rumah Sakit Di Lewoleba.

-. Larantuka Tolak, Kapal Pengangkut Sampel Swab Dari Lembata, Bupati Minta Perhatian Gubernur NTT..

Alihana Fian kepada media ini, menyayangkan sikap sekelompok warga yang main hakim sendiri. “Kami tidak tahu apa penyebab dari aksi main pukul ini. Kami minta pihak berwajib menindak dengan tegas sesuai aturan yang berlaku.

Saat visum di RSUD, katanya hasil pemeriksaan tidak apa-apa namun, anak kami ini usai diambil keterangan di polres Lembata, muntah-muntah, sampai kemarin malam (15/5/2020) dia masih muntah. Makanya pagi ini, saya minta kakaknya di Lewoleba untuk di bawa ke rsu St. Damian untuk dilakukan pemeriksaan lengkap termasuk tongseng.

Memang di bagian luar tidak ada memar tapi, dia dipukul hingga jatuh dan di injak sampe tanggan kirinya masih sakit dan sekarang harus diurut. Sebagai orang tua saya sedih sekali ucap alihana Fian.

Sementara itu, anggota pol PP, korban pengeroyokan, Fransiskus Ola kepada media ini (16/5/2020) usai melakukan pemeriksaan lengkap di rsu St.Damian menceritakan, ketika itu dia bersama seorang teman kerjanya dari desa kolipadan, pulang bersama usai piket, setiba di seputaran posko gugus tugas desa Beutaran, kami dihadang dan menghentikan motor kami.

Kami ini saling kenal karena desa tentangga jadi kami pun  berhenti, cerita Fransiskus Ola. Tiba-tiba ada yang memukul saya dari belakang.
“Saya dipukul hingga terjatuh dan diinjak, syukurnya helm yang saya pakai tetap di kepala, sehingga benturan pukulan mengenai badan saya dan hingga sekarang tangan kiri saya masih sakit dan harus diurut.

Teman saya ini sempat melerai namun, mereka banyak sehingga dia tidak bisa berbuat banyak. Saya tidak tahu siapa yang angkat saya ke posko gugus tugas karena saat itu saya pusing dan jatuh.
Fransiskus warga desa dulitukan, adalah KSO di pol PP Lembata, dan saat kejadian Ola baru melepas piket jaga di rumah jabatan wakil Bupati Lembata dan hendak pulang ke rumah di desa dulitukan.

Kepala desa dulitukan dan Beutaran belum berhasil dikonfirmasi terkait kejadian ini.

Demikian halnya kasat pol pp Markus Lela udak pun belum berhasil dikonfirmasi terkait pengeroyokan warga desa Beutaran terhadap anggotanya. sm

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *