Covid 19 Di Lembata Kembali Makan Korban

Covid 19 Di Lembata Kembali Makan Korban

Mediasurya.com, Lewoleba – Covid 19 kembali makan korban di kabupaten Lembata, kali ini PG (Pria, 75Thn) Narapidana Lapas Kelas III Lembata yang sebelumnya dilakukan Rapid antigen bersama 46 warga binaan lainnya merupakan salah satu warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19, (13/5/2021) meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Lewoleba.

Baca juga ; Carut Marut Pelabuhan Laut Lewoleba, Pengelolaan Jadi Hak Siapa?

Dalam rilis yang diterima media ini, pihak Lapas Kelas III Lembata menjelaskan 1 narapidana inisial PG meninggal dunia di ruang Isolasi Covid-19 RSUD Lewoleba, Kamis (13/05/2021).

PG menjalani pidana sejak 18 Agustus 2016 dengan perhitungan sisa pidana murni 11 November 2024.

PG sendiri merupakan salah satu dari 46 narapidana yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan rapidtest antigen pada tanggal 1 Mei yang lalu. Narapidana tersebut menjalani isolasi mandiri di Lapas terhitung 1 Mei. Selama menjalani isolasi mandiri, PG mengalami demam yang gejalanya hilang timbul.



Hari Minggu (09/05) Pukul 20.00 Wita, PG dibawa ke IGD RSUD Lewoleba karena kondisi kesehatannya yang tidak stabil. Setelah dilakukan observasi oleh tim dokter maka dokter merekomendasikan agar beliau di rawat di ruang isolasi Covid-19.

Hari Senin (10/05) dokter membutuhkan plasma darah konvalesens guna penyembuhan PG. Pihak Lapas berkoordinasi dengan keluarga dan pihak RSUD Lewoleba agar dapat membangun komunikasi dengan PMI Kupang guna mendapatkan plasma darah tersebut.

Sesuai hasil koordinasi tersebut, dijadwalkan pengiriman plasma darah konvalesens dilakukan hari Jumat (14/05) menyesuaikan dengan jadwal penyeberangan kapal dari Kupang ke Lembata.



Sambil menunggu plasma darah, tim dokter tetap mengupayakan perawatan semaksimal mungkin dengan obat-obatan serta fasilitas yang ada, namun karena faktor usia dan adanya penyakit bawaan seperti hipertensi, asam urat dan Lambung, sehingga membuat kondisi PG semakin memburuk.

PG menghembuskan napas terakhirnya hari Kamis (13/05) Pukul 17.15 Wita dan akan dilakukan penguburan sesuai dengan protokol Covid-19.

Sementara itu direktur RSUD Lewoleba, dr. Bernardus Yoseph Beda, kepada awak media Kamis malam (13/05) menjelaskan, “Pasien kluster Lapas Lembata inisial PG, usia 75Thn, masuk RSUD Lewoleba pada 9 Mei 2021, sekitar Pukul 20.45 Wita berdasarkan hasil pemeriksaan Rapidtest Antigen (positif) yang dilakukan oleh Dinkes Lembata”.

Baca juga ; Babinsa Koramil 1624-03/Lewoleba Pantau Pelaksanaan Ujian Sekolah Di SD Negeri Lamahora.

“3 hari sebelum dirawat di RSUD Lewoleba pasien mengeluh demam, badan meriang, sesak nafas dan batuk berdahak”.

“Saat masuk IGD RSUD (9/05) suhu tubuh pasien 38,90C, SPO2 88%, tensi 130/70 mmHg, denyut nadi 97 kali permenit dan RR 24 dengan diagnosanya Pneumonia dan terkonfirmasi Covid-19”.

“Sejak tiba (09/05) pasien dirawat di ruang isolasi Covid-19. Selama perawatan, kondisi pasien memburuk dan dinyatakan meninggal dunia hari ini, Kamis (13/05) Pukul 17.15 Wita, dengan diagnosa saat meninggal yakni Pneumonia Bilateral, ARDS, Sepsis, Syok Sepsis, Hipertensi St 2, AKI dd ackd pre renal, dan konfirmasi Covid-19” ujarnya.

Baca juga ; Kementrian Sosial Serahkan Santunan Kepada Korban Banjir Bandang Lembata

Nampak Satgas penanganan Covid-19 Kab. Lembata diantaranya Asisten administrasi pemerintahan dan Kesra, Asisten Reformasi birokrasi dan keuangan, Kadis Lingkungan Hidup, Direktur RSUD Lewoleba serta aparat keamanan dari TNI-Polri berkoordinasi dalam persiapan pengebumian jenazah.

Jumat (14/05) sekitar pukul 01.20 Wita, jenazah PG dikebumikan di TPU Wangatoa-Kelurahan Selandoro oleh petugas berAPD lengkap setelah proses koordinasi Satgas dengan tim penggali kubur yang cukup memakan waktu hingga berjam-jam.

PG meruapak pasien Covid-19 di Lembata yang meninggal Kamis (13/05) Pukul 17.15 Wita dan diberangkatkan ke TPU di hari berikutnya, Jumat (14/05) sekitar Pukul 00.55 Wita dari RSUD Lewoleba akibat koordinasi yang belum beres. Kabar burung yang mulai beredar, beberapa nama tercantum di SK, namun yang bekerja keras justru orang lain, sayangnya yang terima “amplop” juga orang lain.
Update data Satgas Covid-19 Kab. Lembata keadaan 13 Mei, kasus meninggal dunia tercatat sebanyak 10 kasus, 74 orang sedang jalani isolasi/karantina mandiri, dan 200 orang dinyatakan sembuh

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *