CV Gastron Instalatir Listrik Mitra PLN Lembata, Diadukan Ke Komisi II DPRD Lembata

Mediasurya.com, Lewoleba – Aparat Desa Banitobo kecamatan Lebatukan kabupaten Lembata, (16/6/2021) mendatangi gedung DPRD dan bertemu komisi II, mengadukan CV Gastron instalatir mitra PLN Lembata yang di duga kuat oknum yang mengaku dari CV Gastron mengambil uang milik warga desa dengan janji akanenggantung meteran namun, hingga aparat desa adukan masalah ini ke komisi II DPRD Lembata janji tersebut belum di realisasi.

Baca juga ; Pembatalan Keberangkatan Calon Jemaah Haji, Kamenag Lembata ; “Tidak Ada Kepentingan lain, ini semata-mata karena covid 19”

Penjabat kepala desa Banitobo Baltazar Beda, usai bertemu komisi II kepada media ini mengungkapkan bahwa, pihaknya ingin melakukan langkah persuasif secara kekeluargaan awalnya, namun sepertinya pihak yang mengatasnamai CV Gastron terus menghindar karena itulah, saya bersama semua aparat desa hari ini menemui komisi II untuk mengadu.

Dikisahkan Baltazar awalnya, sosialisasi untuk pemasangan jaringan dan ada tiga CV yang masuk, kami minta mereka buat penawaran dan oleh rapat desa di putuskan CV Gastron yang instalasi dengan penawaran terendah 2 juta 3ratus 50ribu rupiah hingga gantung meteran.

Awalnya tidak ada masalah, direktur CV Gastron Afridus p kuma, dan benerapa orang ke desa banitobo termasuk SS oknum yang kemudian ambil uang dari 24 kepala keluarga dengn janji akan gantung meteran untuk istalsai jaringan rumah.

Persoalan baru muncul,ketika SLO dimana pihak CV membutuhkan anggaran, direktur atas nama Afridus P Kuma meminta masyarakat yang ingin lampunya lebih dulu nyala silakan duluan bayar, dan itu skrang sudah nyala tapi kemudian oknum SS membawa serta beberapa teman lain berinisial, AL dan ,A kmapung lagi lalu meminta uang jika ingin meteran segera digantung dan lampu siap nyala.

Baca juga ; Meski Gunung Ile Ape Masih Bergemuruh, Wings Air Di Jadwalkan Tetap Terbang Ke Lembata

SS, AL, dan A kemudian mengambil uang dari masyarakat sebanyak 24 pelanggan dengan total 26.500 juta.

Aparat desa banitobo saat bertemu komisi II dimana ada empat orang anggota yang hadir diantaranya, Yosep muda, Tinus Pukan, Samsudin dan gilbertus mengaku bahwa jumlah 26 juta lebih itu merupakan akumulasi dari 24 pelanggan dimana ada yang kumpul 1 juta, ada yang dua juta dan tiga juta.

Andreas Baha Lazar tokoh muda Lebatukan saat diminta komentarnya meminta komisi dua segera menyampaikan kepada PLN sebagai mitra komisi karena kondisi ini sudah sering berulang dimana meteran belum digantung tapi msyarakat sudah mintai bayar.

Untuk diketahui yang hadir diruang komisi II DPRD Lembata anatara lain, Penjabat Kepala Desa Baltasar Beda, sekretaris desa Andreas Budi, kaur pem Igansius Koda, kaur keuangan, Agustinus wetong, kaur pelayanan Yakobus Kia, kadus 1 Yohanes pohi, kadis dua katarina liban dan Kadus tiga Mariana hingga.

Penjabat kepala desa mengtakan, yang Kami bicarakan soal instalatir dari PT gstron bukan perusahaan tapi pelaksanaan.
Kami coba komunikasi kan tetapi belum ada titik terang dan sebagai sesama Lamaholot kami beri ruang persuasif sebagi keluarga tetapi jika diabaikan maka bukan tidak mungkin akan kami bawa ke penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan direktur CV Gaston maupun SS belum berhasil di hubungi. (mst)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *