Pra Akreditasi Puskesmas Di Beri Nilai Karena Kasihan, Kadis Kesehatan Lembata Di Kritik BPKM.

Pra Akreditasi Puskesmas Di Beri Nilai Karena Kasihan, Kadis Kesehatan Lembata Di Kritik BPKM.

Mediasurya.com,Lewoleba- Tim surveyor propinsi NTT yang melakukan pengambilan data dan survei lokasi pada 9 puskesmas di kabupaten Lembata, menilai masih banyak hal yang harus di penuhi oleh puskesmas jika ingin meningkatkan status akreditasi.

Hal ini disampaikan dokter Yuli Butu surveyor Amen yang merupakan salah satu tim surveyor propinsi saat memaparkan hasil pengambil data (7/11/2020) di aula SMU Frateran Lewoleba.

baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/10/08/dinkes-lembata-dampingi-puskesmas-lakukan-akreditasi-peningkatan-mutu-pelayanan/

dr. Yuli ketika memaparkan hasil penilaian usai mendampingi puskesmas mengungkapkan, Jika kita kompak, saling mendukung juga menjiwai perbedaan tentu kita akan mampu mengatasi tantangan ini, dan hidup akan lebih berarti.

Untuk puskemas wulandoni dan waiknuit saat suveyior awal itu, semua kelihatan muka lesu dan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan namun, saya suka respon teman-teman yang tinggi ujar dr Yuli. Lebih jauh dikatakan pensiunan ASN ini bahwa, Akreditasi bukan lomba dokumen juga bukan seperti lomba 17 agustus.

dr Yuli menegaskan, Akreditasi itu kita lihat mutu pelayanan, manajemen dan sistem pelayanan.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/03/20/polres-lembata-gandeng-dinkes-sosialisasi-hand-sanitizer-dan-pembuatan-desinfektan-ruangan/


“Saya harapkan agar Taman-teman di puskemas bisa merubah mainset, harus merubah padangan terhadap elemen penilaian. Harus paham di halaman bab.
Aturan itu dua tahun di review karenanya, tata naskah harus dibaca dan di atur secara baik, observasi tulis apa yang di kerja dan kerja apa yang di tulis. Terang dokter Yuli.

Misalnya kartu kontrol, atau pasang gorden, ada obat yang expayer dan ini adalah bagian kecil yang harus diperhatikan untuk diperbaiki. Juga soal komitmen. Teman-teman pelaksana yang membuat regulasi bukan yang di admin. Lalu soal fail dokumen yang belum tersimpan secara bagus. Atau saat saya minta data fail dibawa maapnya robek.

dokter Yuli menyarankan, kalau boleh saling berbenah misalnya, sebelum tim surveyor turun, boleh saja antar puskesmas saling menilai, asal jagan ada dusta.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/10/13/dinas-kesehatan-lembata-buka-call-center-119-pelayanan-kedaruratan-kesehatan/

Diingatkan sang dokter agar, rencana tahunan dan SOP di puskesmas dibuat sejalan dengan renstra. Juga penting untuk teman-teman di puskesms agar, Direkam medik harus bagus. Karena yang saya lihat hasilnya loncat-loncat, padahal rekam medik adalah penyelamat kita semua. Rekam medik harus dicatat baik-baik sebab itu saksi hukum kita.

“saya minta agar Kualitas pelayanan kredensial dan rekendresial diperhatikan ucap dokter Yuli dan diakhir pemaparan, dr.Yuli berharap agar, Puskemas juga harus punya sertifikat atau misalnya punya imb.

Sementara itu perwakilan Badan pemerhati kesehatan masyarakat (BPKM) Loang Vitalis mengatakan, bahwa puskesmas Loang Nagawutun yang mendapat nilai madia karena,belaskasihan seperti yang disampaian pembicara ke tiga dari tim penilai sangat kami sayangkan.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/11/05/operasi-zebra-satlantas-polres-lembata-pantau-penerapan-protokol-kesehatan-di-sekolah/

Vitalis meminta agar setiap penilaian harus dilakuka secara obyektif bukan karena penyambutan di puskesmas yang meriah atau rasa kasihan.

Namun demikian Vitalis mengharapkan agar, Korelasi perencanaan harusnya sejalan karena, jika jumlah puskesmas yang di nilai maka harusnya sudah di catat pihak dinas kesehatan. Dan nilai harusnya menjadi catatan puskesmas dan tim penilai juga pendamping.

Tentang sertifikat atau IMB, Vitalis mengatakan ini Soal kepemilikan dan ini milik daerah karena itu harus menjadi pr buat ibu kadis.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/11/05/kontraktor-yakin-jembatan-waima-lembata-bisa-digunakan-desember-mendatang/

Sementara itu, Apris Isu, SKM.,M.Kes surveyior admen dari Dinkes propinsi yang juga merupakan anggota tim suveyior puskesmas di Lembata mengatakan, saya masih melihat catatan saya bulan Oktober 2017 yang lalu masih ada artinya bahwa, penilaian kami benar-benat obyektif.

Sementara itu dr Yustina Yudha nita. M.Si surveyior UKP mengatakan, instrumen penilaian itu standar dan karenanya kalian harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi standar dalam kriteria akreditasi dan penilaian.

Hal yang sama disampaikan dr Maria Febi Kopong, ASN pada salah satu puskesms kota Kupang yang merupakan tim surveyior mengatakan, Harus ada perubahan Jangan di pra ini sama dengan, saat akreditasi nanti.

dr.Febi mengatakan, Sudah tiga tahun tapi teman-teman belum juga paham soal kriteria akreditasi. Yang teman-teman harus baca adalah prosedur penilaian. Perbaiki dokumen dan ujicoba sebelum di evaluasi untuk siap akreditasi.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/11/03/bupati-sunur-lantik-badan-pengawas-pdam-lembata/

Sekcam wulandoni Fransiskus Sabaleku mengaku bahwa jarak dari ibu kota kabupaten ke wulandoni terlalu jauh. Tiga tahun kemarin kami sudah di kunjungi tim dari pusat dan propinsi tapi kalau dibandingkan dengan puskesmas lain, saya kira kami masih lebih unggul.

Sementara itu Charles Lambertus Camat Atadei sampaikan dua hal yakni, soal pelayanan dan menerima semua evaluasi yang diberikan kepada pihaknya pada kesempatan tersebut.

“kami yakin pada saatnya, kami kan mencapai titik yang dituju yakni akreditasi dengan paripurna” ungkap camat Atadei bersemangat.

Camat Nagawutun Lorens ofong mengatakan bahwa di kecamatanya selalu ada motivasi untuk semangat kerja dan tim kerja. Namun kami tidak miliki tenaga kesehatan cukup.

Karena pada kesempatan ini, sy punya beberapa catatan buat ibu kadis agar jangan sampai ada penumpukan tenaga kesehatan di wikayah tertentu, ujar camat Nagawutun.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/10/26/servulus-satel-demoor-s-hut-kadis-lingkungan-hidup-flotim-kebersihan-itu-soal-kesadaran/

Di Nagawutun perawat Cuma lima orang, Ini semoga jadi pertimbangan pihak dinas, memang ini kekuatan namun, bisa menjadi kelemahan juga buat kami. Dan ini catatan agar di perhatikan Dinkes. Kami di wilayah diberi tahu atau tidak kami tetap tangungjawab. Karena itu kami harap agar Tidak biarakan puskesmas sendiri mengatur tapi butuh intervensi serius dari dinkes agar bersama-sama bidan yang menjadi sasaran akreditasi.

Sekcam Ile ape. 2017 kami sudah diakreditasi dan mendapat predikat madia, itu dwngan gedung lama jadi kalau saat ini dengan gedung baru tentu akan lebih.

Meski demikian sekcam Ile ape juga mengkritisi pihak puskesms yang melakukan persiapan hanya saat menjelang dilakukan akreditasi. Hal ini saya sampaikan karena baru saat ini saya liat pihak puskesmas mulai tanam-tanam saat tim surveyior turun.

Baca juga ;https://www.mediasurya.com/2020/10/23/pemerintah-pusat-kucurkan-15-4-miliar-bangun-talud-pengaman-pantai-di-flotim/

Sementara itu Valentinus perwakilan BPKM Wulandoni menekankan soal SDM yang dalam mendistribusikan dinilai kurang merata.

Valen menanyakan terkait Intervenai dinas sejauh apa? Apakah Hanya sebatas Rab anggaran? Namun demikian Valen meminta agar Penilain harus rasional dan obyektif.

Kadis kesehatan Lembata dr Lusia dalam kesempatan tersebut mengatakan,banyak masuk bagi kami dan saya terima meskipun ada cukup pedas.

Dokter Lusia mengatakan, apa yang disampaikan lima anggora surveyior itu benar semua dan saya sebagai kadis akan berusaha memenuhi harapan tapi tidak semua karena saya juga tidak mau berikan janji palsu.

Baca juga ; https://www.mediasurya.com/2020/11/06/sempat-dikucilkan-akibat-covid-19-farida-lipat-lahirkan-bayi-perempuan-dengan-selamat/

kadis kesehatan mengatakan, untuk tenaga kesehatan dari jumlah memang banyak namun, ketika dilakukan pendiatribuian tenaga mungkin ada yang kurang. Dan sebagai pimpinan saya juga harus didukung staf atau tim karena kita harus saling melengkapi dan saling mendukung karena, meskipun perbedaan kita harus bersatu. Membiasakan yang benar bukan benarkan yang biasa.

“Mimpi saya sebelum pensiun semua puskemas di lembata sudah terakreditasi paripurna” ungkap dokter Lusi.

Sementara terkait anggaran untuk melakukan Akreditasi, semua bersumber dari dana alokasi khusus (dak). Kita usulkan pusat yang tentukan jadi saya sampaikan agar semua kita bisa tahu bahwa, tidak ada angaran dari dau.

Diakhir sambutan dr. Lusia mengatakan agar Budaya kerja, Jangan karena di jaga baru kerja tapi lakukan sesuai SOP yang ada. Apa yang disampaikan tim surveyior htus menjadi catatan yang harus kita benahi bersama. (MST)

Share

22 thoughts on “Pra Akreditasi Puskesmas Di Beri Nilai Karena Kasihan, Kadis Kesehatan Lembata Di Kritik BPKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *