Sosialisasi Vaksin Covid 19, Pemda Lembata Minta Masyarakat Tidak Percaya Hoax

Sosialisasi Vaksin Covid 19, Pemda Lembata Minta Masyarakat Tidak Percaya Hoax

Mediasurya.com,Lewoleba- Langkah Pemerintah untuk menghindari masyarakat dari penyebaran covid 19 yang kian masif terus diupayakan dan daya pemerintah mengurangi transmisi (penularan), menurunkan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) serta melindungi warga agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi, menjadi dasar pemerintah melaksanakan vaksinasi Covid-19.

Pemerintah menetapkan sasaran prioritas tahap-1 (Januari-April 2021) diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, kemudian menyusul bagi petugas pelayanan publik hingga masyarakat secara bertahap.

Baca juga;Bupati Lembata Resmikan Pasar Penopang Ekonomi Baleuring

Mengambil tempat di Olympic ballroom & Resto, Kamis (21/01/2021) Dinkes Lembata gelar sosialisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dihadiri unsur forkopimda, pimpinan OPD, para tokoh agama, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan koperasi, para Camat, Lurah dan kepala Puskesmas se-Kab. Lembata.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan lanjutan Dinkes Lembata setelah diawal Januari lakukan pelatihan bagi vaksinator Covid-19 yang berasal dari 9 Puskesmas dan 3 rumah sakit yang ada.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Arundyna Sunyoto, sp.PD dalam pemaparannya menegaskan efek samping setelah divaksin pasti terjadi.

Baca juga ; Lakukan Kunker Ke Dermaga Laut Lewoleba Dan Balai Pengujian Kendaraan, Ketua DPRD Lembata Janji Akan Sampaikan Masukan Ke Pemerintah

“Tujuan diberikan vaksin untuk menghambat penularan Covid-19 ini. Vaksin sendiri adalah satu dari dua aspek dalam kesehatan masyarakat yang efektif dan efisien. Vaksin sendiri harus dijamin dari 2 aspek yakni keamanannya dan khasiat atau manfaatnya”.
“Perlu dicatat, bahwa tidak ada vaksin tanpa efek samping”.

“Jadi kalau bapak ibu ingat semasa kecil atau punya anak kecil pernah divaksin, kemudian setelah di vaksin badan meriang-meriang, demam, sakit akibat disuntik hingga pegal-pegal, itu merupakan efek samping dari vaksin, dan setiap orang itu (efek sampingnya) bervariasi”.

Ditambahkannya “Vaksin Sinovac dianggap paling aman dibanding vaksin lainnya karena efek samping yang rendah. Nakes dan pejabat publik akan divaksinasi tahap-1 sedangkan pihak lainnya menyusul”.

“Tentunya dibutuhkan upaya preventif oleh Pemkab dan stakeholder yang ada untuk sosialisasi kepada warga terkait protokes (5M)”.

Baca juga ; Petrus Gero Ketua DPRD Lembata, Siap Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Anti Virus Covid 19 Di Lembata

“Karena vaksin berfungsi menghambat penyebaran virus, sehingga sangat disarankan agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, kemudian tidak menghasut orang lain menolak divaksin serta tidak menyebar hoax” pintanya.

Kadis kesehatan Lembata, dr. Lucia Sandra Anggrijatno, mengingatkan urusan kesehatan menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya pemerintah saja. Meskipun sudah divaksinasi, masyarakat dihimbau tetap jalankan protokol kesehatan 5M.

“Saat ini vaksin Sinovac yang telah disetujui izin penggunaannya oleh BPOM dan Fatwa MUI, akan diberikan bagi nakes namun kedepan akan diprioritaskan bagi masyarakat umum. Nanti pasca divaksin, akan diberikan sertifikat vaksinasi yang juga dapat digunakan oleh pelaku perjalanan saat bepergian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan” ujarnya menambahkan.

Baca juga ; Dinkes Lembata Dampingi Puskesmas Lakukan Akreditasi Peningkatan Mutu Pelayanan.

Senada dengan dr. Lucia, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

“Pandemi Covid-19 merupakan cobaan yang sedang kita hadapi bersama, namun masih ada warga yang tidak percaya dengan wabah ini sehingga bersikap acuh terhadap protokes 5M”.

“Polres Lembata siap mendukung segala kebijakan pemerintah dalam sukseskan vaksinasi Covid-19 dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif hingga penegakan hukum”.



Ditambahkannya “Kami akan lakukan berbagai upaya termasuk pengawalan dan pengawasan pelaksanaan vaksinasi dimana bhabinkamtibmas juga akan terlibat, kemudian kami juga akan lakukan tindakan terhadap maraknya hoax yang beredar. Prinsipnya pemerintah tidak mungkin sengsarakan warganya, sehingga hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, menyampaikan perkembangan Covid-19 di Lembata sudah melonjak tajam sehingga perlu diambil langkah strategis dalam upaya pencegahan, pengawasan dan pengendalian.

“Vaksin bukan segala-galanya, namun patuhi protokol kesehatan tetap menjadi kewajiban. Saya berharap peserta kegiatan saat ini menjadi corong informasi kepada masyarakat. Jangan menambah atau mengurangi informasi yang diperoleh sehingga tidak timbul keraguan masyarakat mengingat saat ini banyak hoax yang tersebar terkait vaksinasi”.

“Dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan strategis Pemkab terhadap pelaksanaan vaksinasi” ujarnya (humssetda)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *