Realisasi Belanja Daerah Rendah, Sekda Tapobali Sebut Ada Penghematan Belanja Dan Pengurangan Target Kinerja

Mediasurya com,Lewoleba_ Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata telah menyampaikan Nota keuangan atas rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Lembata tahun anggaran 2022 di ruang sidang DPRD Lembata (20/11/2021), yang mana dalam penyampaian yang di bacakan sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali tersebut dikatakan realisasi belanja daerah per 15 Nopember 2021 masih berkisar 60,15%. Baca juga; Proyek Air Bersih WeiLa’in di Duga Syarat KKN, Masyarakat Berharap Polisi Dan Jaksa Periksa PPK dan Mantan Kadis PUPR Lembata.
Dalam nota keuangan setebal 14 halaman tersebut dikatakan, realisasi belanja daerah sampai dengan 15 Nopember 2021 adalah sebesar 60,15% atau sebesar Rp. 544.590.013.963,36 dari pagu anggaran sebesar Rp. 905.307.339,770. Apakah disisa satu bulan tahun anggaran 2021 pemerintah mampu menyerap belanja daerah yang belum terealisasi sebesar 360an miliar lebih dari pagu yang ada? Baca juga ; Bupati Lembata Harapkan APH Ikut Mendampingi Dan Lakukan Pengawasan Pelaksanaan Pembangunan Agar Sesuai Regulasi
Dalam nota keuangan Pemda Lembata ditulis realisasi belanja operasi sebesar Rp.67,42% atau sebesar Rp.347.278.928.950,37 dari anggaran sebesar Rp. 515.078.314.987. sementara realisasi belanja modal sebesar 44.20% atau sebesar Rp.85.006.185.576,99 dari anggaran sebesar Rp.192.315.155.122.
Masih menurut nota keuangan daerah belanja tak terduga telah direalisasi sebesar 51,97% atau Rp. 8.923.001.864 dari anggaran sebesar Rp.17.168.396711 dan realisasi belanj transfer dari anggaran sebesar Rp.180.745.472. 860 telah direalisasi 57.19% atau sebesar Rp.103.381.897.572.Baca juga ; Sekda Lembata, ; “Kami Tidak Pernah Belajar Khusus Soal Penangan Bencana”
Sementara untuk penerimaan pembiayaan dari penerimaan pinjaman daerah belum direalisasi karena belum di tandatangannya MOU antara Pemda Lembata, PT.SMI dan kementrian Keuangan hal ini cukup aneh pasalnya di halaman sebelumnya dalam nota keuangan yang sama, pemerintah menjelaskan tahap satu dari rencana realisasi pinjaman sebesar Rp.56.250.000.000 telah dianggarkan dalam APBD tahun 2021. Baca juga ; Sekda Tapobali Bantah, Pemda Lembata Hadang Rombongan JPIC SVD Yang Bawa Bantuan Bagi Korban Banjir Ile Ape.
Sekretaria Daerah Paskalis Ola Tapobali kepada media ini melalui pesan singkat whatsup (WA) menjelaskan bahwa, Yang pasti bahwa untuk belanja-belanja yang berkaitan dengan Gaji dan Tunjangan ASN, DPRD, KDH, pasti terserap.
Belanja modal, sebagian besar telah diselesaikan. Belanja Operasi, jika tidak terserap, bisa saja terjadi karena, penghematan belanja, ataupun pengurangan target kinerja dan akan menjdi bagian dari penghematan belanja.
Sekda mengatakan, Sementara ada beberapa OPD, berkaitan dengan belanja yang akan diserahkan kepada masyarakat, belum bisa direalisasikan dananya karena sedang dilengkapi dokumen pendukung.
“Yg pasti bhw unt belanja2 yg berkaitan dg Gaji dan Tunjangan ASN, DPRD, KDH, pasti terserap. Belanja modal, sebagian besar telah diselesaikan. Belanja Operasi, jk tdk terserap, bs sj terjd krn penghematan belanja, ataupun pengurangan target kinerja dan akan mjd bagian dr penghematan belanja. Sementara ada beberapa OPD, berkaitan dg belanja yg akan diserahkan kpd masy, blm bs direalisasikan dananya krn sdg dilengkapi dok pendukung.”

Share

31 thoughts on “Realisasi Belanja Daerah Rendah, Sekda Tapobali Sebut Ada Penghematan Belanja Dan Pengurangan Target Kinerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *