Gandeng Tokoh Adat Lewo Lema, Pemdes Helanlangowuyo Lakukan Pesiapan Desa Wisata.

Mediasurya.com, Adonara – Pemerintah Desa (Pemdes) Helanlangowuyo kecamatan Ile boleng Adonara, bersama Kader Pariwisata Desa menggandeng Tokoh Adat “Lewo Lema”. Adonara; berinisiatif membuat langkah-langkah persiapan desa Helanlangowuyo sebagai desa wisata berbasis budaya.

Baca juga ; Dandim 1624/Flotim Bersama Forkopimda Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Rusun Keuskupan Larabtuka.

Pantauan media ini, para pemangku kepentingan dalam upaya persiapan desa helanlangowuyo sebagai desa wisata berbasis tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Desa Helanlangowuyo Dominikus Daton Doni dihadapan para tokoh adat “lewo lema” mengungkapkan berdasarkan hasil Diklat 20 desa di Larantuka ibu kota kabupaten Flores Timur beberapa waktu lalu bahwa, desa helanlangowuyo masuk dalam daftar desa wisata karenanya, semua kita diajak untuk bersama bergandengan membicarakan hal ini bersama dalam upaya persiapan desa helalangowuyo sebagai desa wisata budaya.

Dihadapan para tokoh Adat Desa Helanlangowuyo Kepala Desa Daton Doni menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan ini; bahwa karena Desa Helanlangowuyo ikut terinfentarisir di kementrian Pariwisata jakarta sebagai salah satu desa yang akan dikembangkan sebagai desa wisata berbasis budaya, untuk itu saya harus mengundang bapak bapak pemangku adat suku dari lima elemen kampung yang telah berkomitmen untuk membentuk Desa Helanlangowuyo tercinta ini, menjawabi program pemerintah pusat.

Dua putra terbaik desa, Helanlangowuyo yang merupakan Kader Pariwisata yang Mengikuti Diklat di Boru dan larantuka baru baru ini; adalah Marselinus Mamun Tapo dengan Bernadus Boro Bura sebagai Tokoh muda dari Desa Helanlangowuyo.

Tokoh Adat Yang dimaksud adalah Taran wanan dan Taran Nekin dari kampung Lewo Belè, kampung Tapobali, Lewonuba lewololon, Lewonuba lewolein, Lewowutuk, Lewo Belè lewolein, serta Tokoh Adat ile wokaye(pemelihara gunung dan bukit). Kesembilan Tokoh Adat inilah menjadi pilar penyanggah dari lima perkampungan yang telah membentuk Desa Helanlangowuyo saat kini dengan memilih Dominikus Daton Doni menjadi Pemimpin dua periode.

Dalam rapat bergengsi ini telah menghasilkan sebuah kesepakatan bersama bahwa Akan bersama sama bergandengan tangan menyambut program Pariwisata Desa yang akan dikerjakan bersama sama dengan dua anak muda ini .

Meski Sedikit alot saat pembahasan terkait mekanisme pada item mendaki gunung’Hiking’ berorientasi pada jadwal dengan segalah pantangannya, Marselunus kembali menjelaskan bahwa “Terkait teknis ini justru semua orang harus melewati satu pintu dari sini, hingga kita kita inilah yang mengarahkan dan memberikan petunjuk kepada mereka yang hendak melakukan perjalanan ke puncak gunung agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama”,urai Linus Mamun dihadapan para Tokoh Adat .

Pada bagian akhir pertemuan Bernad Boro menimpali “Justru karena belajar dari kesalahan masa lalu ini kami harus memulai yang baru dan kami sangat berharap bapak bapak sekalian tidak membiarkan kami sendiri untuk mencapai program pemerintah yang menunjukan martabat kita orang Lamaholot dimata Dunia saat kini “, seperti disaksikan mediasurya.com tanpa ada perdebatan antara para pihak kepala desa Helanlangowuyo Daton Doni menyampaikan bahwa akan ada lagi pertemuan kita seperti ini pada kesempatan berikut .***bernard naragere**

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *