Terserang ASF Ratusan Babi Mati, Di Ile Boleng Adonara

Terserang ASF Ratusan Babi Mati, Di Ile Boleng Adonara

Mediasurya.com,Adonara-Ratusan ekor babi di kecamatan Ile Boleng mati akibt diserang virus Afrika asf, yang terbilang ganas.

Jumlah babi yang terkena wabah virus afrika dari desember 2020 hingga januari 2021 per 21 januari 2021; total keseluruhan dari 7 (tujuh) Desa sekecamatan lle Boleng ada 718 ekor .

Baca juga : Kunjungi Wulandoni, Dandim 1624/Flotim Puji Kearifan Lokal Dan, Berharap Masyarakat Tetap Taati Protokol Kesehatan.

Tobias Kia Koli kepala SDI Lamawolo yang Nyambi sebagai peternak babi mengatakan, ” wabah ini sangat membuat kami peternak babi di desa lamawolo amat sangat sedih karena, kami tidak tau jelas apa obatnya; sementara kami sudah berupaya untuk bertanya kepada bagian mantri hewan namun belum juga ada obat khusus sebagai penawar virus satu ini “. Urai kia koli sedih.

Upaya masyarakat Desa Lamawolo dan desa sekitarnya, untuk menanggulangi virus Afrika Demam Babi ini; semakin menemui jalan buntuh, manakala bagian mantri kehewanan melakukan suntikan namun tetap saja mati . Kematian hewan ternak Babi ini sepertinya hanya pada babi yang sudah siap di jual dan atau dapat digunakan dalam urusan adat orang lamaholot .

Baca juga ; Temukan Bangkai Babi, Warga Pesisir Minta Agar Hewan Mati Jangan Di Buang Ke Laut.

Di tempat terpisah warga desa yang lain; seperti Simon Sanga Notan sangat sedih kenapa demam babi ini pemerintah kabupaten Flores Timur belum juga turun kr desa desa, guna menyampaikan kepada masyarakat peternak di kampung kampung, pintahnya .

ASF(african swine fever) demam babi afrika ini masuk negara indonesia bulan desember 2019, dan karena itu mentri pertanian mengeluarkan keputusan wabah penyakit Demam Babi Afrika ini untuk seluruh Kabupaten Kota dengan nomor : 820/KPTS/PK.320/m/12/2019.
Dalam SK Mentri Pertanian tersebut menjelaskan bahwa Virus asf ini bertahan dalam daging selama 15 minggu atau kurang lebih 3 bulan dan bertahan di kandang kosong bekas kandang babi selama satu bulan.

Kepala Desa Lama Wolo di kediamannya kepada media ini mempertanyakan, tanggapan Pemda Flotim dalam menyikapi situasi sulit yang dihadapi masyarakat Desa Lama Wolo saat kini . Belum selesai masalah covid 19 yang kami dapat dari satgas covid tingkat kecamatan dari puskesmas Waiwerang, menyatakan warga saya satu orang positip; muncul di hadapan kita ternak babi mati dalam jumlah besar terhitung di tujuh desa sekecamatan lle Boleng saat kini . Urai bapak deksa Linus dengan ekspresi sedih .(bernad)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *